Memulangkan Sepak Bola Atau Dipulangkan Kroasia

  • 11-07-2018 / 00:36 WIB
  • Kategori:Piala Dunia
Memulangkan Sepak Bola Atau Dipulangkan Kroasia grafis: Irawan, tem/mp

MOSKOW–Duel semifinal antara Kroasia melawan Inggris di Luzhniki Stadium, Moskow, Kamis (12/7) dini hari nanti pukul 01.00 WIB adalah ajang pertaruhan para pemainnya. The Three Lions, julukan Inggris, lebih diunggulkan karena dihuni para pemain Premier League. Mereka ingin menggendong piala dunia dan memulangkan sepak bola ke tanah Britania Raya. Syaratnya, menaklukkan The Blazers, julukan Kroasia di ajang semifinal. Gagal menang, berarti dipulangkan, dipermalukan!

Ya, seluruh penggawa Inggris adalah para pemain Premier League. Sejak timnya gemilang melaju ke semifinal, fans The Three Lions kerap kali menyanyikan ‘football is coming home’. Sebab, Inggris dianggap sebagai asal muasal sepak bola. Jika Inggris memenangi laga melawan Kroasia, langkah memulangkan sepak bola akan lebih mudah.

Namun, apakah Kroasia bakal menjadi lawan mudah.  Tentu tidak, sebab pemain Kroasia memiliki motif berbeda. Andrej Kramaric, menyebut Inggris telah membuat kesalahan karena tak memberi pemain seperti dirinya, kesempatan untuk berlaga di liganya. Pemain ini dalam kondisi sangat percaya diri.

“Bagi saya Inggris adalah cerita spesial. Inggris adalah pintu keluar saya dari rumah menuju liga negara lain,” kata Kramaric.

Pada tahun 2015/2016 lalu, Kramaric bermain satu musim saja untuk Leicester City, dan jarang mendapatkan kesempatan. Sekarang, Kramaric yang menjadi andalan lini depan Kroasia, adalah pemain 1899 Hoffenheim. Secara kasta, klub asal Jerman memang kalah kelas ketimbang Leicester City di Inggris.

Namun, karena hal inilah, Kramaric meyakini dirinya akan mempermalukan Inggris di fase semifinal. “Dulu semuanya seperti baru, dalam situasi seperti itu, saya tidak bisa bermain untuk Leicester karena semua yang mereka punya. Menyenangkan menghabiskan waktu dulu di Leicester,” tambahnya.

Asa Kramaric untuk mempermalukan Inggris, bakal bergantung pada suplai lini tengah kepada striker seperti dirinya. Karena itulah, peran Luka Modric akan sangat krusial bagi kemenangan Kroasia di semifinal melawan The Three Lions. Modric sampai saat ini, dikenal sebagai motor serangan Kroasia dan tak akan berhenti sampai timnya memenangkan pertandingan.

Jermain Jenas, mantan rekannya di Tottenham Hotspurs, menyebut sosok Modric sebagai pemain ambisius.

“Dalam kamus Modric, hanya ada kata menang, menang, menang. Itulah yang saya rasakan ketika bermain satu tim bersamanya di Tottenham dahulu. Ini juga yang ditampilkan Modric di Piala Dunia,” jelas Jenas.

Tapi, Inggris juga tak akan membiarkan Modric maupun Kramaric jumawa. Karena, Jesse Lingard dkk memiliki misi untuk meraih partai final pertamanya setelah 52 tahun berpuasa trofi juara. Ashley Young, gelandang sekaligus roh serangan Inggris bersama Raheem Sterling, bahkan mengatakan timnya saat ini sangat fokus. Sekaligus tak terpengaruh selebrasi sementara saat menang atas Swedia.

“Kami belum memenangkan apapun. Tidak ada manfaatnya berselebrasi sekarang. Memang, kemenangan adalah hal yang bagus. Tapi, perayaan kami membisu karena kami semua tahu, masih ada pertandingan besar yang menanti,” ungkap Young ketika disinggung soal Timnas Kroasia.

Menurutnya, sosok Harry Kane, beserta para pemain lainnya, membawa spirit luar biasa bagi Timnas Inggris. Dengan arahan Gareth Southgate yang disebut sebagai pembawa revolusi bagi gaya main sepak bola The Three Lions, Young mengaku spirit timnya berada di jalur yang benar untuk meraih gelar juara.

“Kami masih harus bermain, tapi spirit tim ini fantastis. Kami sudah recovery, dan bersiap dengan cara yang benar,” tutup Young.(fin/ary)

Editor : Ary
Uploader : slatem
Penulis :
Fotografer :

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU