Indonesia v Malaysia

Pertaruhan Harga Diri

  • 04-09-2019 / 23:55 WIB
  • Kategori:All Sport, Nasional
Pertaruhan Harga Diri TAK GENTAR: Alberto Beto Goncalves dkk menjalani latihan persiapan menghadapi Timnas Malaysia malam ini.

JAKARTA-Laga perdana Grup G putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia akan mempertemukan Timnas Indonesia dengan Timnas Malaysia. Kedua negara bakal bentrok di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, pada Kamis (5/9), pukul 19.30 WIB. Bagi pelatih Timnas Indonesia, Simon McMenemy, laga tersebut bukan untuk sekadar mencari kemenangan atau poin. Namun juga pertandingan yang mempertaruhkan harga diri.
"Kami mengantisipasi ini sebagai pertarungan yang sebenarnya, lebih dari sekadar pertandingan pembuka untuk kualifikasi, penuh historis dan juga persaingan kedua tim. Kedua tim bertarung satu sama lain tak hanya untuk poin, tapi untuk negara mereka," ujar Simon saat sesi konferensi pers jelang laga di SUGBK, Rabu (4/9).
"Pelatih punya pekerjaan ekstra, yakni melatih bagaimana mental pemain menghadapi laga ini. Laga ini akan sangat menarik, dengan segala latar belakangnya," katanya menambahkan.
Mantan pelatih Timnas Filipina ini pun berharap suporter Merah Putih bisa memenuhi SUGBK. Sebab, dukungan dari pemain ke-12 dapat memberikan semangat bagi Evan Dimas dan kawan-kawan.
"Saya antusias menantikan banyak suporter supaya bisa hadir di sini, hal itu pernah menjadi hal yang tidak menyenangkan untuk saya ketika melatih Filipina akan banyak suporter di sini," tutur Simon.
"Saya harapkan stadion penuh, berisik dan memberikan dukungan untuk kami. Saya sangat berharap kami bisa mengunci tiga poin," imbuh mantan pelatih Bhayangkara FC ini.
Adapun, pertandingan tersebut merupakan debut resmi Simon sebagai pelatih Timnas Indonesia. Sebelumnya, dia baru memimpin skuat Garuda di beberapa laga uji coba.
Sementara itu Malaysia dipastikan mengandalkan penyerang mereka di Piala AFF 2010, Norshahrul Idlan Talaha. Pada Piala AFF 2010 Indonesia berada satu grup dengan Malaysia. Di babak grup tersebut Timnas Indonesia yang jadi tuan rumah sukses menang telak 5-1 atas Malaysia di SUGBK.
Satu-satunya gol Malaysia dicetak Norshahrul. Sedangkan Indonesia membobol gawang Harimau Malaya lewat gol bunuh diri Asraruddin Putra Omar dan serbuan Cristian Gonzales, M Ridwan, Arif Suyono, serta Irfan Bachdim.
Jalan mulus Indonesia dan Malaysia di Piala AFF 2010 menuntun kedua tim untuk bertemu kali kedua di babak final. Di final leg pertama yang digelar di Bukit Jalil, Norshahrul bermain sebagai starter, Malaysia pun menang 3-0 lewat dua gol Safee Sali dan Ashari Bin Samsudin.
Di leg kedua yang digelar di SUGBK, Malaysia kembali mengandalkan Norshahrul. Meski menang 2-1, tetapi hasil itu tidak menolong Timnas Indonesia memenangi Piala AFF 2010 lantaran kalah agregat 2-4.
Pelatih Malaysia, Tan Cheng Hoe, enggan memikirkan rekor buruk Harimau Malaya saat jumpa dengan Timnas Indonesia pada laga Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta.

Dalam catatan 18 kali pertemuan kedua tim di GBK, Harimau Malaya baru meraih empat kemenangan. Empat kemenangan itu terjadi di Asian Games 1962 dengan skor 3-2, Jakarta Anniversary Tournament 1976 (2-1), SEA Games 1979 (1-0), dan terakhir Piala Tiger (sekarang Piala AFF) 2004 saat menang 2-1.
Sedangkan dalam 12 pertemuan lainnya, Malaysia harus bertekuk lutut dari skuat Garuda dan dua pertemuan lainnya berakhir imbang.

"Kalau tengok sejarah antara kedua tim, kami pernah menang. Tapi tidak mudah jika kami bertandang ke GBK karena di sini merupakan kandang yang selalu penuh dengan suporter Indonesia," kata Cheng Hoe kepada awak media, Rabu (4/9).
Cheng Hoe tak mau memikirkan rekor buruk tersebut jelang pertemuan melawan Timnas Indonesia. Menurutnya catatan pertemuan itu tidak bisa dijadikan acuan karena skuat yang ada saat ini dan dulu berbeda.

"Jangan terlalu memandang rekor pertemuan atau sejarah karena sekarang pemain berbeda, pelatih beda. Terpenting kami harus melakukan yang terbaik untuk mendapatkan hasil positif pada awal kualifikasi Piala Dunia," ujarnya. 
 
     
Cheng Hoe mengaku sudah menganalisis permainan Timnas Indonesia di bawah kepemimpinan Simon McMenemy. Ia pun telah menyiapkan pasukan terbaik untuk datang menggempur pertahanan Skuat Garuda di GBK. 
Tak sekadar berharap untuk hasil yang bagus, Cheng Hoe juga meminta para pemainnya untuk memberikan permainan yang menghibur dan menarik untuk ditonton.

"Kami tahu Timnas Indonesia punya striker yang bagus, dengan kualitas yang bagus. Kami tahu beberapa pemain mereka yang punya pengalaman bermain di Malaysia. Saya pikir pemain belakang kami sudah tahu cara menghentikan mereka," tutupnya.(bln/cnn/jon/ary)

Editor : ary
Uploader : abdi
Penulis : ist
Fotografer : ist

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU