Tingkat Kebobolan Tinggi, Ini Pembelaan Arema FC

  • 06-09-2019 / 14:18 WIB
  • Kategori:Arema
Tingkat Kebobolan Tinggi, Ini Pembelaan Arema FC

MALANG – Arema FC tercatat sebagai salah satu tim dengan tingkat kebobolan tinggi di kompetisi Liga 1 2019 ini. Sejumlah 25 gol yang bersarang di gawang Arema, menunjukkan rapuhnya lini belakang tim Singo Edan dan mesti diperbaiki di putaran kedua mendatang bila ingin bersaing dalam perebutan gelar juara kompetisi.

Rapuhnya lini belakang pun sempat membuat manajemen Arema memberikan pernyataan bila pemain asingnya tidak aman. General Manager Arema Ruddy Widodo merujuk pada sosok Arthur Cunha, sebagai salah satu pemain di lini belakang.

“Gol yang terjadi memang harus dilihat secara menyeluruh bagaimana prosesnya. Tetapi, kondisi pemain asing kami, Arthur menurun,” papar dia.

Ia berharap, pemain tersebut bisa meningkatkan kembali performanya. Sebab, selain Arema harus mem-push Sylvano Comvalius di lini depan, barisan pertahanan juga harus lebih kokoh.

“Sebagai pemain asing, tentunya harus memiliki kemampuan yang bagus. Mereka harus lebih baik dari pemain lokal pastinya,” sebutnya.

Dengan kontrak yang rata-rata lebih tinggi dari pemain lokal, Ruddy ingin pemain asingnya menunjukkan kemampuan yang lebih baik. Tidak heran, dia sempat memberikan peringatan, sekalipun tidak merujuk satu per satu sosok yang dimaksud.

“Kalau dalam perjalanan permainan mereka tidak bagus, ya harus siap dievaluasi. Nah, karena bursa transfer juga masih dibuka, semua masih bisa terjadi,” tambah dia.

Sementara, menurut Pelatih Arema, Milomir Seslija, kebobolan gol timnya memang lebih tinggi. Ia bakal menyiapkan tim yang lebih kompak untuk putaran kedua, terutama dalam mengawal pertahanan. Menurutnya, sepak bola bukan hanya lima pemain dalam bertahan.

“Kami harus lebih solid termasuk dalam bertahan. Bertahan bukan hanya tanggung jawab 4-5 pemain, tetapi tanggung jawab tim,” tutur dia.

Dia ingin timnya meminimalisir kesalahan di putaran kedua mendatang. Hal ini yang akan disiapkan oleh Milo pada timnya di masa jeda kompetisi.

Hanya saja, Milo juga berkeyakinan, meskipun timnya kebobolan banyak gol, timnya tetap bisa memenangkan pertandingan dengan mencetak banyak gol. Seperti di putaran pertama, 33 gol berhasil dicetak oleh tim Arema.

“Kami juga harus lebih banyak membuat gol dibanding dengan kebobolan kami. Di lini depan, kami memiliki kualitas pemain tersebut,” pungkasnya. (ley)

Editor : ley
Uploader : irawan
Penulis : ley
Fotografer : ley

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU