Dibantai Persebaya 4-1, Singo Edan Lumbung Gol Nomor 2 Liga 1

Arema FC Tim Terburuk!

  • 13-12-2019 / 08:52 WIB
  • Kategori:Arema
Arema FC Tim Terburuk!

Malangpostonline.com, BALIKPAPAN – Arema FC menjadi tim terburuk nomor dua di Liga 1 2019, pasca dibantai Persebaya 4-1, Kamis (12/12) kemarin. Stadion Batakan Balikpapan menjadi saksi buruknya barisan pertahanan Singo Edan. Tim Singo Edan pun kini menjadi lumbung gol setiap lawan-lawannya, terutama kala laga away! (Baca grafis, Red)

Ya dalam 16 kali away, Arema hanya satu kali menang. Puncaknya dalam dua laga terakhir dibantai PSIS Semarang dengan skor 1-5. Lalu kembali kalah telak 1-4 dari Persebaya Surabaya. Total 42 gol bersarang di gawang Arema kala menjalani laga di kandang lawan. Catatan itu menjadi yang terburuk.

Terburuk, bahkan Singo Edan nyaris menempel Perseru Badak Lampung FC, tim yang kini kebobolan paling banyak di kompetisi, Badak Lampung FC, baru kebobolan 32 gol. Secara keseluruhan, Arema sudah kebobolan 57 gol, sedangkan anak asuh Milan Petrovic tercatat kebobolan 59 gol.

Tentunya menjadi sebuah catatan yang buruk bagi tim sekelas Arema. Apalagi, dua bek berpengalaman dan berharga mahal, ada di lini tersebut. Duet Hamka Hamzah dan Arthur Cunha menjadi benteng terakhir tim Singo Edan. Sempat bersaing di papan atas dan berebut juara di putaran pertama, tim asuhan Milomir Seslija ini kian menurun.

Sebanyak 42 gol yang diterima Arema saat away ini, berbanding jauh ketika bermain di kandang sendiri. Hanya 15 gol yang bersarang pada tim kelahiran 1987 itu. Bandingkan dengan musim Liga 1 2018, Arema berada di Posisi 6 klasemen akhir, dengan 53 gol, 42 kebobolan dan 50 poin.

Dalam perjalanan 16 pertandingan away, Arema sempat kalah 2-4 dari Kalteng Putra, dibantai 2-6 PSM Makassar, kalah 3-4 dari Perseru Badak Lampung, lalu kalah 0-3 dari Persib Bandung. Puncaknya dalam dua away terakhir, ketika sembilan gol bersarang di gawang Kartika Ajie dan Utam Rusdiana.

Dengan catatan kebobolan yang sangat tinggi, wajar bila Arema kesulitan mendapatkan poin di kandang lawan. Musim ini, dari torehan 43 poin yang sudah dikumpulkan, hanya enam yang berhasil diraih di kandang lawan. Hasil dari menang atas Semen Padang (1-0), imbang dengan Persija (2-2), Persipura (2-2) dan Tira Persikabo (1-1).

Praktis, Arema hanya mencatat satu kali tidak kebobolan saat tidak tampil di Malang. Yakni melawan Semen Padang, satu-satunya tim yang ditaklukkan Arema pada musim ini. Ada apa dengan Arema?

Media Officer Arema, Sudarmaji mengakui, musim ini heran dengan kondisi tim tersebut. Pasalnya, secara manajerial, tim juga sehat. Ia mengatakan, semua kewajiban manajemen terpenuhi.

“Kami secara manajemen, sebenarnya memenuhi setiap kewajiban. Tidak ada keterlambatan gaji juga,” papar dia.

Dirinya sendiri juga kaget dengan hasil yang didapatkan Arema jelang akhir musim ini. “Kami belum bisa banyak komentar untuk saat ini. Pasti nantinya akan ada evaluasi buat tim,” papar dia.

Dalam beberapa laga, Arema memang semakin menurun, jauh di luar target dan perkiraan. Secara peringkat, kini Hendro Siswanto dkk terjerembab di posisi 10 klasemen. Semakin jauh memenuhi ambisi untuk masuk tiga besar di akhir musim.

Pelatih Arema FC, Milomir Seslija mengakui, permasalahan dalam timnya adalah terlalu lambat dalam permainan. Selepas laga melawan Persebaya kemarin, dia menilai pemainnya membuat kesalahan yang nyaris sama dengan melawan PSIS Semarang.

“Kami membuat kesalahan, dengan terlalu lambat saat bertahan, lemah saat menyerang dan memiliki kesempatan serangan balik,” terangnya.

Ia menyebutkan, timnya cenderung kebingungan saat menguasai bola. Alhasil, pemain lawan dengan mudah menggagalkan serangan dan penguasaan bola Arema.

“Kami telat dalam melakukan serangan balik. Kadang tim kurang terorganisir, 1-2 pemain terlambat melakukan keputusan,” jelas pria asal Bosnia itu.

Pelatih dengan sapaan akrab Milo itu pun tampak kehabisan akal. Nyaris sama ketika melawan PSIS lalu, sekalipun dalam laga melawan Persebaya, timnya lebih ada peningkatan permainan. Salah satunya dalam hal penguasaan bola, Arema lebih dominan atas Bajul Ijo. Hanya saja, saat di depan Arema kehilangan kreativitas dan kini juga menjadi susah membuat gol.

“Kehilangan banyak pemain memang membuat kami kesulitan,” tambahnya.

Arema sendiri, memang sudah dipastikan kehilangan tiga pemain sampai akhir musim. Dedik Setiawan, Jayus Hariono dan Agil Munawar, mengakhiri musim lebih cepat karena cedera. sedangkan Muhammad Rafli, harus bergabung dengan Timnas U-23.

Sementara itu, dengan kekalahan 1-4 dari Persebaya kemarin, menjadikan kekalahan ke 13 Arema di musim ini. Arema pun dipastikan tidak lebih baik dari musim 2018, ketika berhasil mengumpulkan 50 poin dalam 34 laga. Kini, dengan 43 poin dan dua laga tersisa, maksimal Arema hanya bisa mengoleksi 49 poin.(ley/ary/Malangpostonline.com)

Editor : Ary
Uploader : irawan
Penulis : ley
Fotografer : ley

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU