Samin, Dari Iran Jatuh Cinta Pada Arema

  • 05-10-2019 / 15:00 WIB
  • Kategori:All Sport
Samin, Dari Iran Jatuh Cinta Pada Arema

Malangpostonline.com - Samin Abedkhojasteh, atlet bulutangkis asal Iran, datang ke Malang untuk mengikuti Yuzu Indonesia Masters 2019. Namun, dirinya justru terpikat dengan tim Arema FC, yang dalam beberapa waktu terakhir dia ikuti perkembangan dari klub tersebut. Warna biru, menjadi salah satu alasan mengapa dia menyukai tim Arema.

“Saya dengar Arema itu salah satu tim besar yang ada di Indonesia. Saya tahu, mereka dijuluki Blue Lion (SInga Biru),” ujar Samin.

Ia mengatakan, kali pertama mendapatkan informasi mengenai Arema, dari temannya yang berasal dari Indonesia. Selain itu, dia melihat Arema dan suporternya, Aremania, melalui YouTube. Ketika memahami Arema identik dengan warna biru, dia pun suka.

“Arema mempunyai suporter yang sangat fanatik. Ketika saya datang ke Malang, saya juga tahu lebih banyak. Saya juga jadi salah satu fans-nya,” ungkap dia.

Samin mengakui, dirinya juga mendapatkan hadiah jersey biru Arema dari kerabatnya. Tentu saja hal itu membuat dirinya senang. Dia berharap, suatu saat bisa kembali ke Malang, dan menyaksikan Arema bermain.

Saat Arema bermain melawan PSM Makassar, 2 Oktober lalu, dia sedang bertanding. Sehingga tidak bisa menyaksikan tim yang kini diasuh Milomir Seslija tersebut.

“Semoga nanti saya bisa datang lagi ke Malang, ke Indonesia. Melihat Arema di stadion secara langsung,” tambahnya.

Sementara, Samin mengakui, baru kali ini datang ke Malang. Menurutnya, Malang adalah kota yang menyenangkan dengan udara yang sejuk. Jauh berbeda dengan kota lain seperti Jakarta yang pernah dia kunjungi.

“Saya sebelumnya sudah ke Jakarta. Udaranya tidak sedingin Malang. Enak sekali,” sebut perempuan berusia 20 tahun itu.

Ia mengatakan, beberapa kali ke Indonesia untuk belajar bulutangkis. Dia belajar pada Agus Suprianto dan Jeffer Rosobin. Selain itu, dia juga pernah mengikuti turnamen.

“Saya belajar di Indonesia, karena banyak pemain bagus di sini. Saya kenal Gregoria Mariska, lalu tahu Susy Susanti,” tuturnya.

Selain itu, dia mengetahui salah satu pemain idolanya, Carolina Marin, juga pernah belajar bulutangkis di Indonesia. Ia berharap bisa mengikuti jejak Marin dengan belajar di Indonesia dan menjadi juara.

“Saya ingin mewakili Iran di Olimpiade. Bulutangkis bukan olahraga populer di Iran, sama seperti Marin di Spanyol. Tetapi, setelah Marin menjadi juara, bulutangkis menjadi sangat dikenal,” tandas dia. (ley/Malangpostonline.com)

Editor : ley
Uploader : slatem
Penulis : ley
Fotografer : ley

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU