UPDATE NOW
UPDATE NOW

Kepmenhub Tetapkan Tarif Ojol Dinilai Sudah Pas, Jangan Turun Lagi

  • 12-05-2019 / 20:16 WIB
  • Kategori:Ekonomi
Kepmenhub Tetapkan Tarif Ojol Dinilai Sudah Pas, Jangan Turun Lagi

MALANGPOSTONLINE.COM - Tarif baru ojek online (ojol) berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan (Kepmenhub) Nomor 348/2019 sudah diberlakukan sejak 1 Mei 2019. Pemberlakuan itu sontak mendapat tanggapan dari Pengamat Transportasi Darmaningtyas.

Menurut dia, aturan yang menyangkut operasional tarif ojol tersebut sudah ideal. “Tarif yang diberlakukan sekarang sudah tengah-tengah. Artinya melindungi pengemudi dan juga melindungi penumpang,” jelas Darma yang juga Ketua Bidang Advokasi Masyarakat Indonesia (MTI).

Dia mengatakan, jika tarif terlalu murah yang senang hanya penumpang. Tetapi jika terlalu mahal penumpang tidak senang serta hanya pengemudi dan pemilik aplikasi yang diuntungkan. Tarif yang diberlakukan oleh Kemenhub saat ini ini malah terbilang lebih murah jika dibandingkan dengan tarif ojol ketika pertama kali muncul.

“Saat pertama kali layanan ini ada kan tarifnya Rp 4.000/km, kemudian terlihat murah karena pemilik aplikasi menurunkan tarif semurah-murahnya dengan berbagai macam promo dan perang tarif,” ungkapnya.

Menyusul pemberlakuan tarif baru tersebut, perusahaan aplikasi ojol dikabarkan mengalami penurunan order. Tarif baru berdasarkan Kepmenhub itu dianggap terlalu tinggi. Malahan perusahaan ojol sempat berupaya mengembalikan ke tarif seperti semula (menurunkan tarif) atau tidak seperti yang ditetapkan pemerintah pada 1 Mei 2019 lalu.

Darma pun menyayangkan tindakan tidak patuh aturan tersebut. “Sayangnya Kemenhub tidak bisa memberikan sanksi karena yang bisa memberikan sanksi adalah Kominfo mengingat izin perusahaan aplikasi adanya di kominfo,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Presidium Nasional Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia Igun Wicaksono menuturkan, melalui pemberlakuan tarif tersebut, pemerintah sudah memperhatikan kepentingan para pengemudi ojek online meskipun tarif tersebut masih belum sesuai dengan harapan. “Setidaknya pemerintah sudah memperahatikan nasib ojek online. Setelah evaluasi selama tiga bulan kami harapkan ada peningkatan lagi secara bertahap,” tuturnya.

Alasan penurunan kembali tarif yang sempat dilakukan oleh salah satu perusahaan ojol beberapa waktu lalu dinilai tidak mempunyai alasan yang tepat. “Mereka kan bilang ada penurunan order, faktanya di lapangan tidak seperti itu dan penumpang masih stabil. Berkurangnya order sejak diberlakukannya tarif baru tersebut lebih karena masih liburnya anak sekolah yang banyak menggunakan jasa ojek online,” jelas Igun.

Lebih lanjut, Igun menilai, dampak penurunan order ojol lebih karena momen Ramadan yang memang aktivitas masyarakat banyak berkurang. Jika ada pemlik aplikasi yang berusaha menurunkan kembali tarif ojek online, pihaknya mengaku akan melakukan langkah-langkah yang diperlukan. Baik yang bersifat demonstrasi hingga saran penghentian penggunaan aplikasi perusahaan yang menurunkan tarif.

“Kami juga akan menemui regulator serta Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk melaporkan bahwa ada aturan yang dilanggar oleh aplikator dan akan berdampak pada terjadinya perang tarif kembali,” tegasnya.

Terkait promo tarif murah yang kerap dilakukan oleh penyedia aplikasi, menurut Igun, hal tersebut tidak menjadi masalah selama tarif yang diberlakukan sesuai dengan aturan. Igun juga berpendapat bahwa promo yang dilakukan tersebut memiliki dampak yang positif bagi penumpang dan driver pun tidak dikenakan potongan dengan adanya promo tersebut. (JPC/bua)

Editor : bua
Uploader : irawan
Penulis : JPC
Fotografer : JPC

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU