Shofi, Karateka Terbaik Kota Malang Dapat Tawaran Hijrah ke Brunei

  • 27-11-2019 / 22:29 WIB
  • Kategori:All Sport
Shofi, Karateka Terbaik Kota Malang Dapat Tawaran Hijrah ke Brunei MEDALI: Shofi menunjukkan beberapa medali yang didapatnya dari setiap pertandingan karate di Indonesia ataupun luar negeri. Ia mengaku memiliki sekitar 200 medali.

Malangpostonline.com - Karateka asal Kota Malang, Shofiyah Nur Yustina, mendapat tawaran untuk hijrah ke Brunei Darussalam. Ia mendapat tawaran tersebut setelah berhasil mengalahkan karateka dari negara yang terletak di pantai Utara Pulau Kalimantan, dalam pertandingan Malang Open X Tahun 2019 di GOR Ken Arok, beberapa waktu lalu. Untuk kesekian kalinya, gadis ini berhasil meraih Juara I.

“Tawarannya datang dari pelatih Brunei, setelah saya menenangkan pertandingan. Menarik juga untuk mengembangkan ilmu karate di sana,” ungkap Shofi, sapaan akrabnya kepada malangpostonline.com. Apalagi, banyak event-event karate yang bakal bisa diikutinya. Dia mengaku masih mempertimbangkan tawaran itu karena saat ini masih berkuliah di Universitas Kanjuruhan Malang.      

Dalam seni bela diri yang berasal dari Jepang itu, prestasi gadis yang pernah kuliah di Universitas Muhammadiyah Malang tersebut sudah menggunung. Setidaknya sudah ada 200 medali emas, perak hingga perunggu yang diraihnya. Setiap sebulan sekali, event karate diikuti. Termasuk event Shotokan International Cup di Italia, Juara I kelas nasional ini pun tak mau ketinggalan berlaga.

Di event Shotokan International Cup Italia tahun 2018, anak bungsu dari dua bersaudara itu, meraih tiga emas di kelas sabuk berwarna untuk pemula hingga junior serta sabuk hitam usia junior dan senior. Sedangkan tahun 2019, di event yang sama, Shofi mendapat emas di kelas senior setelah mengalahkan karateka Jepang. Padahal sebelumnya, ia sempat deg-degan ketika sama-sama latihan sebelum bertanding.

“Italia mengundang saya untuk ikut Shotokan International Cup karena memang mencari siapa saja juara-juara karate di Indonesia. Tahun 2020 nanti diundang lagi. Mereka cukup surprise saat melihat kontingen Indonesia melakukan latihan. Saat itu, dari Malang hanya saya sendiri, sedangkan enam orang dari Surabaya dan dua lagi dari Sidoarjo,” paparnya. Shotokan International Cup diikuti 29 negara.

"Rata-rata yang ikut pertandingan ini adalah tim pelatnas,” katanya. Saat ini, ia kembali untuk mencari sponsor agar dapat ikut event itu. “Sebab, sekali ikut Shotokan International Cup di Italia, setidaknya harus mengeluarkan biaya sampai Rp 60 juta. Dulu ada orang Belanda, namanya Hanz Nieuwenhuyzen yang mensponsori ke sana,” tambah dia. Shofi berharap ke depan memiliki akses ke Kementerian Olahraga untuk mensponsorinya. 

Apalagi, selama ini, ia langganan juara dalam setiap event karate. Baik dalam Kata (jurus) ataupun Kumite (pertarungan). Gadis yang lahir di Malang, 6 Februari 2000 tersebut menegaskan harus menyukai semua aliran Kata dan Kumite serta menguasainya. Untuk menjaga fisik, Shofi juga memilih berlatih sendiri di Lapangan Rampal selama 2,5 jam setiap harinya. Mulai lari dan mempraktikkan 200 jurus yang dikuasainya. 

“Kalau push up sudah tidak terhitung. Bisa 300 kali setiap hari. Sedangkan untuk mengetahui ilmu-ilmu terbaru, saya menonton atlit internasional atau jawara dunia dari channel Youtube. Terutama belajar iramanya,” terang penyuka karate sejak duduk di bangku SD ini. Rencananya, Shofi akan mengambil tingkatan DAN III  (sandan) untuk level tertinggi karateka perempuan dengan usia 20 tahun.

Selain nama Hanz Nieuwenhuyzen, masih menurut Shofi, ada dua orang lagi yang sangat support dengan kegiatannya mengikuti pertandingan karate skala lokal, nasional hingga internasional. Yakni Eko Yudi Irawan, pemilik Warung Jeep Sawojajar dan Warung Sumber Gentong Pakis serta Indra, pemilik RM. Kertanegara Malang. "Mereka yang support agar saya lebih berkembang dan mengantar saat saya bertanding," tutupnya. (mar/Malangpostonline.com )

Editor : mar
Uploader : irawan
Penulis : marga
Fotografer : marga

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU