SDM Era Big Data, Melek Teknologi Pantang Menyerah

  • 15-04-2019 / 13:30 WIB
  • Kategori:Techno
SDM Era Big Data, Melek Teknologi Pantang Menyerah Talkshow tantangan sumber daya manusia perbankan di era milenial menghadirkan lima pimpinan Bank Cabang Malang

MALANG - Big data sebagai trend informasi dan teknologi masa depan menjadi tantangan bagi kaum melenial. Tak terkecuali bagi perbankan yang  dituntut untuk memiliki sumber daya manusia yang kompeten, Inovatif, kreatif, kuat tantangan, dan berintegritas.

Tantangan Sumber Daya Manusia Perbankan di Era Milenium menjadi topik talkshow yang digelar di Gedung F lantai 7 Fakultas Ekonomi dan Bisnis UB.
 
Pemateri kegiatan ini yakni lima pemimpin Bank di wilayah Malang antara lain CEO BNI Wilayah Malang, Wiwi Suprihatno, pemimpin Bank Jatim Cabang Malang, Bambang Ismono, pimpinan cabang BRI Syariah KC Malang, Aminuddin, dan Kepala Bank UOB Malang, Anie Kusuma.

CEO BNI Wilayah Malang, Wiwi Suprihatno, mengungkapkan, kalangan era milenial termasuk golongan no gadget is no life, itulah ciri-ciri disruptive innovation.

"Orang berfikir bagaimana perubahan hidup itu bisa secara instan, perubahan fundamental dalam kehidupan kita tersebut ditandai dengan digital economy," papar Wiwi. 

Tantangan buat para generasi milenial ke depan berkaitan dengan big data. Dari segi perilaku generasi ini lebih konsumtif dan memerlukan sesuatu secara instan, batas-batas relatif sudah mulai menghilang, komunikasi dengan lintas daerah dapat dilakukan 24 jam nonstop.

Disruptive innovation tersebut juga harus disikapi oleh perbankan dalam menghadapi era milenial apabila tidak ingin terlindas.

Perkembangan teknologi tanpa disadari bergulir cepat, perbankan harus melihat behind the man lantaran secanggih apapun teknologi tetap manusia yang mengoperasikan.

"Tetapi manusia seperti apa yang dibutuhkan dalam menghadapi tantangan, perbankan saat ini sedang melakukan strategi pengembangan digital banking," urainya.

Semua berbasis teknologi berdasarkan big data, untuk itu diperlukan tenaga-tenaga andal. Dengan karakteristik melek teknologi, inovasi, kreatif, optimis dan tidak mudah menyerah.

"Berdasarkan survei yang ada di bank kami membuktikan, 20-25 persen sumber daya manusia kita tidak tahan dengan target, sehingga dibutuhkan mental yang kuat untuk menghadapi persaingan," tegas Wiwi.

Tantangan sumber daya manusia juga dirasakan oleh perbankan syariah. Sebagai bank syariah kunci utama yang dijalankan yakni menghindari riba serta menjamin keamanan dana para nasabah.

Menurut Pimpinan Cabang BRI Syariah KC Malang, Aminuddin, pertumbuhan BRI Syariah terbilang lambat lantaran masih terbatasnya sumber daya manusia yang memenuhi kapasitas karakter shiddiq, tabligh, amanah, fathonah.

"Market share kita hanya 6 persen, di negara lain bank syariah sudah maju karena pemerintah semangat bahkan di lembaga pendidikan prinsip-prinsip syariah disampaikan kepada peserta didik," urai Aminuddin.

Lebih lanjut, calon karyawan di perbankan paling tidak harus bisa membaca Alquran serta memiliki sifat dakwah.

"Karena setiap karyawan di perbankan syariah harus bisa menyebarkan prinsip-prinsip syariah meskipun hanya satu ayat dari Alquran," jelasnya.

Ditambahkan oleh Pemimpin Bank Anggota Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Malang, Azka Subhan, tantangan kedepan perbankan harus berkaitan dengan teknologi. Permasalahan dari segi tenaga kerja secara fisik makin berkurang karena digantikan dengan teknologi.

"Namun tetap ada unsur yang tidak bisa digantikan oleh teknologi seperti mengetahui karakter nasabah yang perlu pendekatan secara personal," urai Azka.

Penetrasi dari perbankan belumlah besar, masih menjagkau sekitar 40 hingga 60 persen. Sehingga meski dari segi sumber daya manusia berkurang namun pasar akan lebih meluas dengan banyaknya konsumen yang perlu dilayani.(lin)

Editor : Husnun
Uploader : slatem
Penulis : lin
Fotografer : lin

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU