Tanding Sore Ini Usung Pemain Pelapis

Arema Diremehkan Bali United

  • 16-12-2019 / 07:22 WIB
  • Kategori:Arema
Arema Diremehkan Bali United

Malangpostonline.com - Laga home terakhir Arema FC dijadikan Bali United ajang uji coba. Tampaknya, rentetan hasil buruk Arema FC di bawah kepelatihan Milomir Seslija, membuat lawan terkesan meremehkan tim ini. Sebab, pemain yang dibawa Bali United ke Malang adalah pemain pelapis, play minute-nya minim. Singo Edan sendiri bakal menjamu Bali United di Stadion Kanjuruhan, kick off pukul 15.30 WIB, live Indosiar.

Wajar jika Milomir Seslija saat press conference di Kandang Singa Jalan Mayjen Panjaitan yakin menang. Peluang untuk meraih hasil positif tak bisa dilepas di laga lain, karena pertandingan lawan Bali United adalah kandang terakhir Arema di Liga 1 Indonesia. Urgensi untuk menang, tak lepas dari pesimisme yang menyeruak. Dari empat situs bursa prediksi bola di internet, dua di antaranya menebak bahwa Arema bakal tumbang di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, hari ini.

Di salah satu situs, koefisien over under Arema adalah 2, sementara Bali United satu per empat. Artinya, broker lebih menjagokan Bali United menang. Sehingga bursa yang dipasang di Bali United untuk menang, akan lebih banyak dibandingkan Arema yang koefisiennya 2.

Sementara, dua situs prediksi lainnya, memprediksi Arema cuma bisa imbang. Hanya saja, prediksi ini tak dihiraukan Milo. Dengan waktu yang semakin mepet untuk meraih poin, Milo menegaskan ingin happy ending di Arema.

“Kami mencari happy ending di kandang. Kami akan siapkan solusi untuk meraih hasil baik di Stadion Kanjuruhan, karena ini kandang terakhir di Liga 1 Indonesia 2019,” ujar Milo kepada wartawan, Minggu siang.

Secara teknis, Arema tampil dengan hampir seluruh penggawa andalannya. Mulai dari Arthur Cunha, Hamka Hamzah, Johan Ahmad Farizi, Hendro Siswanto, Makan Konate, Hanif Sjahbandi, Dendi Santoso, M Rafli sampai Rivaldi Bawuo. Milo menegaskan anak-anak asuhnya tak akan menyerah sampai garis finish liga.

“Kami tetap mencari solusi, dan tidak akan pernah menyerah sampai akhir, kami sangat siap memberikan 100 persen untuk laga ini,” tambah Milo.

Dari sisi mental tim, Milo menyebut Arema sedang mencari kebangkitan di penghujung musim. Setelah enam kali berturut-turut tak pernah menang, laga kandang terakhir ini adalah katalis untuk mencuat naik ke papan atas klasemen.

Dalam enam laga terakhir, Arema kalah empat kali, dan imbang dua kali. Empat kekalahan terjadi di luar kandang. Sementara, dua hasil imbang, tercatat di Stadion Kanjuruhan. Kekalahan paling berat terjadi saat Arema digulung PSIS Semarang 5-1. Namun, kekalahan paling memalukan dan menciderai suporter adalah saat dihajar Persebaya 4-1 di Batakan Balikpapan.

Karena itulah, Milo ingin lepas dari rasa frustasi ini dan memakai Bali United sebagai sasaran tembak. Peluang itu terbuka meski semua prediksi pesimis dengan kemenangan Arema. Sebab, Bali United sendiri tidak full team melawan tim berjuluk Singo Edan. Eko Purdjianto, asisten pelatih Bali United, menyebut 20 pemain yang dibawa ke Malang, adalah pemain minim pengalaman tanding di liga.

“Bali datang dengan membawa 20 pemain, yang dibawa adalah mereka yang minute play kurang. Kami ingin memanfaatkan dua laga terakhir untuk menambah pengalaman tanding. Kami tidak takut lawan Arema, walaupun Arema tim besar, ini kesempatan bagi pemain,” papar Eko di kantor Arema.

Sebab, dua laga terakhir ini adalah laga penilaian bagi para pemain pelapis dan anak-anak muda Bali United. Nasib mereka akan ditentukan dengan dua laga sisa sebagai evaluasi penentu. Jika mereka tampil sesuai ekspektasi, maka bukan tak mungkin akan dipertahankan musim depan.

Sebaliknya, jika performa mereka di bawah harapan, maka pencoretan bukan hal mustahil. “Salah satu alasan kami membawa pemain minim minute play dan mengistirahatkan pemain starter adalah untuk evaluasi juga,” tutup Eko. (fin/ary/Malangpostonline.com )

Editor : Ary
Uploader : irawan
Penulis : fin
Fotografer : ya

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU