Cabor Bulutangkis, Lakukan Identifikasi Bakat di Stadion Gajayana

  • 07-10-2019 / 16:53 WIB
  • Kategori:All Sport
Cabor Bulutangkis, Lakukan Identifikasi Bakat di Stadion Gajayana Ratusan calon atlet bulutangkis usia 10-12 tahun memadati area untuk mengikuti identifikasi bakat cabor bulutangkis.

Malangpostonline.com - Suasana Stadion Gajayana berbeda, Senin (7/10). Ratusan calon atlet bulutangkis usia 10-12 tahun memadati area untuk mengikuti identifikasi bakat cabor bulutangkis. Setelah mengikuti beberapa proses, peserta yang lolos akan mendapatkan pembinaan khusus oleh club bulutangkis yang ada di Kota Malang.

Plt. Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni mengungkapkan, identifikasi tersebut merupakan salah satu program yang dlakukan oleh Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), yang hanya dilakukan di Kota Malang dan Solo saja. "Dari seluruh Indonesia, hanya dua kota ini yang dipilih. Di Kota Malang memiliki potensi yang banyak dan banyak mitra yang antusias untuk membina atlet," kata dia.

Dia melanjutkan, proses identifikasi tersebut akan dilaksanakan hingga Selasa (8/10). Ada sekitar 250 pelajar SD dan SMP yang melakukan tes untuk mengetahui bakat dan potensi yang dimiliki. "Dalam seleksi tersebut, dilakukan oleh instruktur yang merupakan guru olahraga dan pelatih cabang bulutangkis sebanyak 20 orang," terang dia.

Ada beberapa proses evaluasi yang dilakukan. Mulai mengukur telapak kaki, main di wall pass  dan lainnya. Dalam proses tes tersebut, para instruktur akan melakukan penilaian terhadap bakat yang dimiliki. "Setelah itu, akan dikembalikan kepada masing-masing club untuk dilakukan pembinaan lebih lanjut," papar dia.

Sementara, bagi peserta yang memiliki nilai yang minim, akan diarahkan ke cabang olahraga (cabor) lain sesuai dengan bakat para peserta. "Misalnya, bisa ke cabor atletik atau lainnya," kata perempuan yang akrab disapa Dayu itu.

Dengan adanya kegiatan tersebut, pihaknya berharap, bisa memberikan binaan dan memberikan pengarahan para peserta untuk mengikuti kompetisi. "Untuk jangka pendeknya, yakni Pekan Olahraga (POR) tingkat SD dan Pekan Olahraga Pelajar Tingkat Daerah (Popda) dan kompetisi lainnya," tandas Dayu.(tea/Malangpostonline.com)

Editor : tea
Uploader : slatem
Penulis : tea
Fotografer : Ipunk

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU