QRIS BI Sasar UMKM, Juga Layani Turis Asing

  • 23-08-2019 / 11:03 WIB
  • Kategori:Ekonomi
QRIS BI Sasar UMKM, Juga Layani Turis Asing BINCANG MEDIA: Kepala KPw BI Malang Azka Subhan (kiri) dan Kepala KPw BI Jatim Difi A. Johansyah (dua dari kanan) menunjukkan sistem integrasi pembayaran digital QRIS kepada wartawan.

MALANGPOSTONLINE.COM - Memasuki masa transisi sebelum launching resmi pada 1 Januari 2020 mendatang, sistem integrasi pembayaran digital QR Code Indonesian Standart (QRIS) yang diluncurkan Bank Indonesia (BI) akan fokus sasar Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). 

Hal tersebut disampaikan  Kepala KPw BI Provinsi Jatim Difi A. Johansyah dalam giat Bincang Bareng Media (BBM), di Angkringane JAC Yogyakarta Kamis (23/8).

"Kita juga akan latih UMKM, sehingga jualan mereka bisa lebih gampang. Selain itu kita juga sosialisasikan ke counter-counter UKM dan marketplace sejak empat bulan lalu," kata Difi.

UMKM menjadi salah satu sasaran utama dalam penerapan QRIS di wilayah Jawa Timur. Secara bertahap, sistem keuangan digital terintegrasi akan membuat keuangan mereka menjadi lebih efisien dan hanya dibebankan biaya administrasi yang sangat rendah. 

Untuk itu, BI fokus mendorong UMKM sebagai upaya utama dalam penerapan QRIS di seluruh elemen masyatakat Indonesia.
"Merupakan salah satu produk dari kebijakan nasional non tunai. Sudah ada buktinya, bahwa penerimaan mereka nantinya akan lebih baik dan efisien. Selain itu juga memudahkan nasabah atau konsumen," lanjutnya.

Setara dengan Sistem Keuangan Digital Luar Negeri

Lebih lanjut, QRIS sendiri merupakan terobosan dari BI untuk menciptakan sistem keuangan digital mandiri di seluruh elemen sektor masyarakat Indonesia. Agar sistem keuangan digital Indonesia tak selalu bergantung dengan sistem keuangan digital asing. 

Melalui QRIS, semua jenis platform keuangan digital dapat digunakan hanya dalam satu barcode platform nasional.
"Intinya sistem keuangan kita jadi lebih modern setara dengan luar negeri. Tapi konsekuensinya kita harus terus mengelola keuangan lebih baik lagi," sambungnya.

Untuk wilayah Jawa Timur, BI telah menargetkan seluruh pengguna smartphone yang diperkirakan jumlahnya hampir sama dengan total jumlah penduduk Jawa Timur itu sendiri. "Potensi besar ada di pengguna smartphone di Jawa Timur, secara bertahap akan terus kita sosialisasikan," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala KPw BI Malang Azka Subhan Aminurridho menambahkan, QRIS diluncurkan untuk memacu pertumbuhan ekonomi secara menyeluruh hingga ke daerah-daerah. Sebab, QRIS akan mendorong efisiensi transaksi, mempercepat inklusi keuangan hingga memajukan UMKM.

"QRIS bersifat inklusif untuk seluruh lapisan masyarakat dan dapat digunakan untuk transaksi pembayaran baik cakupan domestik maupun internasional," pungkasnya.

QRIS sebagai platform nasional Indonesia pun dapat digunakan oleh platform internasional yang sudah terintegrasi seperti We Chat dan Alipay. Oleh karenanya, turis asing yang datang ke Indonesia juga bisa menggunakan QRIS untuk transaksi pembelian pada UMKM di berbagai daerah.(mg3/han/Malangpostonline.com)

Editor : Dewi Yuhana
Uploader : slatem
Penulis : asa
Fotografer : asa

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU