Dicariin Jokowi, Ahok Sibuk Rapat dan Urus 'Raja Minyak'

  • 01-02-2020 / 16:51 WIB
  • Kategori:Ekonomi
Dicariin Jokowi, Ahok Sibuk Rapat dan Urus 'Raja Minyak' Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) (CNBC Indonesia/Anisatul Umah)

Malangpostonline.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat mencari Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam perayaan Imlek di Tangerang Selatan, Banten, Kamis lalu. Terkait hal ini, Ahok akhirnya buka suara ketika ditemui awak media di Kantor Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Jumat (31/1/2020).

Ahok menjelaskan pada saat acara, ia sedang menghadiri rapat dewan komisaris dan dewan direksi PT Pertamina (Persero).

"Nggak mungkin pergilah, Kamis hari kerja jam 9 pagi," ujarnya.

Ahok hadir dalam rapat di Kemenko Kemaritiman dan Investasi sebagai Komisaris Utama Pertamina. Ia nampak datang sekitar pukul 16.45 mengenakan baju batik biru.

Melansir CNN Indonesia, Ia datang untuk rapat dengan agenda menggenjot lifting minyak RI. Agenda itu dijadwalkan mulai pukul 17.00 WIB. Ahok sendiri tak banyak berkomentar soal hasil rapat. Ia mengkonfirmasi bahwa agenda pembahasan lebih soal peningkatan lifting dan produksi migas Indonesia.

"Peningkatan minyak aja, terus hambatannya apa," kata dia.

Di sisi lain, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkap agenda yang ditekankan adalah untuk mengejar produksi minyak dan lifting 1 juta barel sehari. Semula, target ini diagendakan tercapai di 2030 namun diminta dipercepat jadi 2025.

"Bagus nih ngurangin impor energi," kata Luhut, Jumat (31/1/2020).

Lebih lanjut, Luhut akan memanggil juga pihak dari SKK Migas untuk bicara dari sisi teknis. Menurut dia, langkah yang bisa diupayakan antara lain adalah mengoptimalkan 23 sumur eksisting dan menerapkan teknologi EOR atau enhanced oil recovery di sumur tersebut.

"Potensi di sumur itu masih besar 1,7 miliar barel," kata Luhut. Tapi perlu dicatat itu masih hitungan cadangan kasar bukan produksi yang bisa digenjot.

Ahok sendiri sempat menyebut ada hambatan namun tak mengelaborasi lebih jauh. Luhut pun bilang, hambatan itu yang coba dielaborasi dan ingin diselesaikan pemerintah untuk menaikkan lifting dan produksi.

Direktur Hulu PT Pertamina (Persero) Dharmawan Samsu menambahkan bahwa hasil rapat menekankan untuk usaha maksimum agar target 1 juta barel agar tercapai.

"Kita diminta untuk inovasi, harus lebih agresif dalam melakukan pengeboran dan tingkat kesuksesannya ditingkatkan. Kalau bisa jangan dry hole," ujarnya di tempat yang sama. (miq/miq/cnbc/bua)

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

Editor : bua
Uploader : rois
Penulis : CNBC
Fotografer : CNBC

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU