Cegah Bullying, SMPK Santa Maria 1 Ajarkan Nilai Kasih Antar Sesama

  • 14-02-2020 / 19:12 WIB
  • Kategori:Advertorial
Cegah Bullying, SMPK Santa Maria 1 Ajarkan Nilai Kasih Antar Sesama ANTUSIAS: Para siswa menyimak dengan serius materi yang disampaikan oleh Romo dari Keuskupan Malang.

Malangpostonline.com - Hari Jumat (14/2) siang tadi, bertepatan dengan Hari Valentine atau dikenal dengan Hari Kasih Sayang. Dalam  rangka menjelaskan makna yang sebenarnya akan hari kasih sayang tersebut, SMPK Santa Maria 1 memberikan hadiah istimewa kepada anak didiknya. Yaitu berupa tambahan ilmu yang dikemas dalam satu seminar pendidikan karakter.

Seminar tersebut digelar di aula sekolah dan dibina langsung oleh seorang Romo dari Keuskupan Malang. Dalam kesempatan itu para siswa mendapat paparan materi tentang bahaya bullying. Materi ini dinilai sangat penting, mengingat beberapa hari terakhir bullying menjadi fenomena yang menghebohkan dunia pendidikan. "Jadi kami merasa perlu memberikan materi ini kepada anak-anak supaya mereka mengerti," ujar Kepala SMPK Santa Maria 1, Sr. M. Fortunata, SPM., M.Hum., kepada Malangpostonline.com.  

LUCU: Salah satu permaian dalam selebrasi siswa yaitu lomba saling merayu.

 

Selanjutnya, ia mengatakan melalui materi yang disampaikan dalam seminar, karakter siswa sekolah di Jalan Puteran ini semakin berkembang dengan tidak mejadi pelaku bullying. Dan perayaan hari valentin ini dimaknai dengan nilai kasih antar sesama utamanya yang ada di lingkungan sekolah. “Karena bagaimana pun membangun kasih dengan sikap hormat dan menghargai orang lain perlu penyadaran. Semoga momentum ini juga menjadi refleksi bagi anak-anak dari apa yang mereka alami dan mereka perbuat,” ungkapnya.

Seminar pendidikan karakter SMPK Santa Maria 1 mengangkat tema Non Violentia Sed Caritas. Diangkat dari bahasa latin dengan arti “tidak ada perbuatan keji atau kekerasan melainkan perbuatan kasih”.

Waka Kesiswaan SMPK Santa Maria 1 Simon Petrus, S.Ag menjelaskan, makna kasih yang dimaksud bersifat universal. Baik dalam tutur kata maupun tindakan yang menjadi kegembiraan bagi orang lain. “Kasih itu  bersumber dari Yesus sebagai teladan yang kita imani, dengan makna universal dan disertai dengan perbuatan nyata,” katanya.

Adapun materi seminar sendiri menitik beratakan pada pengertian bullying, penyebab dan cara menghindarinya. Dari sini banyak ilmu yang didapat oleh siswa. Antara lain tentang macam-macam bullying, yang secara mendasar dibagi menjadi tiga kategori. Yaitu bullying fisik, verbal dan mental.

ENERGIK: Para siswa dari kelompok modern dance tampil energik di acara valentine days

 

Bullying fisik meliputi tindakan, seperti manampar, meludahi, memalak, melempar dengan barang, dan lain-lain. Adapun bullying verbal terdeteksi karena tertangkap oleh indera pendengar, seperti memaki, menghina, menjuluki, meneriaki, memalukan di depan  umum, menuduh, menyebar gosip, dan menyebar fitnah.

Sedangkan bullying mental dianggap jenis bullying paling berbahaya. Karena bullying bentuk ini langsung menyerang mental atau psikologis korban. Seperti memandang sinis, meneror lewat pesan atau SMS, mempermalukan dan mencibir.

Oleh karena itu, Petrus menghimbau kepada siswa yang mengalami bullying agar membangun komunikasi dengan guru yang dipercaya. Bukan dengan cara membalas bully karena hal tersebut tidak dapat menyelesaikan masalah. Tetapi malah terus membuat masalah bergulir dan tidak mendapatkan solusi. "Manfaat komunikasi dengan guru. Ungkapkan dengan baik untuk mendapat solusi. Termasuk menggunakan medis sosial dengan cara positif dan membangun,” terangnya.

Selain seminar kegiatan ini juga dimeriahkan dengan selebrasi siswa. Berupa permainan, seni musik dan tari. Kegiatan ditutup dengan tukar kado antar siswa dan masing-masing mereka mendapat hadih cokelat dari guru. (imm/adv)

Editor : imm
Uploader : slatem
Penulis : Imam W.
Fotografer : Imam W.

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU