Mempertahankan Orisinalitas Kopi Indonesia ala Pemilik Dialectic Roastery

  • 07-10-2019 / 20:54 WIB
  • Kategori:Ekonomi, Kuliner
Mempertahankan Orisinalitas Kopi Indonesia ala Pemilik Dialectic Roastery

Malangpostonline.com - Melimpahnya hasil kopi lokal asli Indonesia tak sertamerta bisa dinikmati dengan utuh penikmat kopi. Kopi lokal dengan kekhasan cita rasanya harus bersaing karena serbuan kopi kemasan.

"Ya, bisnis kopi punya kecenderungan bagus. Tetapi, kopi lokal dalam bentuk single original, harus bersaing kopi cepat saji di pasaran," kata Zainudin (30), pemilik Dialectic Coffee Roastery di kawasan Dinoyo, Kota Malang.

Ia sendiri menekuni bisnis kopi dan kafe sejak akhir 2017 lalu. Bukan sembarang kafe yang dikelolanya, melainkan yang khusus menonjolkan kopi single original (rasa asli) dengan teknik seduh dan sajian khusus untuk menjaga kenikmatan kopi asli sesuai selera pengunjung.

"Kualitas kopi itu ada grade-nya. Di sini lebih tonjolkan speciality, kualitas kopi asli yang disuguhkan adanya. Bagi konsumen, harga kopi original bukan jadi soal sih, tapi mereka masih terbiasa kopi cepat saji dari kemasan itu," ungkap pria asli Sumenep ini.

Dengan memilih single original yang berkualitas, lanjut Jay, secara langsung bisa mempertahankan kopi lokal dengan karakter yang dimiliki. Orang Indonesia pun bisa merasakan kopi asli semua daerah, yang memiliki kekhasan aroma dan cita rasa masing-masing.

"Kopi Indonesia itu kelas dunia, mestinya menjadi kebanggaan dan diminum anak bangsa. Dengan teknik seduhan yang tepat, kopi akan punya nilai lebih tinggi," tegasnya.

Sebagai pelaku coffee shop, bagi Zainuddin, menjaga kualitas kopi menjadi hal utama. Terlebih, kualitas kopi juga dipengaruhi penyimpanan dan kemasannya. Karena karakter tanaman kopi yang mudah terpengaruh zat luar ini pula, maka tempat me-roasting dan menyimpan kopi miliknya tidak boleh terkena asap rokok.

Ia juga menyatakan, ingin lebih serius dalam berjualan kopi. Bahkan, barista di tempatnya juga kerap manfaatkan waktu diskusi dan memberi edukasi pada pengunjung penikmat kopi tentang jenis-jenis kopi dan lainnya.

"Setidaknya, ada tiga jenis hasil kopi roastry, yang dibedakan tingkat kematangan kopi. Ini berkonsekuensi pada rasa dan aroma yang dihasilkan," jelas Jay.

Di coffee shop miliknya, yang banyak dijual adalah jenis kopi robusta dan arabica. Sementara, kopi asli Malang yang banyak di-endorse seperti Kopi Arjuno, Giripurno Karangploso, dan kopi asal Tamansari Ampelgading

Menurutnya, yang banyak dicari konsumen adalah kopi luar Jawa. Seperti, penikmat kopi asal Jawa Barat yang lebih suka kopi khas Malang Arjuno terutama jenie arabica. (amn/Malangpostonline.com)

Editor : amn
Uploader : irawan
Penulis : amn
Fotografer : amn

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU