Duel Tim Pincang! Singo Edan Optimis Bisa Menang

  • 12-11-2019 / 02:05 WIB
  • Kategori:Arema
Duel Tim Pincang! Singo Edan Optimis Bisa Menang

Malangpostonline.com, BANDUNG – Dua tim sama-sama pincang, Persib Bandung dan Arema FC bertemu dalam pertandingan lanjutan Liga 1 2019 di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa (12/11) sore, kick off 15.30 (live Indosiar). Baik Arema maupun Persib tak diperkuat sederet pemain pilarnya.

Dalam pertandingan tunda yang harusnya digelar 28 September lalu ini, Arema sedikitnya kehilangan 8 pemain, begitu pun Persib. Pemain kedua tim ini harus memperkuat Timnas Indonesia, dan sebagian lagi absen karena cedera, hingga menyebabkan duel klasik ini berlangsung pincang.

“Arema ingin menampilkan sepak bola yang bagus. Mungkin secara problem, dua tim sama, banyak pemain yang absen. Kami pun sampai membawa pemain muda,” ungkap Pelatih Arema, Milomir Seslija. “Kami mau fokus dengan bagaimana kami bermain,” sambung pelatih asal Bosnia ini.

“Memang tidak mudah dan ini laga yang sulit. Tetapi kami mau memangkas poin dengan tim di atas kami,” terang Milo. Menurutnya, bila timnya mampu bermain bagus, ia optimis bisa menang di kandang Persib. Ia yakin, yang bisa mengalahkan timnya adalah ketidakyakinan tim sendiri.

Untuk itu, Milo ingin timnya tampil lebih kompak, dalam bertahan maupun menyerang. Dia sampaikan, Arema punya motivasi cetak rekor bagus di Bandung. “Ini jadi motivasi kami. Kami juga memiliki bekal kemenangan pekan lalu,” terangnya yang minggu lalu menang 2-0 atas Madura United.

Kini Singo Edan fokus untuk menaklukkan tuan rumah Persib. Meski tim berjuluk Maung Bandung ini juga siap berjibaku, memberikan hiburan dalam pertandingan untuk menjadi pemenang sehingga bisa bersaing di papan atas klasemen sementara Liga 1 2019.

Bagi Arema sendiri, kemenangan akan memuluskan ambisi mereka ke posisi dua atau tiga besar. Sebaliknya, bagi Persib, bila memetik tiga poin atas Arema, mereka bakal memangkas margin poin dengan tamunya, yang kini berada di posisi lima klasemen sementara.

Kedua pelatih tim yang akan bertanding pun sepakat bila laga sore ini adalah derby. Setidaknya bisa disebut sebagai derby dua tim biru. Arema FC yang merupakan tim biru dari timur (Jawa Timur), bakal meladeni tuan rumah Persib, tim biru asal Jawa Barat.

Bagaimanapun, rivalitas suporter kedua tim yang selalu membumbui pertandingan, membuat pertandingan ini bakal menarik. Baik ketika digelar di Bandung, maupun digelar di Malang. Apalagi, selama ini Persib maupun Arema, dianggap sebagai tim papan atas di kompetisi sepak bola Indonesia.

“Laga ini adalah derby. Ekspektasi saya, ini akan menjadi pertandingan yang menarik,” tutur Milo. Dia mengatakan, dua tim dipastikan berburu kemenangan, demi menjaga gengsi. Bagi Arema, musim ini mereka belum terkalahkan dari Supardi Nasir dkk.

Dua kali bermain imbang di Piala Indonesia, baik home maupun away, lalu Arema menang telak 5-1 dalam pertemuan pertama Liga 1 2019 di Malang. Arema ingin melanjutkan permainan yang bagus tersebut. Sekalipun, Selasa sore harus terkena kendala dengan absennya delapan pemain.

Milo menyampaikan, timnya tidak mau menjadikan absennya Dendi Santoso, Hendro Siswanto, Muhammad Rafli, Hanif Sjahbandi, Hamka Hamzah, Agil Munawar, Dedik Setiawan hingga Sylvano Comvalius sebagai alasan untuk tidak tampil maksimal. Menurutnya, anak asuhnya tetap harus fokus dan konsentrasi, untuk mewujudkan poin di Kota Kembang.

Ia menambahkan, timnya melihat Persib kini dalam trend bagus. Lima laga tak terkalahkan, menjadi tantangan bagi para penggawa Arema. “Mereka banyak yang absen, mungkin akan mengubah taktik,” tuturnya.

Sementara itu, Pelatih Persib, Robert Rene Alberts mengatakan, laga melawan Arema adalah bigmatch. Setelah ditunda, laga itu akhirnya bisa dijalankan. Namun kondisi tidak bagus melanda Persib.

“Besok (sore ini) laga bigmatch. Setelah ditunda, akhirnya kami bisa bermain. Tetapi, kami bermain di kalender FIFA dan tidak bagus bagi kami,” tuturnya.

Menurut dia, timnya harus kehilangan lima pemain karena ke timnas ketika bermain di FIFA Matchday. Febri Haryadi, Ardi Idrus, Gian Zola, Beckham Putra dan Ezechiel Ndouassel tak bisa bermain karena dipanggil timnas.  “Kami kurang beruntung, jika bertemu lebih awal, tentu kondisinya akan berbeda,” papar dia.

Selain itu, dia menyesal karena beberapa pemain cedera. Sehingga, daftar pemain absen pun bertambah. “Kami kehilangan banyak pemain penyerang. Kami tak punya striker murni yang kuat. Sementara, pemain Arema yang cedera di lini pertahanan sudah kembali,” tambahnya.

Robert mengatakan, timnya harus mewaspadai beberapa pemain Arema, meskipun banyak pemain yang absen. Misalnya Makan Konate yang kini menjadi top skor tim, sekalipun dia berposisi playmaker. Selain itu, ia menganggap Arema memiliki lini serang yang bagus.

“Saya rasa, Arema tetap agresif di depan. Mereka tim yang menyerang, jangan berikan ruang lebih pada pemainnya, seperti Konate,” tandas dia. (ley/bua/Malangpostonline.com)

Editor : bua
Uploader : irawan
Penulis : ley
Fotografer : Firman

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU