Pelatih Baru Arema FC, Gaji Gomez Termahal Sejak Arema Berdiri

  • 03-01-2020 / 09:05 WIB
  • Kategori:Arema
Pelatih Baru Arema FC, Gaji Gomez Termahal Sejak Arema Berdiri

Malangpostonline.com - Arema FC resmi mengumumkan Gomez Roberto Mario Carlos sebagai pelatih kepala untuk musim 2020. Hal ini diumumkan oleh Media Officer Arema Sudarmaji kepada awak media, Kamis (2/1) pukul 10.00 WIB. Gomez mencatat sejarah baru di Arema FC, sejak tim ini berdiri, ia adalah pelatih dengan gaji tertinggi.

“H. Ruddy Widodo sebagai Manager Arema FC resmi memilih jajaran pelatih sebagai berikut, Head Coach : Gomez Roberto Mario Carlos asal Argentina atau bisa akrab dipanggil Ebes Mario Gomez,” kata Sudarmaji.

Selain Gomez, Arema juga mengumumkan Charis Yulianto, Kuncoro dan Singgih Pitono sebagai asisten dari pelatih kepala.

Untuk pelatih kiper, Arema mengumumkan Martin Gonsalves Felipe Americo dari Brasil dan Marcos Gonzales asal Argentina sebagai pelatih fisik. Seluruh asisten dan pelatih kepala sudah menandatangani kesepakatan untuk bekerja bersama Arema sampai tahun 2020 berakhir.

“Pimpinan manajemen Arema FC telah melakukan ikatan kontrak selama 12 bulan untuk posisi jajaran pelatih musim kompetisi 2020,” tutur Sudarmaji.

Sosok Gomez sudah malang melintang di dunia sepak bola Indonesia. Datang kali pertama sebagai pelatih kepala Persib Bandung, dia membesut Borneo FC, dan akhirnya menukangi Arema FC.

Namun, jauh sebelum masuk Indonesia, Gomez sudah mencicipi rasanya melatih di dua kompetisi sepak bola terpopuler di dunia. Yakni, Liga Spanyol dan Liga Italia. Dia dibawa oleh Hector Cuper dari Lanus tahun 1999, ke RC Mallorca La Liga tahun 1999, Valencia tahun 1999-2001, dan Inter Milan pada tahun 2001-2003.

Setelah berkutat bersama Hector Cuper, barulah Gomez menapaki karir pelatih. Mulai tahun 2004 sampai sekarang, Gomez sudah menukangi 14 klub, Arema adalah klub ke-15. Selama itu pula, Gomez tak pernah menganggur dan selalu aktif melatih dari musim ke musim. Dia pernah membawa Johor Darul Ta’zim juara AFC Cup dan menyabet gelar pelatih terbaik Malaysia tahun 2015.

Namun, Gomez belum pernah membawa klub Indonesia meraih gelar juara liga, yaitu Persib Bandung dan Borneo FC. Meski demikian, sosok Gomez dinilai membawa harapan bagi Arema tahun 2020. Ruddy Widodo, manajer Arema FC, menyebut harapan tersebut tersirat dari besaran gaji yang akan diterima oleh Gomez.

Tanpa menyebutkan nilai gajinya, Ruddy memastikan Gomez adalah pelatih dengan gaji tertinggi sepanjang sejarah Arema berdiri.

“Kami tegaskan kami sangat serius untuk mendatangkan dia sebagai pelatih. Bahkan, kami pastikan pula angka untuk dia adalah angka tertinggi sepanjang Arema bediri,” jelas Ruddy.

Menurut Ruddy, Gomez dipilih karena pembuktiannya sebagai pelatih Borneo FC selama musim 2019. Dengan materi pemain yang ada, Borneo FC mampu finish di posisi 7 di akhir kompetisi, dengan rekor 12 kali menang, 15 kali imbang dan tujuh kali kalah. Catatan ini cukup menjanjikan.

Karena, Gomez mampu membawa Borneo FC sebagai tim dengan kekalahan paling sedikit di Liga 1 Indonesia 2019. Borneo FC juga masuk empat besar tim liga dengan produktivitas paling tinggi, yaitu mengoleksi 55 gol, sejajar dengan Madura United, hanya kalah dari Persebaya dengan 57 gol, dan Arema FC tim paling produktif tahun 2019 dengan koleksi 59 gol.

Jika melihat reputasi Gomez sebagai pelatih di Borneo FC yang mampu mencatatkan kekalahan paling sedikit, maka capaian itu yang dibutuhkan oleh Arema 2020. Dari segi produktivitas, selama Arema memiliki Dedik Setiawan, Dendi Santoso dan Makan Konate, kehadiran Gomez bakal melengkapkan kebutuhan tim.

Yaitu, banyak mencetak gol, dan sulit dikalahkan. Aremania Kanjuruhan, Awang mengatakan bahwa dia berharap Gomez bisa mencapai target yang dibebankan manajemen, serta memberikan prestasi yang lebih baik dari tahun 2019. Namun, Awang menyebut bahwa harus ada keseimbangan kualitas antara tim pelatih dan skuad.

“Tak hanya pelatih yang bagus dan mahal, pemain juga harus mumpuni. Karena, Arema itu unik. Sukses di klub lain, belum tentu bisa sukses di Arema. Karena di Arema tekanan suporter tinggi. Karena itu, modalnya harus lengkap, pemain bagus, pelatih bagus juga,” tutup Awang.(fin/ary)

 

Editor : Ary
Uploader : slatem
Penulis : fin
Fotografer : ist

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU