Masih Punya Dua Stopper, Arema FC Justru Pilih Alfarizi Temani Arthur

  • 14-11-2019 / 14:13 WIB
  • Kategori:Arema
Masih Punya Dua Stopper, Arema FC Justru Pilih Alfarizi Temani Arthur

Malangpostonline.com - Arema FC menurunkan fullback kiri, Johan Ahmat Farisi sebagai stopper ketika pertandingan melawan Persib Bandung, Selasa (12/11) lalu. Sekalipun berakhir dengan kekalahan 0-3, penampilan pemain yang dikenal dengan nama Alfarizi ini dianggap sukses berduet dengan Arthur Cunha. Timnas senior menjadi alasan mengapa dirinya ditunjuk menjadi stopper.

Kala bermain melawan Persib, tim Singo Edan kehilangan Hamka Hamzah yang menjalani akumulasi kartu kuning. Hal ini membuat tim pelatih mengutak-atik komposisi lini belakang, terutama di posisi stopper. Alfarizi berduet dengan Arthur, didampingi Alfin Tualasamony dan Ricky Ohorella di sisi kanan dan kiri.

Pelatih Arema, Milomir Seslija membeberkan alasannya mengapa memilih Alfarizi. "Alasannya, dia bisa bermain stopper. Saat dipanggil timnas, dia juga turun sebagai stopper," bebernya.

Padahal, Arema masih memiliki opsi dua bek tengah, Ikhfanul Alam dan Rachmat Latief. Namun, menurut Milo, timnya juga mempertimbangkan kecepatan pemain lawan. 

"Latief tipikalnya lebih lambat, dia cocok untuk striker yang bertubuh besar. Sedangkan Alam (Ikhfanul), setelah cedera, dia beberapa kali tampil kurang maksimal," jelas dia.

Sebelumnya, kala mempercayakan Alam sebagai rekan duet Arthur, Arema mengalami kekalahan 2-6 dari PSM Makassar dan kalah 2-4 dari Kalteng Putra. Kondisi ini tampaknya menjadi alasan pula tim pelatih menyulap Alfarizi sebagai stopper.

Selain itu, tentu saja tipikal pemain Persib seperti Ghozali Siregar, Frets Butuan, Erwin Ramdani yang memiliki kecepatan, membuat pelatih Arema harus memilih pemain yang bisa mengimbangi kecepatan mereka.

"Sebenarnya kami mempertimbangkan Jayus (Hariono) juga. Tetapi sepertinya bakal lebih mudah bagi Alfarizi untuk turun di posisi itu, karena dia basic-nya pemain bertahan. Sementara, Jayus harus mengubah gaya mainnya dengan banyak bermain di belakang," terang Milo.

Secara keseluruhan, pria asal Bosnia itu menganggap sukses peran Alfarizi. Ia menepikan kebobolan tiga gol di babak pertama.

"Tiga gol itu karena permainan kami kacau. Kami terkena gol yang tidak fair, ditambah dengan gol offside. Pemain sulit mengontrol emosi di babak pertama," tambah dia.

Lantas, di babak kedua soliditas pertahanan darurat Arema terbukti. Tidak ada gol tambahan bersarang di gawang Kartika Ajie karena lini belakang tampil disiplin menghadang serangan lawan. (ley/Malangpostonline.com )

Editor : ley
Uploader : irawan
Penulis : ley
Fotografer : ley

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU