Petik 'Buah' Dari Pohon Natal, Tahun 2020 Unikama Makin Optimis

  • 03-01-2020 / 19:29 WIB
  • Kategori:Advertorial
Petik 'Buah' Dari Pohon Natal, Tahun 2020 Unikama Makin Optimis SAMBUTAN: Rektor Unikama Dr. Pieter Sahertian, M.Si memberikan sambutan dalam acara Perayaan Natal

Malangpostonline.com - Pohon Natal merupakan simbol yang mengandung banyak nilai dan makna sebagai pesan moril yang patut dipelajari oleh manusia. Hal itu diungkapkan oleh Pdt. Marcus Rumampuk saat mengisi refleksi dalam acara Peringatan Kasih Natal di Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama), Jumat (3/1) kemarin.

Pohon Cemara sebagai simbol pohon natal memiliki kelebihan, yakni dapat hidup di musim apapun dan di belahan bumi manapun. Baik di musim gugur, musim panas, musim hujan dan sebagainya. "Pesan rohaninya hidup itu harus tangguh. Dalam situasi dan hambatan apapun harus tetap hidup," katanya. 

Simbol kedua adalah lingkaran berwarna emas dan putih. Yang mengandung makna kekudusan dan kesucian. Marcus menerangkan tidak ada kedamaian dan kesejahteraan, dalam lingkungan keluarga, kampus maupun masyarakat tanpa adanya kekudusan.

ANTUSIAS: Dosen dan karyawan Unikama menghadiri acara jamuan kasih natal yang digelar di Auditorium Unikama

 

Maka sebagai orang percaya, kata dia, harus hidup dalam kekudusan dan kesucian. Simbol selanjutnya ada buah pada pohon cemara. Yang mengandung arti kehidupan manusia harus selalu berbuah. "Kita sebagai pohon-pohon kekristenan harus memberikan manfaat untuk lingkungan. Tahun 2020 harus mengeluarkan buah yang lebat dan manis," ujarnya.

Di pohon natal juga ada lampu-lampu indah yang selalu terang bercahaya. Menandakan bahwa manusia dituntut untuk menerangi kehidupan lingkungan sekitarnya. "Terang itu perbuatan dan perkataan kita yang baik. Maka terang itu harus selalu menyala dalam hidup kita," imbuhnya.

Perayaan Natal di Unikama berlangsung khidmat. Acara diawali dengan pujian dan doa. Kemudian dilanjutkan dengan refleksi. Setelah itu acara dilanjutkan dengan ramah tamah yang mengundang seluruh dosen dan karyawan Unikama. Termasuk juga hadir Ketua PPLP-PT PGRI Malang Drs. Soedja’i.

Rektor Unikama Dr. Pieter Sahertian, M.Si mengatakan, tantangan di masa yang akan datang lebih berat. Unikama perlu kekuatan besar untuk mampu menjawab berbagai tantangan tersebut. “Kekuatan itu kita himpun dari kebersamaan yang kita bangun pada pertemuan ini, untuk menyongsong tahun 2020 yang penuh tantangan,” katanya.  

Ia yakin sekitar 300 dosen dan karyawan Unikama mampu memberikan yang terbaik untuk kemajuan lembaga demi memberikan layanan pendidikan yang lebih baik pada masyarakat.

Menurutnya, Kampus Unikama yang dikenal kampus multikultur memiliki potensi untuk memberikan sumbangsih besar pada bangsa dan negara. Keberagaman yang dirajut dalam kebersamaan dan persaudaraan akan menjadi satu power yang hebat.

Caranya dengan membangun persahabatan sejati dan saling menghormati satu sama lain. “Semua yang direncanakan dengan baik akan mencapai hasil yang baik. Tanpa memandang perbedaan agama, suku dan status sosial, Unikama menjadi kampus yang akan meraih kejayaannya,” tutur Pieter. 

Ia juga mengungkapkan, bahwa perayaan natal menjadi ajang untuk merefleksi kinerja dosen dan karyawan selama 2019. Dengan tujuan untuk membungun optimisme saat memasuki tahun baru 2020. “Kita perlu kerja keras untuk mewujudkan visi misi kita. Sehingga tahun 2025 cita-cita Unikama menjadi kampus unggul bisa tercapai,” tukasnya. (imm/adv)

Editor : imm
Uploader : slatem
Penulis : Imam W.
Fotografer : Imam W.

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU