Salurkan BLT DD Pada 152 KK, Pemdes Talok Turen Proaktif Untuk Warga Sakit dan Lansia

  • 22-05-2020 / 00:00 WIB
  • Kategori:Advertorial
Salurkan BLT DD Pada 152 KK, Pemdes Talok Turen Proaktif Untuk Warga Sakit dan Lansia

Malangpostonline.com - Kondisi dalam masa pandemi Covid-19 terasa dampaknya bagi sebagian besar warga masyarakat Kabupaten Malang. Untuk itu penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) perlu dilakukan secara proaktif agar manfaatnya bisa didapatkan warga yang membutuhkan.

Proaktif dalam penyaluran BLT DD ini juga yang dilakukan Pemerintah Desa Talok, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Kamis (21/5) pagi. Yakni, dengan melayani warga penerima manfaat yang kebetulan punya keterbatasan untuk mengambilnya secara langsung.

"Pembagian BLT DD memang dilakukan pagi tadi di balai Desa Talok, dengan jumlah penerima manfaat 152 KK. Tetapi, ada sejumlah warga penerima dalam kondisi sakit dan keterbatasan fisik. Ya, kami antarkan langsung ke rumah mereka," ungkap Kepala Desa Talok, Agus Harianto, Kamis (21/5).

Sejumlah warga penerima manfaat yang disisir Tim Penyalur BLT DD Pemdes Talok ini, seperti pada warga yang ada di Dusun Jatirenggo, Talok. Yakni, kepada Nasri (94), warga RT 02 RW 09, dan Misti (83), warga RT 01 RW 11. Penyaluran bantuan tunai kepada warga Dusun Jatirenggo ini didampingi langsung pihak BPD, Babinsa, dan Pendamping Desa.

Dikatakan Agus Harianto, jumlah total warganya sekitar 3.000 KK lebih, yang tersebar di 11 RW dan 48 RW. Selain BLT DD, lanjutnya, warga Talok yang tergolong miskin dan terdampak Covid-19 juga mendapatkan Bantuan Sosial Tunai (BST) untuk 155 KK dari Kemensos dan Bantuan Pangan Non Tunai BPNT bagi 230 KK dari Dinsos Kabupaten Malang. Ada juga sejumlah warga yang nantinya mendapatkan bansos lain seperti Program Keluarga Harapan (PKH).

"Jumlah warga yang masuk kategori kurang mampu dan layak dibantu sebelumnya hampir seribu warga. Namun, setelah pandemi covid-19 bertambah hingga hampir 50 persen. Jadi, banyak yang belum tercover bantuan pemerintah," imbuh Kades yang baru menjabat satu periode ini.

Meski begitu, penetapan penerima manfaat bansos, terutama BLT DD, harus dilakukannya dengan cermat, disesuaikan kategori yang ditentukan pemerintah. Kelompok warga dengan kategori miskin dan terdampak covid-19, tetap dengan prioritas warga yang memang layak atau harus dibantu.

Sementara itu, Wagiyanto, selaku Ketua BPD Talok mengatakan, sempat dua kali melakukan musyawarah. Yakni, pra musyawarah desa untuk melihat hasil pendataan BLT-DD dari pendata RT/RW, dan musyawarah desa khusus untuk menetapkan jumlah KK penerima manfaat sejumlah maksimal 30 persen dari warga miskin dan terdampak Covid-19 yang ada. (amn/adv/bua/malangpostonline.com)

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

Editor : bua
Uploader : slatem
Penulis : amn
Fotografer : amn

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU