Harga Cabai Rawit Merah Sentuh Rp80 Ribu per Kg

  • 18-01-2020 / 10:49 WIB
  • Kategori:Ekonomi
Harga Cabai Rawit Merah Sentuh Rp80 Ribu per Kg

Malangpostonline.com-- Harga cabai rawit merah melonjak dalam sepekan. Harga cabai rawit merah di DKI Jakarta bahkan melampaui rata-rata harga cabai rawit merah nasional sebesar Rp64.250 kg.

Berdasarkan wilayahnya, Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) melansir, rata-rata harga cabai rawit merah di DKI Jakarta sudah menyentuh Rp90 ribu per kg. Pekan lalu, harga cabai rawit merah masih di kisaran Rp76.650 per kg.

Pantauan CNNIndonesia.com di Pasar induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (17/1), harga cabai rawit merah menyentuh Rp80 ribu per kilogram (kg). Tren kenaikan harga terjadi sejak pergantian tahun baru 1 Januari 2020 lalu.

Siswanto, pedagang sayuran di kawasan Pasar Induk Kramat Jati, mengatakan harga cabai melonjak hampir 100 (seratus) persen dibandingkan dua pekan sebelumnya.

"Naik (harga) cabai, seperti cabai merah keriting jadi Rp60 ribu, cabai rawit merah Rp80 ribu, cabai merah Rp100 ribu. Terus, cabai hijau Rp35 ribu, itu semua per kg ya," ujarnya.

Menurut Siswanto, dari seluruh komoditas sayuran yang dijualnya, kenaikan harga cabai paling signifikan. Lonjakan harga tercatat sejak awal Januari 2020.

"Mulai pokoknya pas malam tahun baru langsung deh tanggal 1 atau 2 langsung melejit (harga cabai)," tuturnya.

Ia menyadari hal tersebut merupakan imbas dari musim hujan dan bencana banjir yang melanda beberapa daerah, termasuk Jakarta dan sekitarnya.

Meski demikian, Siswanto tetap menaruh optimismenya terhadap penjualan cabai. Nyatanya ia tak mengurangi jumlah permintaan kepada petani cabai.

"Kualitasnya tetap lain, pengaruh air hujan, cepet busuk, ya pasti itu mengalami kerugian, ya gimana lagi," selorohnya.

Namun ia tak terlalu kecewa pasalnya jumlah pembeli cabai di tokonya tidak mengalami pengurangan yang signifikan.

"Alhamdulillah enggak ada (penurunan jumlah pelanggan), tapi bikin ketar-ketir biasanya harga stabil langsung berubah, ya kasihan pelanggan," tuturnya.

Maulida, konsumen cabai di Pasar Induk Kramat Jati mengeluhkan harga kenaikan cabai tersebut. Pasalnya, ia merupakan penjual kedai makanan yang membutuhkan ketersediaan jumlah cabai yang tidak sedikit setiap harinya.

"Ya ngeluh, cabai kan buat bahan jualan makanan. Tapi ya gimana ya kan emang butuh itu," keluhnya.

Diketahui, harga cabai akhir tahun lalu menyentuh harga Rp30 ribu-Rp40 ribu per kg untuk cabai keriting merah, Rp40 ribu untuk cabai rawit, Rp50 ribu untuk cabai merah, dan Rp25 ribu untuk cabe hijau.

Selain harga cabai, tren kenaikan harga juga terjadi pada bawang merah. Harga bawang merah dibanderol dari Rp35 ribu menjadi Rp40 ribu per kg. Sedangkan, bawang putih Rp30 ribu menjadi Rp40 ribu per kg.

(khr/bir/cnn/bua)

harga cabai, harga cabai rawit, harga pangan, cabai

Harga Cabai Rawit Merah Sentuh Rp80 Ribu per Kg

Malangpostonline.com-- Harga cabai rawit merah melonjak dalam sepekan. Harga cabai rawit merah di DKI Jakarta bahkan melampaui rata-rata harga cabai rawit merah nasional sebesar Rp64.250 kg.

Berdasarkan wilayahnya, Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) melansir, rata-rata harga cabai rawit merah di DKI Jakarta sudah menyentuh Rp90 ribu per kg. Pekan lalu, harga cabai rawit merah masih di kisaran Rp76.650 per kg.

Pantauan CNNIndonesia.com di Pasar induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (17/1), harga cabai rawit merah menyentuh Rp80 ribu per kilogram (kg). Tren kenaikan harga terjadi sejak pergantian tahun baru 1 Januari 2020 lalu.

Siswanto, pedagang sayuran di kawasan Pasar Induk Kramat Jati, mengatakan harga cabai melonjak hampir 100 (seratus) persen dibandingkan dua pekan sebelumnya.

"Naik (harga) cabai, seperti cabai merah keriting jadi Rp60 ribu, cabai rawit merah Rp80 ribu, cabai merah Rp100 ribu. Terus, cabai hijau Rp35 ribu, itu semua per kg ya," ujarnya.

Menurut Siswanto, dari seluruh komoditas sayuran yang dijualnya, kenaikan harga cabai paling signifikan. Lonjakan harga tercatat sejak awal Januari 2020.

"Mulai pokoknya pas malam tahun baru langsung deh tanggal 1 atau 2 langsung melejit (harga cabai)," tuturnya.

Ia menyadari hal tersebut merupakan imbas dari musim hujan dan bencana banjir yang melanda beberapa daerah, termasuk Jakarta dan sekitarnya.

Meski demikian, Siswanto tetap menaruh optimismenya terhadap penjualan cabai. Nyatanya ia tak mengurangi jumlah permintaan kepada petani cabai.

"Kualitasnya tetap lain, pengaruh air hujan, cepet busuk, ya pasti itu mengalami kerugian, ya gimana lagi," selorohnya.

Namun ia tak terlalu kecewa pasalnya jumlah pembeli cabai di tokonya tidak mengalami pengurangan yang signifikan.

"Alhamdulillah enggak ada (penurunan jumlah pelanggan), tapi bikin ketar-ketir biasanya harga stabil langsung berubah, ya kasihan pelanggan," tuturnya.

Maulida, konsumen cabai di Pasar Induk Kramat Jati mengeluhkan harga kenaikan cabai tersebut. Pasalnya, ia merupakan penjual kedai makanan yang membutuhkan ketersediaan jumlah cabai yang tidak sedikit setiap harinya.

"Ya ngeluh, cabai kan buat bahan jualan makanan. Tapi ya gimana ya kan emang butuh itu," keluhnya.

Diketahui, harga cabai akhir tahun lalu menyentuh harga Rp30 ribu-Rp40 ribu per kg untuk cabai keriting merah, Rp40 ribu untuk cabai rawit, Rp50 ribu untuk cabai merah, dan Rp25 ribu untuk cabe hijau.

Selain harga cabai, tren kenaikan harga juga terjadi pada bawang merah. Harga bawang merah dibanderol dari Rp35 ribu menjadi Rp40 ribu per kg. Sedangkan, bawang putih Rp30 ribu menjadi Rp40 ribu per kg.

(khr/bir/cnn/bua)

Editor : bua
Uploader : MG
Penulis : CNN
Fotografer : CNN

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU