'Hilang' Saat Heboh Corona, Ini yang Dilakukan Xi Jinping

  • 07-02-2020 / 15:47 WIB
  • Kategori:All Sport, Internasional
'Hilang' Saat Heboh Corona, Ini yang Dilakukan Xi Jinping

Malangpostonline.com- Di tengah merebaknya wabah virus corona yang mematikan di China, presiden negeri itu Xi Jinping dikabarkan 'menghilang' dari publik.

Sebelumnya akhir bulan lalu, Xi muncul memberikan pidato mengenai upaya penanganan corona pada saat wabah baru itu viral.

Dalam pidato saat itu Xi memerintahkan negaranya untuk mengeluarkan upaya habis-habisan untuk menahan penyebaran virus yang mirip penyebab SARS itu, sebagaimana dilaporkan CNN International.

Hal ini pun menjadi sorotan di berbagai media luar.

Menepis ini, Xi pun akhirnya muncul kembali di media lokal pada. Dilansir dari AFP, Xi ingin menepis kabar yang mengatakan bahwa China tidak berbuat apa-apa dalam memberantas penyebaran virus corona.

Ia bertemu dengan Perdana Menteri Kamboja Samdech Techo Hun Sen di Gedung Great Hall of the People di Beijing.

Di kesempatan itu, Xi pun memberikan apresiasinya kepada Kamboja karena membantu China menghadapi corona. Termasuk ke Raja Norodom Sihamoni dan ibunya, mantan Ratu Monineath Sihanouk.

"Seorang teman dibutuhkan adalah teman yang hadir, sebagaimana rakyat Kamboja ada dengan China dalam momen spesial ini," katanya dikutip dari Xinhuanet.

Bukan hanya itu, ia pun menelepon pemimpin sejumlah negara untuk membicarakan penanganan pada wabah corona. Di antaranya dengan pemimpin Arab Saudi Raja Salman bin Abdulaziz dan Presiden AS Donald Trump.

Dengan Raja Saudi, Xi mengatakan Saudi sangat menghargai tindakan keras yang diambil oleh pemerintah China dalam memerangi epidemi. Saudi juga percaya bahwa China pasti akan memenangkan pertempuran melawan corona yang mematikan.

"Pihak Saudi sangat menghargai kemitraan strategis komprehensifnya dengan China, dan akan tetap setia dengan China dalam situasi apapun," tulis Xinhua, mengutip pernyataan Xi.

Dalam sambungan teleponnya dengan Trump misalnya, Xi mengatakan China sangat percaya diri dan mampu melawan penyebaran virus ini. Kemudian dalam jangka panjang, tren perkembangan ekonomi China akan terus membaik.

Sampai saat ini, jumlah korban tewas akibat corona mencapai 600-san. Selain di China, dua korban meninggal lain berada di Hong Kong dan Filipina.

China juga menjadi negara dengan jumlah orang yang terinfeksi virus tersebut sebanyak 30.718 orang, yang kemudian disusul oleh Jepang sebanyak 45 orang, dan Singapura sebanyak 28 orang.

Hingga saat ini, sebaran virus tersebut telah sampai ke berbagai belahan dunia. Mulai dari Belgia, Finlandia, Spanyol, Inggris, Jerman, Kanada, Perancis, Rusia, Swedia, hingga Nepal.

(sef/sef/cnbc/bua)

 

 

Editor : bua
Uploader : MG
Penulis : CNBC
Fotografer : CNBC

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU