10 Tahun Berlalu, WhatsApp Akhirnya Cari Duit Lewat Iklan!

  • 11-01-2020 / 10:55 WIB
  • Kategori:Techno
10 Tahun Berlalu, WhatsApp Akhirnya Cari Duit Lewat Iklan!

Malangpostonline.com - Berita terpopuler pekan ini diawali oleh rencana mengejutkan WhatsApp. Facebook dikabarkan akan memonetisasi WhatsApp tahun ini setelah 10 tahun menggratiskan layanan. Bentuknya adalah menyelipkan iklan pada aplikasi chatting populer ini.

Sebelumnya WhatsApp menghasilkan pendapatan dari WhatsApp Business yang ditujukan sebagai tempat berikan dan berkomunikasi penjual dengan pembelinya.

Melansir CNBC Indonesia, WhatsApp mencari uang lewat iklan ini dibocorkan oleh dua analis media sosial yang kebetulan hadir dalam acara Facebook Marketing Summit di Berlin, Jerman pada Mei 2019. Facebook pun sudah mengkonfirmasi rencana ini akan direalisasikan pada 2020 tetapi belum jelas kapan pastinya.

Jadi pengguna akan melihat iklan ini ketika mengintip WhatsApp Status. Iklan takkan muncul ketika menggunakan menggunakan fitur chatting atau lainnya di WhatsApp.

Informasi saja WhatsApp didirikan Brian Acton dan Jun Koum pada 2009 silam. Plaform ini kemudian diakuisisi Facebook pada 2014 senilai US$19 miliar dalam bentuk sebagian uang tunai dan saham Facebook.

Kehadiran iklan di WhatsApp sebenarnya sudah banyak diprediksi berbagai pihak. Pasalnya, Facebook Group merupakan platform periklanan terbesar di dunia di mana pendapatan lebih dari 80% pendapatan perusahaan berasal dari iklan.

Perdebatan monetisasi WhatsApp dengan iklan pun telah membuat dua pendiri perusahaan meninggalkan perusahaan. Keduanya tak sepakat dengan kehadiran iklan dalam platform chatting ini sementara Mark Zuckerberg ingin segera monetisasi ini dilakukan, seperti dikutip dari Forbes, Rabu (8/1/2020).

Biaya Berlangganan

Akhirnya, Acton mendatangi kantor Facebook untuk mencoba mengusulkan cara Whatsapp meraih keuntungan ke CEO Mark Zuckerberg. Sesampai di sana, ia pun berselisih dengan tim hukum Facebook. Karena Facebook ingin menghasilkan uang melalui iklan, sedangkan Acton ingin membuat Whatsapp dengan biaya berlangganan.

"Pada akhirnya, saya menjual perusahaan saya," kata Acton. "Saya seorang penjual. Saya mengakui itu."

Dilansir dari Feedough, (9/1/2020), dikatakan para pendiri Whatsapp membenci iklan dan menciptakan platform bebas iklan dengan fokus hanya pada pengalaman pengguna dan antarmuka yang bagus.

Saat membuat Whatsapp, Brian Acton dan Jan Koum ingin menciptakan sebuah platform instant messaging untuk pengguna dan bukan untuk perusahaan besar beriklan

Untuk mendapat keuntungan, mereka memiliki cara yaitu pengguna diharuskan membayar tagihan. Jadi nantinya, Whatsapp akan memiliki versi berbayar dan dikenakan biaya tahunan sebesar $ 1 dari pengguna. (dru/cnbc/bua)

Editor : bua
Uploader : rois
Penulis : CNBC
Fotografer : CNBC

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU