Usai Gagal Juara Dunia, Pelatih Herry Evaluasi Penampilan Kevin/Marcus

  • 28-08-2019 / 08:19 WIB
  • Kategori:All Sport
Usai Gagal Juara Dunia, Pelatih Herry Evaluasi Penampilan Kevin/Marcus Kevin/Marcus gagal memenuhi ekspektasi di Kejuaraan Dunia 2019.

MALANGPOSTONLINE.COM - Pelatih ganda putra Indonesia, Herry Iman Pierngadi, mengatakan bakal mengevaluasi penampilan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon setelah gagal pada Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019 yang berlangsung di Basel, Swiss.

Indonesia tampil dengan tiga ganda putra terbaik yaitu Kevin/Marcus, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. Dari ketiga pasangan tersebut kejutan dibuat duet senior Ahsan/Hendra yang keluar sebagai juara dunia untuk ketiga kalinya sebagai pasangan setelah tahun 2013 dan 2015.

Sedangkan Kevin/Marcus langsung tersingkir setelah takluk dari ganda Korea Selatan, Choi Sol-Gyu/Seo Seung-jae dengan 21-16, 14-21, 21-23 di babak 32 besar.

Dilansir dari CNN, "Yang perlu dievaluasi ya Minions ya, mereka kalah. Tapi memang di gim pertama agak kurang fokus. Ternyata Korea itu punya senjata di servis yang lama dan mencuri poin dari situ," kata Herry IP.

Herry IP memastikan kekalahan yang dialami Kevin/Marcus di babak pertama Kejuaraan Dunia 2019 bukan karena masalah mental. Dalam pengamatannya kekalahan ganda nomor satu dunia itu lebih dikarenakan ingin secepatnya menyelesaikan pertandingan dan juga tidak dinaungi keberuntungan.

"Menurut saya setiap pemain ada tekanan, apalagi mereka (Minions) unggulan pertama, selalu ada tekanan. Tapi bagaimana pun pemain harus hadapi itu, bagaimana mengatasinya, bagaimana lepas dari tekanan itu. Saya rasa Kevin/Marcus bisa mengatasi itu," ungkapnya.

Meski demikian, Herry tetap mengambil sisi positif dari kekalahan tersebut khususnya agar lebih waspada, lebih detail, dan teliti dalam menganalisis kelebihan maupun kekurangan lawan di lapangan melalui rekaman video.

Fajar/Rian lalu mampu membalas kekalahan Kevin/Marcus dari Choi Sol-Gyu/Seo Seung-jae ketika bertemu di perempat final. Fajar/Rian menang meyakinkan dengan dua gim langsung 21-13, 21-17.

Namun, langkah Fajar/Rian terhenti di semifinal karena kalah dari Ahsan/Hendra. Di mata Herry IP, medali perunggu yang direbut Fajar/Rian sudah sesuai target yang dibebankan.

"Saya selalu waspada karena untuk menjaga regenerasi pemain muda. Ada Fajar/Rian, saya rasa grafiknya memang belum bisa dibilang stabil tapi untuk Kejuaraan Dunia 2019 ini mereka memenuhi target," tutur Herry. (TTF/jal/cnn/Malangpostonline.com)

Editor : bua
Uploader : irawan
Penulis : CNN
Fotografer : CNN

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU