Minimalisir Sanksi Putaran Kedua, Arema Butuh Kesadaran Aremania

  • 04-09-2019 / 00:53 WIB
  • Kategori:Arema
Minimalisir Sanksi Putaran Kedua, Arema Butuh Kesadaran Aremania

MALANGPOSTONLINE.COM - Putaran pertama kompetisi Liga 1 2019 telah dilalui tim Arema FC. Meski sejatinya Hamka Hamzah dkk masih menyisakan satu laga tunda,  away lawan PSM Makassar.  Sedaangkan untuk laga home,  Arema telah menuntaskan sembilan laga di putaran pertama.

Evaluasi dari laga home ini, ada beberapa harus berujung sanksi denda yang diterima Panpel Singo Edan karena terjadi pelanggaran yang dilakukan oleh suporter. Panpel pun berharap di putaran kedua gelaran home bakal lebih aman dan Arema terbebas dari sanksi yang kini jumlahnya mencapai Rp 500 juta.

 

Beberapa laga home yang berujung denda seperti ketika menjamu Persebaya Surabaya, Persib Bandung, Tira Persikabo dan Persela Lamongan. Denda tersebut beragam, baik karena penyalaan flare, bomb smoke atau kembang api, hingga pelemparan yang dilakukan oleh suporter,

Arema kembali berpotensi terkena denda di laga home terakhir, kala menjamu PSIS Semarang, karena terjadi insiden pelemparan dari tribun VIP ke arah wasit.

Denda pertama Arema terjadi ketika menjalani laga away ke PSS Sleman. Denda sebesar Rp 75 juta diterima karena suporter Singo Edan terlibat kericuhan dengan pendukung tuan rumah. Lantas, denda pertama Arema dalam laga home terjadi ketika menjamu Persela Lamongan di pekan ketiga. Arema mendapatkan denda sebesar Rp 50 juta.

Sanksi denda berikutnya, terjadi ketika Arema menjamu Tira Persikabo di Stadion Gajayana. Vonis denda lebih besar, karena pelanggaran yang dilakukan berulang dan jumlahnya mencapai Rp 150 juta. Arema kembali mendapatkan denda saat menjamu Persib Bandung yang berkesudahan dengan skor 5-1. Denda sebesar Rp 75 juta diterima karena terjadi penyalaan flare.

Lagi-lagi, akibat penyalaan flare dan sejenisnya, Arema mendapatkan sanksi denda di pertandingan melawan Persebaya Surabaya. Jumlahnya mencapai Rp 150 juta untuk derby Jatim berkesudahan 4-tersebut. Praktis, empat dari sembilan laga home Arema di putaran pertama berujung sanksi denda dan totalnya kini telah mencapai Rp 500 juta.

Ketua Panpel Arema, Abdul Haris mengatakan panpel bersama manajemen sejatinya berupaya untuk terus mengajak Aremania bisa menjaga klub agar tidak terkena sanksi. “Selalu saya sampaikan ke grup atau komunitas, jangan sampai ada perilaku suporter yang merugikan klub secara finansial,” ungkapnya.

Menurut dia, Panpel pun sudah berupaya memberikan peringatan pada Aremania, bila flare, kembang api dan lemparan berujung denda. “Itu sudah kami bahas dan coba kami perangi bersama. Apalagi, klub butuh finansial, jangan sampai harus mengeluarkan dana untuk hal seperti sanksi, “ beber dia.

Ia pun akan berupaya di sisa laga home di putaran kedua, Aremania bisa lebih baik. Selain itu, Panpel akan melakukan antisipasi, misalnya dengan lebih ketat lagi dalam pemeriksaan suporter yang masuk ke stadion.

“Tetapi selain itu, butuh kesadaran bersama untuk meminimalisir sanksi seperti ini,” tambahnya.

Sementara itu, sanksi sejatinya kembali mengancam usai laga home melawan PSIS Semarang. Sebab, dalam laga tersebut sempat terjadi pelemparan ketika pertandingan sudah berakhir. “Padahal, meski laga sudah usai, pelanggaran pun tetap dicatat selama di dalam lapangan,” tutur dia.

Merujuk Pasal 70 dalam lampiran Kode Disiplin PSSI, Arema FC bisa dijerat denda mencapai Rp 50 juta. Sanksi itu termasuk jenis tindakan berupa pelemparan botol minuman baik yang berisi atau tidak terisi (air), gelas plastik atau kertas, maupun batu atau benda keras lainnya. (ley/bua/Malangpostonline.com)

Editor : bua
Uploader : Gofur
Penulis : ley
Fotografer : Ipunk

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU