Indra Sjafri, 'Pakar' Timnas Usia Muda Asisten Tae Yong

  • 10-01-2020 / 11:28 WIB
  • Kategori:All Sport
Indra Sjafri, 'Pakar' Timnas Usia Muda Asisten Tae Yong Dikenal piawai melatih timnas kelompok umur, Ia ditunjuk menjadi asisten Shin Tae Yong di Timnas Indonesia. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Malangpostonline.com - Indra Sjafri yang merupakan 'pakar' timnas usia muda mendapatkan tantangan baru sebagai asisten pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae Yong, di Timnas Indonesia.

Sebagai anggota Komite Teknik AFC (Konfederasi Sepak Bola Asia) hari-hari Indra Sjafri ke depan bakal makin sibuk. Terlebih lagi, Tae Yong tidak saja akan menangani Timnas senior, tetapi juga melakukan supervisi Timnas level usia di bawahnya.

Dalam karier kepelatihannya, Indra yang lahir di Lubuk Nyiur, Sumatera Barat, itu lebih dikenal sebagai peracik strategi yang sukses menangani Timnas kelompok umur.

Karier Indra dimulai saat ia dipercaya menangani Timnas Indonesia U-14 kemudian naik pangkat ke jenjang kelompok usia di atasnya hingga U-19.

Pada awal 2012, Indra Sjafri mempersembahkan gelar juara di turnamen Hong Kong International Youth Football bersama Timnas Indonesia U-17. Kelihaian menangani pemain junior juga kembali dibuktikan Indra ketika membawa Timnas Indonesia U-19 sebagai juara Piala AFF U-19 pada 2013 lalu.

Kala itu, Indra memiliki pemain-pemain andal seperti Evan Dimas, Hansamu Yama, dan Zulfiandi yang sampai saat ini masih menjadi tulang punggung Timnas Indonesia.

Indra juga sukses membawa Timnas Indonesia menjadi juara Piala AFF U-22 2019 yang berlangsung di Kamboja.

Terbaru, Indra Sjafri melatih Timnas Indonesia U-23 di SEA Games 2019 di Filipina yang berujung dengan medali perak setelah kalah 0-3 dari Vietnam.

Di tangan Indra, permainan Timnas usia muda begitu energik. Timnas Indonesia memainkan bola-bola pendek dengan operan dari kaki ke kaki dikombinasikan lewat operan jauh yang terukur.

Pertunjukan Timnas Indonesia U-19 dan U-23 di bawah arahan pelatih 56 tahun tersebut begitu enak dipandang dibandingkan dengan seniornya.

Pencapaian Indra di dunia pelatih berbeda dengan kariernya saat menjadi pemain. Indra terhitung bukan pemain yang menonjol. Tidak ada klub besar yang pernah dibela Indra.

Setelah mengawali karier di PSP Padang junior pada 1986-1991, pelatih 56 tahun itu kemudian naik ke jenjang senior di klub yang sama.

Perjalanan Indra sebagai pemain tidak lama. Pada 1997 Indra Sjafri memilih menjadi pelatih profesional dengan mengambil lisensi kepelatihan C AFC. Kemudian naik secara bertahap ke level B pada 1998 dan A pada 1999.

Peningkatan terus dilakukan Indra. Pada 2010, Indra mengikuti kursus penyegaran pelatih dalam program FIFA Futuro. Di tahun yang sama pula, Indra mengambil lisensi A AFC Instruktur Akar Rumput FIFA.

Karier kepelatihan Indra Sjafri pernah diwarnai dengan menangani klub Bali United. Tetapi itu tidak berlangsung lama, hanya dua musim lantaran Indra menerima tanggung jawab dari PSSI untuk melatih Timnas Indonesia U-19 pada 2017.

Belum lama ini, mantan pelatih Bali United tersebut juga dipercaya menjadi anggota Komite Teknik AFC dari Asia Tenggara bersama mantan pelatih timnas Thailand, Witthaya Laohakul.

Sebagai pelatih yang kenyang pengalaman di usia muda membuat Indra jeli dalam melihat bakat-bakat pemain muda di seluruh pelosok negeri.

Timnas Indonesia U-17 yang kemudian juara AFF U-19 bersama Timnas Indonesia U-19 adalah hasil blusukan Indra Sjafri ke beberapa wilayah.

Pemain serba bisa Egy Maulana Vikri yang kini bermain di klub asal Polandia, Lechia Gdanks, juga salah satu hasil temuan Indra.

Kini, pengalaman baru bakal didapat Indra dengan menjadi asisten Shin Tae Yong di Timnas Indonesia. Ini pengalaman pertama Indra sebagai asisten di level senior.

Meski demikian PSSI tetap mempercayakan jabatan pelatih kepala Timnas U-23 kepada Indra Sjafri di mana Shin Tae Yong bertindak sebagai supervisi. (sry/jun/cnn/bua)

Editor : bua
Uploader : rois
Penulis : CNN
Fotografer : CNN

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU