Diserang Covid-19, Koni Jatim Terapkan Puslatda TFH

  • 25-03-2020 / 13:34 WIB
  • Kategori:All Sport
Diserang Covid-19, Koni Jatim Terapkan Puslatda TFH KEJAR EMAS: Erlangga Satriagung (tiga dari kanan) saat mengawal Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa melihat uji mental atlet PON XX Jatim di Malang. (HARY SANTOSO/MPOL)

SURABAYA – Merebaknya pandemi Covid-19 di Jatim, membuat KONI Jatim puyeng juga. Jadwal Pusat Latihan Daerah (Puslatda) PON XX Papua yang sudah disusun, mau tidak mau harus dikocok ulang.

‘’Sekarang bagaimana caranya, latihan tetap jalan. Tapi, atlet tetap terselematkan dari Corono,’’ tandas Ir Erlangga Satriagung, Ketua Umum KONI Jatim kepada malangpostonline, Rabu (25/03) siang.

Puslatda Jatim dengan label 100-IV. Artinya target 100 medali emas dan IV adalah tahapan ke 4 sejak progam ini diluncurkan oleh mantan Gubernur Jatim Imam Utomo. Implementasinya diwujudkan dalam dua bentuk Puslatada.

Yaitu pola Puslatda Mandiri atau latihan dari rumah (Training from Home). Dan kedua pola Puslatda Tertutup atau steril. “Dua pola Puslatda ini berlaku 23 Maret - 23 April. Tujuannya melindungi atlet dari berlatih bersama yang berpotensi terjangkit Covid-19,’’ tutur Dirut PT Pancar Wira Usaha (PWU) Jatim ini.

Puslatda Tertutup (Steril) adalah pola pelatihan di Pemusatan Latihan di satu tempat dengan fasilitas penginapan di dekat tempat latihan. Pelatih, Atlet, Mekanik, dan sparing masing-masing Cabor ditempatkan di satu tempat untuk berlatih dan tinggal (menginap).

‘’Setiap personil dilarang berinteraksi fisik dengan setiap orang. Kecuali dengan Tim Puslatda Cabor dan Tim yang ditugaskan KONI Jatim,’’ ungkap Erlangga dengan menyebut mereka dilarang keluar dari camp kecuali untuk keperluan berobat.

Sedang Puslatda Mandiri atau TFH adalah berlatih di rumah masing-masing. Setiap Atlet Puslatda melaksanakan latihan fisik, teknik, dan taktik dengan program latihan yang disusun oleh pelatih.

Semua pelatih wajib memantau atletnya setiap hari, melalui video conference/video call. Atlet dilarang keluar rumah kecuali untuk keperluan berobat, atau keperluan lain yang mendesak.

‘’Selain itu penerapan social distancing juga wajib dilakukan atlet dan tentang asupan gizi juga sama dengan pola Puslatda Tertutup ,’’ tambah Erlangga.
Sementara atlet yang saat ini menjalani rehabilitasi atau pemulihan tetap wajib menjalani camp di KONI Jatim. 

‘’Apa yang kami lakukan ini adalah langkah darurat karena Covid-19. Tapi kami tetap bisa menjaga kondisi atlet agar tetap mencapai peak performance saat PON Papua benar-benar digelar,’’ pungkasnya dengan tidak bisa menyebutkan, PON Papua XX digelar atau ditunda. (has)

 

 

Editor : Hary Santoso
Uploader : has
Penulis : has
Fotografer : has

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU