Pabrikan Keluhkan Tarif Cukai Rokok

  • 13-07-2019 / 13:38 WIB
  • Kategori:Ekonomi
Pabrikan Keluhkan Tarif Cukai Rokok

MALANGPOSTONLINE.COM - Industri hasil tembakau (IHT) atau pabrik rokok merasa terbebani dengan kebijakan cukai rokok yang dinilainya memberatkan pabrikan rokok. Padahal selama ini IHT telah menyumbang 11 persen dari seluruh total pajak ke negara. Sangat besar. Belum lagi pabrik rokok telah menyerap 6 juta tenaga kerja.

Dampak dari tarif cukai naik, sejak 2007, jumlah pabrik rokok turun drastis. Dari 4.793 pabrik pada tahun 2007, tersisa tinggal 487 pabrik pada 2017. Hanya sekitar 10 persen saja pabrik rokok yang kuat bertahan.

Menyikapi problem ini, Pusat Penelitian Kebijakan Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Brawijaya menggelar focus group discussion (FGD) bertajuk Menuju Industri Hasil Tembakau (IHT) yang Berkesinambungan.

”Kita sedang ada riset mencari solusi bagaimana pengembangan ke depan industri hasil tembakau (IHT). Termasuk di dalamnya rokok, karena industri ini sebenarnya sangat penuh aturan atau over regulated. Termasuk di dalam pengaturannya itu pengenaan cukai totalnya tadi dihitung hampir 72 persen, artinya setiap rokok yang diperjualbelikan itu 72 persennya milik pemerintah,” ungkap Ketua PPKE FEB UB Prof Candra Fajri Ananda SE MSc PhD seperti dikutip Radar Malang, Sabtu (13/7).

Agenda yang berlangsung cukup padat ini juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari akademisi, pelaku usaha IHT Gappri dan Gaperoma, dan Asosiasi Petani Tembakau Indonesia. Hadir pula Dinas Tenaga Kerja Kota Malang, Dinas Perindustrian Kota Malang serta pemateri ahli dari DJBC Kemenkeu RI Nirwala Dwi Heryanto SE MSi dan Indef Dr Enny Sri Hartati.

Candra menambahkan, FGD ini untuk mencari solusi keberlangsungan IHT. ”Dari sisi kesehatan tidak terlalu berharap berkembangnya industri rokok. Tapi dari tenaga kerja dan penerimaan negara masih perlu. Nah, ini harus mencari titik temu,” tambah Candra.(jpc/bua)

Editor : bua
Uploader : Yohan
Penulis : JPC
Fotografer : ist

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU