Menolak Main di Malang Ternyata Hoax, Aji: Itu Bukan Kata-kata Saya

  • 17-02-2020 / 16:35 WIB
  • Kategori:Arema
Menolak Main di Malang Ternyata Hoax, Aji: Itu Bukan Kata-kata Saya Aji Santoso (www.persebaya.id)

Malangpostonline.com - Menyusul batalnya laga semifinal Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, disebut-sebut lantaran tim Bajul Ijo menolak main jika tak di tempat netral. Khususnya di media sosial, membuat makin panas jelang derby Jatim di ajang Piala Gubernur Jatim 2020 ini.

Apalagi pernyataan agar laga digelar di tempat netral tersebut dikaitkan dengan pelatih Persebaya, Aji Santoso. Hingga akhirnya, venue semifinal benar-benar dipindah ke Kota Blitar. Belakangan Aji memberi klarifikasi, bahwa pernyataan menolak main di Malang itu hoax

Dengan statusnya sebagai pelatih Persebaya, dalam pernyataan tersebut Aji akan mundur bersama Persebaya dari turnamen. Selain itu, dia menilai ada keberpihakan dari turnamen tersebut. Hal ini pun membuat gaduh media sosial. Namun, Aji menegaskan, itu bukanlah pernyataannya.

“Mereka emosi, wajar. Saya menyadari kalau ada pernyataan seperti itu. Tapi, saya memastikan itu bukan kata-kata saya. Saya juga punya etika dimanapun saya melatih atau bermain dan saya juga tidak bermain medsos apapun itu,” tuturnya.

Ia mengatakan, rivalitas itu hanya 90 menit di lapangan. Setelah itu, selesai. “Kita lihat olahraga apapun, misalkan tinju, tarung bebas. Mereka hanya bertarung di gelanggang. Selesai ya bersalaman,” tandas dia.

Menurut Aji, timnya menerima keputusan panpel Piala Gubernur Jatim 2020 terkait pemindahan venue dari Stadion Kanjuruhan ke Stadion Soeprijadi Kota Blitar. Termasuk menerima perubahan jadwal pertandingan, digelar Selasa (18/2) besok.

"Makanya, kemarin saya sampaikan, main di mana saja, bagi saya pribadi dan tim Persebaya, tidak ada masalah. Mau main di Malang, Bangkalan, atau Surabaya. Sekarang kami pindah ke Blitar. Ya sudah, saya mengikuti aturan yang sudah ditentukan oleh panitia," ujarnya.

Aji Santoso merasa tidak mendapat kendala, meski tim Persebaya harus pindah kota lagi untuk melakoni laga itu. Padahal, sejatinya Minggu sore kemarin timnya berangkat ke Malang.

Ia mengatakan, dirinya tidak mempermasalahkan hal tersebut, karena sejatinya Piala Gubernur Jatim 2020 adalah agenda pramusim. Pada masa tersebut, Persebaya juga sedang mempersiapkan skuad untuk menyambut kompetisi musim ini.

"Piala Gubernur Jatim ini pertandingan pramusim yang tujuannya untuk mengevaluasi kekurangan-kekurangan apa yang harus dibenahi dalam kompetisi. Tapi ya itu, kami ikut aturan panitia saja," kata pelatih berusia 49 tahun itu. (ley/bua)

 

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

Editor : bua
Uploader : rois
Penulis : ley
Fotografer : ist

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU