LPS Imbau Nasabah Pahami Syarat Penjaminan Simpanan

  • 21-11-2019 / 20:25 WIB
  • Kategori:Ekonomi
LPS Imbau Nasabah Pahami Syarat Penjaminan Simpanan

Malangpostonline.com - Agar simpanannya bisa masuk dalam ketentuan penjaminan, Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) imbau para nasabah untuk memahami syarat ketentuan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Sebab, cukup banyak ditemui nasabah perbankan yang berupaya mengklaim penjaminan simpanan. Namun belum memahami syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi.

"LPS selalu memberikan surat edaran kepada seluruh bank, baik itu Bank Umum maupun BPR untuk batas suku bunga tertinggi yang bisa dijamin oleh LPS," kata Sekretaris LPS, Muhamad Yusron pada awak media Malang di Hotel Tugu Malang, Kamis (21/11).

Menurutnya, banyak nasabah yang terkecoh bunga tinggi yang tidak bisa terjamin oleh LPS. Padahal, LPS sendiri telah mengupayakan sosialisasi menyeluruh terhadap masyarakat terkait hal tersebut. Namun ternyata masih ditemui instansi perbankan yang tidak memasang atau memberitahukan informasi tersebut kepada nasabah.

“Mereka (perbankan) wajib menempel suku bunga LPSm, agar dalam tanda kutip dibohongi tapi praktiknya ada beberapa bank yang tak memasang itu. Kami juga pasang di website LPS dan itu selalu muncul dengan periodenya,” lanjutnya.

Perlu diketahui, LPS adalah lembaga yang didirikan berdasarkan Undang-Undang nomor 24 tahun 2004 tentang LPS. LPS bertugas menjamin simpanan seluruh nasabah perbankan di Indonesia dan melakukan resolusi bank. Hingga 20 November 2019, LPS telah melikuidasi 101 bank dan melakukan pembayaran klaim simpanan kepada lebih dari 200.000 nasabah dengan nilai sebesar Rp1,5 triliun.

Lebih lanjut, LPS sendiri hadir untuk meningkatkan kepercayaan nasabah terhadap instansi perbankan. Sehingga nasabah tidak perlu ragu lagi untuk menyimpan uang atau menggunakan produk perbankan lainnya.

“Agar simpanannya dijamin, kami himbau kepada para nasabah bank untuk memenuhi syarat-syarat penjaminan LPS. Syaratnya ialah 3T. Pertama, tercatat pada pembukuan bank. Kedua, tingkat bunga simpanan tidak melebihi bunga penjaminan LPS. Ketiga, tidak menyebabkan bank menjadi bank gagal,” terangnya.

Maksud dari tidak menyebabkan bank menjadi bank yang gagal ialah menjadi nasabah yang memenuhi kewajiban pembayaran sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati. Sebab, LPS sendiri juga hanya bisa menjamin dana nasabah yang tidak memiliki riwayat macet.

Sejauh ini, seluruh bank yang beroperasi di wilayah Indonesia adalah peserta penjaminan LPS. Jumlah Bank Umum per Oktober 2019 ialah 111 bank dan BPR berjumlah 1717 Bank. Total simpanan bank umum per September 2019 ialah Rp5.984 triliun dengan jumlah rekening sebanyak 295 juta rekening. Total simpanan BPR per Juni 2019 ialah Rp109 triliun dengan jumlah rekening sebanyak 13,3 juta rekening.

“LPS menetapkan tingkat bunga penjaminan tiga kali dalam setahun yakni pada bulan Januari, Mei dan September kecuali terjadi perubahan dalam kondisi perbankan dan perekenomian yang cukup signifikan. Pada bulan-bulan diluar periode penetapan tersebut, dilakukan evaluasi tingkat bunga penjaminan LPS,” jelasnya.(asa/Malangpostonline.com)

Editor : asa
Uploader : slatem
Penulis : asa
Fotografer : Guest

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU