Tim Medis Arema Lega, Pulang Away Tanpa Pemain Cedera

  • 09-08-2019 / 00:50 WIB
  • Kategori:Arema
Tim Medis Arema Lega, Pulang Away Tanpa Pemain Cedera

MALANGPOSTONLINE.COM – Tak seperti laga away di kandang Persija Jakarta yang membuat tim Arema harus memulangkan beberap pemain karena cedera, laga lawan Kalteng Putra aman-aman saja. Meski kalah 2-3, tak ada satu pun pemain yang mengalami cedera, Rabu (7/8) malam lalu.

Padahal selama tiga pekan sebelumnya, pemain Arema alami cedera silih berganti. Selain itu, kondisi asap yang masuk ke lapangan di Stadion Stadion Tuah Pahoe, Palangkaraya, sebenarnya sempat membuat tim medis Arema menjadi khawatir ganggu kesehatan Dendi Santoso dkk.

Dokter tim Arema, dr. Nanang Tri Wahyudi merupakan salah satu yang khawatir ketika pertandingan di laga away tersebut. Pasalnya, saat laga dimulai, asap imbas kebakaran hutan dan lahan di Palangkaraya, begitu terlihat di area lapangan.

Ia menilai, sejatinya laga tersebut berbahaya bagi kesehatan pemain. Sebab, polusi udara dan juga asap bagi olahragawan yang beraktivitas berat, bisa membahayakan keselamatan.

“Saya khawatir sekali, ketika laga terus berjalan dengan kondisi seperti itu. Bersyukurnya, sampai pertandingan berakhir tidak ada masalah,” ungkap dr. Nanang.

Dia mengatakan, seharusnya faktor keselamatan imbas asap tersebut juga menjadi pertimbangan. Pasalnya, ia melihat saat pertandingan, yang beredar di lapangan bukan saja O2 (oksigen) tetapi CO (carbon monoksida) dan C02 (karbondioksida).

Yang berbahaya, bila CO dan CO2 itu dihirup, lalu masuk ke tubuh, akan berpengaruh. “Tubuh ini yang dibutuhkan oksigen. Bisa dibayangkan sendiri, kalau ternyata CO terhirup, masuk ke jantung. Akibatnya bisa fatal,” beber dia kepada Malangpostonline.com.

Terlebih, dia menerangkan, gas CO itu alirannya terbangsangat rendah. Setingkat dengan tinggi manusia. “Ya pastinya gampang terhirup. Syukur, saat laga usai se mua baik-baik saja. Tidak ada kasus itu alhamdulillah bagi kami tim medis,” tambahnya.

Ia menerangkan, gas CO itu akan menyebabkan seseorang lemas. Efeknya menekan kesadaran seseorang perlahan hingga kesulitan bernafas.

 “Efek yang terlihat itu lemas, mengantuk. Contohnya ketika orang tertidur di dalam mobil, dengan kaca tertutup. Efeknya lemas, ngantuk, hilang sadar dan fatal karena bisa meninggal,” terang pria asal Madiun itu.

Dr. Nanang berharap, selanjutnya kondisi seperti itu bisa menjadi pertimbangan. Kondisi lapangan berasap, dengan kadar O2 rendah tidak berbahaya bagi pemain sepak bola yang memacu jantung lebih tinggi di atas rata-rata.

Selain itu, dia juga merasa bersyukur, saat melawan Kalteng Putra, pemain Arema juga tidak ada yang terkena cedera. Hal ini jelas berbeda dengan sebelumnya. Misal saat melawan Persija Jakarta, setelah laga Arema kehilangan Hamka Hamzah dan Sylvano Comvalius.

Sebelum itu, usai lawan Persib Bandung, Arema kehilangan Jayus Hariono dan kemudian Alfarizi. Di pekan sebelumnya, kala melawan Bhayangkara FC, Dedik Setiawan yang terkena cedera. (ley/bua/ malangpostonline.com)

Editor : bua
Uploader : slatem
Penulis : ley
Fotografer : ley

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU