Badan Pusat Statistik (BPS): Neraca Perdagangan Juni 2019 Surplus USD 0,2 Miliar

  • 15-07-2019 / 16:34 WIB
  • Kategori:Ekonomi
Badan Pusat Statistik (BPS): Neraca Perdagangan Juni 2019 Surplus USD 0,2 Miliar

MALANGPOSTONLINE.COM - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus USD 0,20 miliar sepanjang Juni 2019. Capaian itu dibukukan dari total ekspor Indonesia pada Juni 2019 yang tercatat sebesar USD 11,78 miliar dengan total impor mencapai USD 11,58 miliar.

Berdasarkan data BPS, ekspor Indonesia secara bulanan (MtM) mengalami penurunan 20,54 persen dibandingkan Mei 2019. Dalam waktu sebulan, kinerja ekspor nasional menurun dari USD 14,82 miliar menjadi USD 11,78 miliar. Demikian juga secara Year On Yeaf (YoY), ekspor menurun sebesar 2,31 persen.

Adapun penurunan ekspor bulanan tersebut disebabkan oleh menurunnya performa ekspor migas pada komoditas minyak mentah menjadi USD 143,8 juta dan ekspor gas turun 49,70 persen menjadi USD 447,9 juta. Secara kumulatif, penurunan nilai ekspor dari Januari-Juni 2019 mencapai USD 80,32 miliar atau turun 8,57 persen.

Sementara itu, menurunnya kinerja ekspor nasional juga banyak dipengaruhi oleh menurunnya angka ekspor non migas secara Month to Month (MtM) sebesar 19,39 persen dari USD 13.688 Juta menjadi USD 11.033 juta. Secara YoY, ekspor non migas turun sebesar 6.54 persen.

“Yang mempengaruhi performa ekspor dan impor kita pada Juni 2019 adalah karena bulan itu mempunyai cuti bersama selama 9 hari. Jadi cuti panjang itu mempengaruhi pada ekspor dan impor, terlihat dari dokumen ekspor yang menurun jauh dari Mei, karena 1/3 bulan Juni libur,” kata Kepala BPS Suhariyanto saat jumpa pers di Kantor BPS,  Dilansir dari Jawa Pos, Jakarta, Senin (15/7).

Sementara itu, nilai impor migas nasional juga menurun sebesar 21,50 persen dibandingkan Mei 2019. Demikian pula jika dibanding dengan Mei 2019 yang turun sebesar 19,99 persen. Penurunan impor migas tersebut dipicu oleh turunnya nilai impor seluruh komponen migas yaitu minyak mentah USD 237,9 juta, hasil minyak USD 180,2 juta dan gas USD 51,1 juta.

Sedangkan penurunan impor nonmigas diketahui telah menurun sebesar 20,55 persen dibandingkan bulan lalu (MtM), sedangkan bila dibanding secara tahunan naik sebesar 8,15 persen. Adapun penurunan impor nonmigas banyak dipengaruhi oleh golongan mesin/pesawat mekanik sebesar USD 399 juta, dan peningkatan terbesar adalah golongan alimnium sebesar USD 143 juta.

“Kita berharap bulan bulan ke depan neraca perdagangan kita membaik dengan berbagai kebijakan yang sudah dilakukan oleh pemerintah. Kita akan terus memonitor implementasinya,” pungkasnya.(jpc/bua)

Editor : bua
Uploader : Yohan
Penulis : JPC
Fotografer : ist

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU