Pembelajaran Dosen Virtual Disesuikan Kebutuhan Setiap Mahasiswa

  • 11-12-2019 / 16:12 WIB
  • Kategori:Kampus
Pembelajaran Dosen Virtual Disesuikan Kebutuhan Setiap Mahasiswa Prof. Dr. Suhartono S.Si, M.Kom, guru besar pertama di Fakultas Sains dan Teknologi serta ke-19 Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang

Malangpostonline.com - Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang untuk pertama kalinya memiliki guru besar. Yakni Prof. Dr. Suhartono S.Si, M.Kom yang baru dikukuhkan sebagai profesor bidang Ilmu Komputer, Rabu (11/12).

Prof. Suhartono merupakan guru besar ke-19 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Penelitian yang dibawakan berkaitan dengan Implementasi Kecerdasan Buatan Pada Dunia Pendidikan di Era Industri 4.0.

"Di era Industri 4.0 dunia pendidikan telah terjadi pergeseran dalam pembelajaran, tatap muka saat proses belajar mengajar tidak lagi menjadi hal yang amat penting," ujar Prof. Suhartono dalam orasi ilmiahnya sesaat sebelum dikukuhkan. 

Mahasiswa bisa belajar tanpa harus berhadapan dengan dosen dan konten pembelajaran berbentuk digital di media-media akan lebih mempermudah serta meringankan tugas dosen dalam mentransformasikan ilmu pengetahuan. Penerapan pembelajaran digital pun sudah banyak dilakukan oleh lembaga maupun universitas seperti pembelajaran berbantuan komputer (computer Based learning), pembelajaran jarak jauh (distance learning) dan pembelajaran elektronik (e-learning).

Namun pembelajaran computer based learning tidak sepenuhnya sempurna, ada beberapa kekurangan misalnya saja tidak memperhatikan keragaman kemampuan mahasiswa. Untuk mengatasi permasalahan tersebut Prof. Suhartono mengusulkan kerangka model bangunan pendidikan baru sesuai era Industri 4.0.

"Ada empat bagian dalam model bangunan pendidikan baru yaitu konten pembelajaran, metode pembelajaran, sistem penilaian dan yang terakhir adalah sistem integrasi atau dengan Intelligent Tutoring System (ITS)," terang pria kelahiran 19 Mei 1968 ini. 

 ITS adalah program komputer yang dibekali dengan kecerdasan buatan yang bisa digunakan untuk proses pembelajaran dengan menirukan karakter manusia serta dapat melakukan tanya jawab dengan mahasiswa. Bahkan juga melakukan penilaian kemampuan hingga memberikan konten pembelajaran yang disesuaikan berdasarkan kemampuan mahasiswa.

Secara gampangnya ITS adalah dosen virtual yang dapat mengajar sesuai karakter dari dosen asli. Aplikasi web/app ini memiliki komponen kecerdasan buatan didalamnya, antara lain Bayesian Network, Neural Fuzzy, Fuzzy Genetik atau bisa dikombinasikan. 

"Penerapan kecerdasan buatan ini nantinya kami ingin menerapkan pembelajaran yang adaptif, murah dan cepat sehingga bisa diakses oleh semua kalangan termasuk masyarakat miskin," terang Prof. Suhartono. 

Dosen virtual yang dimaksudkan tersebut tersebut bisa mengajar mahasiswa dengan menyesuaikan kebutuhan mahasiswa dengan berbasis aplikasi, robot, smartphone, robot dan sebagainya.

"Ini bisa digunakan secara umum tidak hanya di tingkat perguruan tinggi, UIN Maulana Malik Ibrahim juga harus menerapkan agar tidak ketinggalan," tandasnya. (lin/Malangpostonline.com)

Editor : lin
Uploader : irawan
Penulis : lin
Fotografer : lin

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU