Keraguan Rusia Tekan Harga Minyak Dunia

  • 10-02-2020 / 10:17 WIB
  • Kategori:Ekonomi
Keraguan Rusia Tekan Harga Minyak Dunia Harga minyak dunia melemah akibat keraguan Rusia. (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)

Malangpostonline.com - Harga minyak mentah dunia melemah pada perdagangan Jumat (7/2). Kegalauan Rusia dalam memutuskan pengurangan produksi minyak  telah menekan pergerakan harga komoditas tersebut.

Rusia merupakan anggota OPEC+, yang terdiri dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya.

Mengutip Antara, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman April turun 46 sen atau 0,8 persen menjadi US$54,47 per barel. Minyak Brent tercatat merosot 6,3 persen pekan lalu.

Sementara, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April turun 63 sen atau 1,2 persen ke level US$50,32 per barel. Minyak WTI terpantau berkurang 2,4 persen dalam sepekan.

Sebelumnya, OPEC+ memberikan sinyal pemotongan produksi minyak hingga 600 ribu barel per hari (bph). Pemotongan bertujuan untuk mengurangi penurunan harga minyak akibat berkurangnya permintaan. Penurunan permintaan terjadi akibat penyebaran wabah Virus Corona.

Namun, Menteri Energi Rusia Alexander Novak mengatakan Moskow membutuhkan lebih banyak waktu untuk menilai situasi. Presiden Ritterbusch and Associates Jim Ritterbusch menilai pernyataan Novak tersebut memicu pelemahan harga minyak.

"Kurangnya komitmen Rusia dalam kesepakatan itu memberikan satu elemen bearish yang menghalangi minyak mempertahankan kenaikan harga," katanya, dikutip dari CNN Indonesia.

Guna membahas produksi minyak, produsen-produsen OPEC+ dijadwalkan bertemu di Wina pada 5-6 Maret mendatang. Akan tetapi, pertemuan dapat dimajukan karena sentimen Virus Corona.

Epidemi itu telah merenggut 811 nyawa di China hingga Minggu (9/2) pagi waktu Indonesia. Sementara jumlah penderita melonjak menjadi 37.198 kasus.

Penyebaran Virus Corona diramal menekan ekonomi dunia. China adalah importir minyak mentah terbesar di dunia atau sekitar 10 juta bph pada 2019. Sementara, analis dari Eurasia Group memperkirakan kontraksi permintaan minyak di China tembus 3 juta bph pada kuartal I 2020 akibat Virus Corona. (ulf/agt/cnn/bua)

 

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

Editor : bua
Uploader : rois
Penulis : CNN
Fotografer : CNN

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU