The Last Game! Kalau Perlu Mati Demi Kemenangan Arema

  • 12-12-2019 / 02:28 WIB
  • Kategori:Arema
The Last Game! Kalau Perlu Mati Demi Kemenangan Arema

Malangpostonline.com, BALIKPAPAN – Pelatih Arema FC, Milomir Seslija menyadari betul, pentingnya kemenangan timnya atas Persebaya Surabaya dalam pertandingan lanjutan Liga 1 2019 pekan 32 di Stadion Batakan, Kamis (12/12) sore, kick off 15.30 WIB. Bahkan Milo menganggap ini laga terakhir alias the last game.

“Saya mau ajak pemain menganggap ini laga terakhir bagi tim dan memberi semua yang terbaik untuk Arema. Kami akan all out, kalau perlu mati bagi tim demi hasil yang bagus,” ungkap pelatih yang kini mendapat sorotan Aremania lantaran hasil lima laga Singo Edan sebelumnya tanpa kemenangan.

Bisa jadi pilihannya adalah Arema menang atau Milo out. Jika menang maka bertahan hingga Liga 1 usai dan punya peluang untuk musim depan. Selain itu, kemenangan atas Persebaya adalah peluang terakhir untuk menjaga asa Arema finis di posisi runner up klasemen akhir Liga 1 musim ini.

Milo pun memahami, melawan Persebaya adalah soal harga diri Arema. Sudah banyak pesan yang menyebutkan, Arema pantang kalah melawan Persebaya. Meski sebelumnya dalam trend negatif, khusus laga derby Jatim ini memotivasi Alfarizi dkk untuk bangkit raih kemenangan.

Arema tak mau berbicara masa lalu. Kini fokus  menghadapi Persebaya dengan target raih kemenangan, memanfaatkan tidak bermainnya tim Bajul Ijo di kandang sendiri, sekaligus tanpa adanya dukungan suporter, Bonek, yang disanksi tak ke stadion sampai akhir musim 2019.

Singo Edan ingin sepenuhnya fokus pada laga derby melawan Persebaya tersebut. Mereka coba menafikan rentetan hasil negatif di lima laga merupakan bekal yang tidak baik jelang derby. “Hari baru, pertandingan baru. Kami mau hasil yang bagus,” ujar Milo pada Malangpostonline.com.

Ia menegaskan, enggan banyak bicara. Termasuk membahas hasil yang membuat banyak pihak bertanya-tanya mengenai kondisi tim Arema. Tak terkecuali Aremania, yang kini mulai gerah dengan kondisi tim yang tak kunjung menang,

“Kami tak mau banyak bicara. Yang jelas, kami harus lebih optimal, menunjukkan kami berada di level lebih baik dari sebelumnya,” terang Milo yang berharap timnya tampil all out dalam pertandingan, menunjukkan kapasitas para pemain ketika berseragam Singo Edan.

Mantan pelatih Madura United itu menyebutkan, sudah menyiapkan tim secara strategi. Sementara, untuk perjuangan di lapangan, dia serahkan pada para pemain sendiri.

Lantas bagaimana Milo membawa anak asuhnya bisa menghentikan Persebaya, yang tengah dalam trend positif? Dia menuturkan, timnya harus tampil sebagai satu kesatuan. “Kerja keras, bersama-sama,” tegasnya.

Secara strategi, dia meyakinkan, Arema tak akan tampil bertahan, demi memperbaiki catatan kebobolan, yang sampai diberondong lima gol pekan lalu. Namun, dia memilih memperkuat cara bertahan, dan tetap mengasah serangan para pemain pula.

“Melawan Persebaya, tidak mungkin kami bermain bertahan. Kami justru harus bermain disiplin, dan memperbaiki kualitas serangan tim kami. Selain itu, saya ingin pemain cepat dalam mengambil keputusan, baik dalam bertahan maupun menyerang,” papar dia.

Sejatinya, Milo memang tak pantas takut melawan Persebaya. Pasalnya, Arema sendiri memiliki bekal bagus menghadapi derby Jatim. Musim ini, Arema tak terkalahkan dalam tiga pertemuan, salah satunya pesta gol di putaran pertama lalu.

Tidak hanya itu, kala Persebaya berniat mengalahkan Arema sebagai balas dendam, tim lawan justru tidak mendapatkan dukungan Bonek. Setidaknya, tekanan yang biasanya dilancarkan kepada tim dari tribun, tak akan terjadi.

Bursa taruhan Handicap pun berani mengunggulkan Arema di derby ini. Sekalipun diprediksi unggul tipis, namun hal itu bisa menambah kepercayaan diri penggawa klub kelahiran 1987 tersebut.

Di kubu Persebaya Surabaya, Pelatih Aji Santoso pun mengharapkan timnya dapat poin penuh. Akan tetapi, timnya harus melalui pertandingan yang dia prediksi bakal berjalan seru. “Tentunya pertandigan yang sangat seru. Kita semua tahu rivalitas (Persebaya dan Arema) cukup seru. Saya berharap dapat poin penuh dan mengalahkan Arema,” tuturnya.

Menurut dia, menang bukan saja keinginan dirinya atau pemain. Namun, manajemen dan suporter pun mengharapkan hal yang sama. Ia pun menjanjikan timnya akan tampil fight dan berjuang keras. “Ini jadi keinginan semua. Ada yang bilang, kalah lawan siapa saja boleh, asal tidak dari Arema. Rivalitas memang tinggi, kami akan merealisasikannya,” sebut Aji.

Aji mengakui, tidak akan mudah bagi Persebaya. Akan tetapi, dia tetap menekankan sportivitas demi tiga poin atas sang rival. “Saya sudah tekankan, kalahkan Arema itu tidak mudah. Tetapi, saya ingin menang dengan sportif, dengan main bagus dan menang,” tambahya.

Aji pun menepikan statusnya sebagai Arek Malang karena kini membesut Persebaya. Ia siap total menyiapkan timnya menang, atas Arema. “Hati saya, pikiran saya, jiwa raga, totalitas untuk Persebaya karena saat ini saya menjadi milik Persebaya,” tandasnya. (ley/bua/Malangpostonline.com)

Editor : bua
Uploader : slatem
Penulis : ley
Fotografer : ley

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU