Pantang Gagal Menang! Singo Edan Harus Kompak Menyerang

  • 13-09-2019 / 03:21 WIB
  • Kategori:Arema
Pantang Gagal Menang! Singo Edan Harus Kompak Menyerang

MALANG – Hasil imbang 1-1 lawan PSIS Semarang di laga terakhir putaran pertama lalu masih membayangi tim Arema FC saat harus menjamu Borneo FC dalam laga pembuka putaran kedua Kompetisi Liga 1 2019 di Stadion Kanjuruhan, Jumat (13/9) malam, kick off 18.30 WIB.

Tak ada cara lain untuk meyakinkan Aremania, Singo Edan harus menerkam Pesut Etam. Laga kandang, pantang gagal menang. Meski itu tidak mudah, lantaran Borneo punya rekor pertemuan lebih baik. Setidaknya 6 pertemuan terakhir, Borneo menang 4 kali dan imbang 2 kali.

“Kami tahu kekuatan Borneo FC. Mereka punya kekuatan yang bagus dalam menyerang. Makanya, kami harus lebih kompak dalam pertandingan, menyerang mereka. Kami harus menyerang bersama, bertahan juga bersama-sama,” ungkap Pelatih Arema, Milomir Seslija.

Pelatih dengan sapaan akrab Milo ini menuturkan, Arema di putaran kedua kembali dengan power lebih baik, begitu pula secara strategi. Sepuluh hari selama jeda kompetisi, telah dia maksimalkan, termasuk menambah fisik pemain. Timnya sempat menjalani latihan fisik, untuk menyempurnakan latihan strategi yang dijalani.

“Kami kini memiliki percaya diri dengan perubahan pada diri pemain dan ingin menunjukkan dengan kemenangan” tambah Milo.

Dia melihat, seluruh pemainnya memiliki motivasi untuk mengalahkan Pesut Etam. Arema ingin mengejar Bali United, yang kini unggul 14 poin atas Arema di klasemen. “Semua sudah siap dalam 18 laga,” tegasnya.

Makan Konate dkk pun ingin memulai putaran kedua ini dengan kemenangan melawan Borneo. Tim tamu yang dengan kualitas cukup  bagus, memiliki organisasi permainan dan terus memperbaiki diri setiap tahunnya.

Lantas bagaimana strategi Milo mewujudkan misi tersebut? Menurut dia, timnya akan memberikan tekanan lebih hebat kepada Borneo FC. Arema akan berusaha mengurung pertahanan lawan dan meminimalisir Abdul Rahman dkk melakukan serangan.

Milo menyadari, bila Borneo FC tim yang alot dan kerap menjadi sandungan bagi Arema. Ia tidak ingin Arema kembali gagal menang, seperti dalam enam laga terakhir yang tidak bisa diakhiri Singo Edan dengan poin penuh. Ia ingin memulai tradisi menang atas Pesut Etam.

Penggawa Arema pun mengusung  spirit juara Piala Presiden 2019 untuk memulai putaran kedua ini. Mereka berharap bisa mengawali paruh kedua dengan kemenangan, demi bersaing di papan atas klasemen dan terus berada di jalur juara.

Seperti sebelumnya, Arema sempat diremehkan ketika Piala Presiden lalu. Terseok-seok dan nyaris tidak lolos dari babak grup, tim asuhan Milomir Seslija itu akhirnya menjadi juara, dengan beberapa catatan bagus. Tim paling banyak mencetak gol dan beberapa kali tidak kebobolan.

Arema yang mencatat dua kemenangan dan satu kekalahan di babak grup, akhirnya menang 4-0 atas Bhayangkara FC di babak delapan besar, yang jauh lebih diunggulkan menang karena  meraih nilai sempurna kala penyisihan.

Lantas, di semifinal Arema melakukan double kill atas Kalteng Putra, yang dikalahkan dua kali dengan skor 3-0 baik di kandang maupun kala away. Sementara, di laga puncak, Arema menahan imbang Persebaya dengan skor 2-2 di Surabaya dan menang 2-0 di Malang.

Catatan 14 gol dan kebobolan dua kali dalam lima laga di babak knock out hingga bablas juara, langsung menghapus keraguan selama babak penyisihan. Ketika Arema sempat kalah 0-1 dari Persela dan nyaris kalah dari Barito Putera, sebelum menang tipis 3-2.

Arema baru memastikan lolos karena menang 6-1 atas Persita Tangerang, dan membuat Arema lolos sebagai salah satu tim runner up terbaik. Tim Arema membutuhkan spirit juara tersebut. Sebab, ketika juara, Arema mampu menjawab kritikan dengan torehan 23 gol dan kebobolan lima gol dalam delapan pertandingan.

“Kami memulai laga putaran kedua dengan persiapan yang bagus. Kami ingin mengulang semangat ketika menjadi juara Piala Presiden. Dalam sepak bola semuanya masih mungkin,” yakin Milo. (ley/bua/Malangpostonline.com)

Editor : bua
Uploader : slatem
Penulis : ley
Fotografer : Ipunk

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU