Layani 902 KK Penerima Manfaat, Desa Jatirejoyoso Kepanjen Salurkan Bantuan Hingga Malam

  • 22-05-2020 / 00:23 WIB
  • Kategori:Advertorial
Layani 902 KK Penerima Manfaat, Desa Jatirejoyoso Kepanjen Salurkan Bantuan Hingga Malam

Malangpostonline.com - Upaya maksimal dan totalitas ditunjukkan Pemerintah Desa Jatirejoyoso, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Khususnya dalam hal penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) dan Bantuan Sosial Tunai (BST), Rabu (20/5).

Lantaran dengan jumlah penerima manfaat sangat banyak yaitu total 902 KK, penyaluran BLT DD dan BST ini dilangsungkan hingga malam. Tercatat di Desa Jatirejoyoso, sejumlah 659 KK penerima BST, sementara penerima manfaat BLT DD sejumlah 140 KK, ditambah penerima Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) perluasan bagi terdampak Covid-19 sejumlah 103 KK.

Dengan jumlah penerima manfaat sangat banyak ini, penyaluran bansos bagi warga Desa Jatorejoyoso dilakukan di balai desa setempat pada Rabu (20/5) hingga lebih dari jam 9 malam. Tiap warga penerima bansos BLT DD maupun BST mendapatkan sama, masing-masing sebesar Rp 600 ribu/KK.

"Paling butuh waktu lama adalah penerimaan BST yang dilakukan pihak POS Indonesia, karena jumlah penerimanya sangat banyak. Tetapi, semua akhirnya lancar dan terkendali," kata Didit Mulyo S.

Kendala lainnya, lanjut Didit Mulyo, adalah saat pendataan dan validasi sebelum penetapan penerima manfaat. Pemdes Jatirejoyoso kerja keras untuk mencermati data agar tidak terjadi penerima bantuan sosial yang dobel.

"Pencermatan calon penerima manfaat harus dilakukan. Pemdes dibantu tim harus kerja siang malam selama sekitar 2 bulan. Data dari pusat dan yang diusulkan harus dicermati, karena jangan sampai ada penerima dobel-dobel," jelasnya.

Didit Mulyo mengungkapkan, sejumlah 850 KK awalnya yang diusulkan sebagai sasaran terdampak Covid penerima BST. Selanjutnya pada data penerima yang ditetapkan jumlah hampir seimbang, hanya selisih sekitar 190 KK yang tidak muncul dalam data penerima manfaat dari Kementerian Sosial.

"Ya, memang tetap perlu diantisipasi protes warga, karena memang belum semua bisa mendapatkan. Sudah kami tekankan, jangan ada temuan dan kecemberuan antarwarga masyarakat. Jadi, memang harus disisir benar-benar," imbuh pria yang juga Ketua Paguyuban Kades/Lurah se Kecamatan Kepanjen ini.

Ia menambahkan, sosialisasi terkait adanya bansos sudah dilakukan berulang-ulang. Akan tetapi, memberi pemahaman masyarakat juga bukan hal mudah. Ia mencontohkan, adanya pemahaman keliru warga, bahwa pokoknya mendapatkan bantuan, walau sebetulnya yang bersangkutan sudah mendapatkan jenis bantuan serupa lain. (amn/adv/bua/malangpostonline.com)

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

Editor : bua
Uploader : slatem
Penulis : amn
Fotografer : amn

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU