BKPM-BEI Integrasikan Investasi di Pasar Modal

  • 28-01-2020 / 13:27 WIB
  • Kategori:Ekonomi
BKPM-BEI Integrasikan Investasi di Pasar Modal

malangpostonline.com- Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengintegrasikan investasi riil dan investasi portofolio di pasar modal. Sinergi ini bertujuan untuk memfasilitasi dan mendorong pertumbuhan investasi di Tanah Air.

 

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyampaikan melalui sinergi ini, perusahaan tercatat yang telah memiliki rencana pengembangan dan perluasan usaha akan mendapatkan fasilitas maksimal dari BKPM. Fasilitas itu meliputi sisi perizinan berusaha maupun investasi.

"Diharapkan semakin banyak pelaku usaha yang terdorong untuk mengembangkan dan memperluas usahanya dengan memanfaatkan alternatif pendanaan melalui pasar modal," ujar Bahlil dikutip dari keterangan resmi, Selasa (28/1).

Sebaliknya, Direktur Utama BEI Inarno Djayadi mengatakan BEI akan memberikan bimbingan bagi perusahaan yang terdaftar di BKPM untuk melaksanakan Initial Public Offering (IPO). BEI akan menyampaikan data dan informasi terkait perusahaan yang telah melakukan outward investment atau strategi bisnis dimana perusahaan lokal memperluas usahanya ke luar negeri.

Kedua pihak telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) pada Selasa (28/1) pagi.

"Kami harapkan dapat memberikan banyak manfaat dalam meningkatkan perekonomian di Indonesia. Selain itu, Nota Kesepahaman juga dapat menjadi dasar dalam menetapkan kebijakan dan pelayanan di bidang penanaman modal," ujar Inarno.

Selama ini, perusahaan terdaftar di BKPM memiliki kendala salah satunya dari ketersediaan pendanaan dengan biaya modal yang lebih rendah di dalam negeri. Padahal, perusahaan tersebut memiliki prospek untuk berkembang.

Utamanya, perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan skala usaha kecil dan menengah, termasuk perusahaan start-up.

"Untuk meningkatkan skala usaha perusahaan tersebut, pembiayaan melalui pasar modal yang sahamnya dimiliki masyarakat dapat menjadi alternatif," katanya.

Berdasarkan data perizinan terintegrasi secara elektronik (Online Single Submission/OSS) terdapat 668.228 perusahaan terdaftar sampai Desember 2019. Rinciannya, perusahaan PMDN  sebanyak 642.309 perusahaan dan Penanaman Modal Asing (PMA) 25.919 perusahaan.

(ulf/sfr/cnn/bua)

Editor : bua
Uploader : MG
Penulis : CNN
Fotografer : CNN

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU