Makin Cepat Makin Murah, BI Pangkas Tarif Transfer Antar Bank

  • 30-08-2019 / 20:32 WIB
  • Kategori:Ekonomi
Makin Cepat Makin Murah, BI Pangkas Tarif Transfer Antar Bank Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang menggelar Bincang Bersama Media (Bisma) terkait kebijakan pemangkasan tarif transfer antar bank.

MALANGPOSTONLINE.COM - Setidaknya per 1 September mendatang, Bank Indonesia (BI) akan memangkas tarif transaksi transfer antar bank yang melalui Sistem Kliring Nasional BI (SKNBI). BI telah menetapkan tarif yang sebelumnya maksimal sebesar Rp. 5000, menjadi maksimal Rp. 3500 dengan maksimal transfer hingga Rp. 1 Milyar.

"Kita memberikan alternatif tarif yang lebih murah untuk nasabah. Sebelumnya sudah kita sosialisasikan ke bank-bank, jadi mereka wajib menginfokan terkait opsi tersebut kepada nasabah," ungkap Kepala Tim Pengawasan SP PUR KI dan Layanan Administras KPw BI Malang, Rini Mustikaningsih pada momen Bincang Bersama Media (Bisma) di Kantor Perwakilan BI Malang, Jumat (30/8).

Kebijakan kali ini diterapkan agar masyarakat bisa mendapat layanan transaksi yang jauh lebih cepat dan efisien. Selain itu, tak hanya dengan tarif yang lebih murah dengan nominal transaksi uang lebih besar, BI juga menetapkan bahwa frekuensi transaksi bisa dilakukan lebih banyak dalam satu hari.

"Sebelumnya frekuensi transaksi dilakukan dua jam sekali, sekarang bisa per satu jam sekali mulai dari pukul 08.00 hingga pukul 16.45 Waktu Indonesia Barat," pungkasnya.

Tak hanya murah tapi juga efisien. Dalam rangka meningkatkan layanan terhadap nasabahnya, transaksi melalui SKNBI disebut juga sudah dapat dilakukan secara 'real time'. Jadi transaksi yang dilakukan hampir dipastikan dapat tercatat pada hari yang sama. Jika tidak, pihak bank harus memberikan kompensasi kepada nasabah terkait keterlambatan tersebut.

Lebih lanjut, kebijakan BI kali ini tak lain adalah sebagai respon atas perkembangan digitalisasi yang mengubah risiko secara signifikan. Mulai dari meningkatnya ancaman siber, persaingan monopolistik, dan shadow banking yang dapat mengurangi efektivitas pengendalian moneter hingga stabilitas sistem keuangan dan kelancaran sistem pembayaran.(Mg3/Malangpostonline.com)

Editor : asa
Uploader : slatem
Penulis : asa
Fotografer : Guest

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU