Total Denda Arema Rp 1,020 Miliar, Bisa Untuk Belanja Pemain Bintang

  • 09-01-2020 / 22:04 WIB
  • Kategori:Arema
Total Denda Arema Rp 1,020 Miliar, Bisa Untuk Belanja Pemain Bintang

Malangpostonline.com – Akhirnya terbukti. Ancaman sanksi denda atas kejadian penyalaaan flare dan kembang api pada pertandingan Arema FC melawan Bali United di Stadion Kanjuruhan, 16 Desember 2019 lalu jadi keputusan Komdis PSSI, Rabu (8/1).

Diputuskan, Arema FC harus membayar denda sebesar Rp 200 juta atas insiden yang terjadi pada laga home terakhir Singo Edan itu. Denda tersebut, melengkapi sederet sanksi lainnya yang diterima Arema sepanjang Liga 1 2019.

Adanya tambahan Rp 200 juta ini membuat total sanksi denda Arema selama 2019 adalah Rp. 1.020.000.000 atau Rp 1,020 miliar. Total denda ini naik 45 persen dari sanksi tahun 2018 yang totalnya Rp 560 juta. Sedangkan total denda musim 2017 adalah Rp 475 juta.

Khusus sanksi yang terakhir di tahun 2019 sebesar Rp 200 juta merupakan denda terbesar dari sembilan kali denda sebelumnya.  Itu sudah jadi komitmen Komdis bahwa denda bakal terus naik, ketika pelanggaran terjadi berulang.

Apalagi, di laga home terakhir, kala menjamu Persija, sanksi denda sudah mencapai Rp 150 juta. Sehingga saat terjadi pelanggaran lawan Bali United, sanksinya Rp 200 juta. Denda yang sudah diprediksikan sebelumnya bakal diterima Arema.

Sanksi ini adalah hasil pelanggaran oleh Aremania karena kecewa atas prestasi tim Arema yang di akhir kompetisi justru menurun. Meski aksi lempar flare itu disebut-sebut juga bagian dari bentuk protes  Aremania yang menginginkan Arema kembali bersatu. 

“Kami paham kekecewaan mereka, setelah tim kalah dari laga away. Kedepannya kami ingin semua bisa omong-omongan untuk memecahkan masalah,” ungkap Ketua Panpel Arema, Abdul Haris berharap musim 2020 tidak terjadi lagi aksi supporter yang merugikan tim.

Sementara itu, dengan adanya sanksi denda hingga Rp 1 miliar lebih itu menjadi pelajaran berharga bagi manajemen Arema. Lantaran denda sebesar itu cukup memberatkan bagi tim seperti Arema yang di awal musim ini harus berburu pemain berkualitas.

“Denda ini sanksi yang berat saat kami belum mengawali kompetisi 2020. Denda ini jadi pelajaran berharga agar tak terus berulang. Kami harap musim 2020 nihil pelanggaran. Manajemen menerima ajakan untuk bermusyawarah dengan semua pihak terkait sanksi musim lalu,” ungkap Sudarmaji, Media Officer Arema.

Musyawarah ini tentunya dengan supporter yang selama ini jadi pemicu adanya sanksi berupa denda. Padahal dari nilai denda Rp 1 miliar lebih itu, harusnya bisa dibuat untuk belanja pemain bintang yang diharapkan Aremania. (bua)

Editor : bua
Uploader : slatem
Penulis : Buari
Fotografer : Firman

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU