Ada Nyanyian Rasis di Ujung Laga, Polisi Tembakkan Gas Air Mata

  • 14-03-2020 / 23:04 WIB
  • Kategori:Arema
Ada Nyanyian Rasis di Ujung Laga, Polisi Tembakkan Gas Air Mata

Malangpostonline.comMAGELANG - Kerusuhan terjadi di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Sabtu (14/3) sore, di menit-menit akhir, tepatnya sejak menit 88', hanya sesaat sebelum babak tambahan. Terjadi aksi lempar-lemparan antara tribun VIP barat sisi utara yang berisi Aremania, dengan tribun barat sisi tengah dan selatan yang berisi suporter PSIS Semarang.

Akibatnya, wasit Fariq Hitaba langsung membunyikan peluit tanda berakhirnya pertandingan saat injury time kurang dua menit, masih berjalan kurang dari satu menit. Aksi ini membuat kedua tim yang selesai bertanding, harus tertahan di stadion sampai pukul 18.30 WIB.

Dari pantauan Malangpostonline.com, kerusuhan ini berawal dari aksi saling ejek.
Sekalipun, suporter Panser Biru di belakang gawang sudah memberi sambutan selamat datang dan dibalas dengan terima kasih oleh Aremania di awal babak. Situasi ini langsung keruh karena ada kelompok suporter lain. Kebanyakan dari mereka tidak beratribut dan melontarkan ejekan dan kata kasar kepada Aremania sejak awal babak pertama.

Salah satu Aremania Magelang, Kevin, menyebut bahwa situasi keruh karena adanya ujaran rasis yang dilontarkan kepada Aremania. “Ada ujaran rasis, dari ujaran rasis, kami membalas, dan akhirnya lempar-lemparan, ada provokator, dari tribun barat ke tribun timur,” ujar Kevin kepada wartawan.

Akibatnya, situasi memanas dan meledak di penghujung laga. Pengamanan tak mampu membendung suporter dari tribun ekonomi tanpa atribut. Mereka melompati pagar tribun ekonomi, turun dan mendatangi tribun VIP tempat Aremania. Sehingga, polisi berpakaian Dalmas, langsung mengeluarkan tindakan tegas.

Tembakan gas air mata diarahkan ke seluruh tribun yang rusuh. Suporter berhamburan. Mereka mengalami sesak napas dan iritasi mata. “Pedih ke mata, sesak,” ungkap Kevin lagi.

 Aremania sempat tertahan di tribun VIP sampai Stadion Moch Soebroto benar-benar kosong.

Mereka baru dipulangkan setelah seluruh jalan keluar dari kawasan Stadion Moch Soebroto, disisir oleh petugas berkendaraan motor trail dan bersenjata pentungan. (fin/ley)

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

Editor : ley
Uploader : slatem
Penulis : fin
Fotografer : fin

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU