Adanya Dugaan Pengaturan Skor, Ketum PSSI Pastikan Diusut

  • 20-12-2018 / 18:35 WIB
  • Kategori:All Sport
Adanya Dugaan Pengaturan Skor, Ketum PSSI Pastikan Diusut Edy Rahmayadi menyebut PSSI kini tengah bekerja untuk mengusut tuntas skandal pengaturan skor. (Fedrik Tarigan/Jawa Pos)

JAKARTA - Dugaan pengaturan skor di Liga 3 yang merebak ke publik setelah diungkap dalam acara Mata Najwa mendapat respons Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi. Pria yang juga Gubernur Sumatera Utara tersebut mengatakan, soal dugaan pengaturan skor sedang diusut oleh PSSI.

"Iyalah, masa nggak diusut. Dari Liga 1, Liga 2, Liga 3, semua diusut. Karena itu memang wewenangnya PSSI," kata Edy saat ditemui di Kota Medan, Kamis (20/12).

Sebelumnya, ada nama anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI yang disebut terlibat dalam pengaturan skor. Sang pengungkap adalah Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono dan Manajer Persibara Banjarnegara Lasmi Indrayani dalam acara Mata Najwa.

"Mulai dilantik, mulai Lasmi berhubungan dengan Ketua Asprov (PSSI Jawa Tengah) Johar Lin Eng. Mulai kita berlatih, mulai ditawari pemain sepak bola, pelatih, sampai berlaga. Alhamdulilah menang. Lalu anak saya (Lasmi, red) meminta uang ke saya. Untuk kemenangan minta duit Rp 100 juta," ungkap Budhi dalam acara tersebut.

Dia mengatakan sudah keluar uang hingga Rp 1,3 miliar selama enam bulan untuk melancarkan perjalanan Persibara. Hal tersebut lantas diamini oleh Lasmi. Menurutnya, Johar yang mengenalkannya kepada mafia bola berinisial Mr P.

Nah, menurut Edy, PSSI masih terus bekerja melakukan pengusutan. Terutama untuk mendapatkan pelaku yang berasal dari internal PSSI.

"PSSI punya organisasi yang lengkap di situ. Kalau ada dugaan, saya pastikan bahwa organisasi yang di PSSI akan mencari itu. Kan belum selesai ini," tandasnya.

Soal pengaturan skor dalam setiap kasta di Liga Indonesia ini menjadi tamparan keras bagi persepakbolaan negeri ini. Aliran uang untuk suap jumlahnya juga tidak sedikit. Hingga mencapai miliaran rupiah.

Kini satu per satu muncul ke publik. Termasuk sejumlah bukti berupa setoran uang kepada oknum tertentu. Menjadi bukti bahwa sepak bola Indonesia sudah sedemikian berantakan. (pra/JPC/bua)

Editor : bua
Uploader : slatem
Penulis :
Fotografer :

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU