Sepak Bola Show Utama, Ribuan Fans Serbu Champs-Elysees

  • 17-07-2018 / 02:34 WIB
  • Kategori:Piala Dunia
Sepak Bola Show Utama, Ribuan Fans Serbu Champs-Elysees RAYAKAN JUARA: Warga Paris dan Fans Prancis memenuhi Champs-Elysees merayakan gelar juara piala dunia kedua.

TIDAK ada pidato Presiden FIFA Gianni Infantino. Tidak ada seremoni tendangan bola pertama oleh Presiden Rusia Vladimir Putin. Atau, seperti yang jamak terjadi di negara yang sepak bolanya berada di peringkat ke-164 dunia, tidak ada acara-acara lain yang tidak penting dan justru merusak suasana sebelum kick-off.

Presiden Prancis Emmanuel Macron duduk manis di tribun kehormatan Sta­dion Luzhniki, Moskow. Demikian juga dengan Presiden Kroasia Kolinda Grabar-Kitarovic. Keduanya tidak dipaksa turun untuk menyalami pemain kedua tim, misalnya. 

Dua pemimpin negara yang sedang ‘’bermusuhan’’ itu dipisahkan oleh kursi Infantino dan Putin. Macron di sebelah kanan Infantino. Sedangkan Kitarovic tampil sporty tapi chic dengan jersey Kroasia dan celana cream di sebelah kiri Putin. 

Memang, ada acara hore-hore se­be­lum final Piala Dunia 2018. Ratusan penampil melakonkan koreografi yang apik. 

Mereka membawa puluhan bola buatan yang menggambarkan kota-kota tuan rumah Piala Dunia 2018. Diringi alunan musik yang membakar puluhan ribu penonton di stasiun bersejarah kebanggaan Rusia itu.   

Klimaksnya adalah kemunculan tiga bintang pelantun official song Piala Dunia 2018, Live it Up. Mereka adalah Nicky Jam, Era Istrefi, dan aktor Will Smith. Yang pertama tampil adalah Jam. Dia membawakan salah satu hitsnya bersama J Balvin, X. Asyik buat joget tipis-tipis. 

Kemudian, Istrefi muncul. Penyanyi cewek berdarah Kosovo-Albania itu tampil atraktif dengan bodysuit hitam yang ditutup jaket warna perak. Juga cutout pants berwarna senada yang cute. Mereka lalu berduet membawakan Live It Up. Di tengah lagu, Will Smith berlari ke panggung dan melantunkan bagian rap-nya. 

Begitu tiga bintang itu turun panggung, ada aksi lain yang tidak kalah pecah. Yakni, penampilan legenda sepak bola Brasil Ronaldinho. Mantan bintang Barcelona itu menunjukkan kelihaian bermain bongo dengan diiringi beberapa penari latar. Seru dan menghibur.

Rangkaian acara hiburan itu hanya berlangsung 15 menit. Tidak lebih. Persis seperti penampilan Robbie Williams dan artis pendukung lain menjelang laga pembuka pada 14 Juni lalu. Singkat, padat, dan mengena. Sepuluh menit menjelang kick-off, lapangan kembali bersih. Kembali hijau. Saatnya memulai pertunjukan utama malam itu. Yakni, laga antara Prancis melawan Kroasia.

Inilah saat yang ditunggu-tunggu pencinta bola sesungguhnya. Dinanti jutaan warga Prancis dan Kroasia. Juga ratusan juta bahkan miliaran penghuni bumi lainnya. Seheboh apapun acara hiburan yang disuguhkan, tetap saja orang menantikan pertandingannya. Fans Prancis ingin menyaksikan aksi Hugo Llaris dkk. Pendukung Kroasia ingin melihat penampilan Luka Modric dkk.

Selamat untuk Les Bleus yang meraih gelar kedua. Terima kasih kepada Vatreni—sebutan Kroasia—yang menunjukkan perjuangan pantang menyerah pada final pertamanya sepanjang sejarah. Inilah sepak bola. Mengutip situs hiburan 9gag, Prancis boleh memenangkan piala. Tapi Kroasia memenangkan hati kita.    

Keseruan di Rusia telah berakhir. Sebanyak 64 pertandingan selesai dipanggungkan. Bagaimana dengan Qatar? Akankah tuan rumah Piala Dunia 2022 itu bisa menghadirkan pengalaman yang tidak terlupakan? 

Masih ada waktu bagi Qatar untuk berbenah. Empat tahun mungkin terasa sangat singkat. Namun, banyak hal bisa dilakukan dalam periode tersebut. Qatar tidak tinggal diam. Mereka belajar banyak kepada Rusia. Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 180 orang diterjunkan langsung di 11 kota tuan rumah Piala Dunia 2018. 

Mereka menjelajahi Moskow, Saint Petersburg, Samara, Sarank, Nizhny Novgorod, Kazan, Rostov-on-Don, Kaliningrad, Ekaterinburg, Volgograd, dan Sochi selama enam pekan.

Tidak hanya itu, Qatar juga membuka arena promosi virtual di dua kota. Moskow dan Saint Petersburg. Selama dua pekan, lebih dari 25 ribu orang mengunjungi dan menikmati sajian kampanye Qatar sebagai host Piala Dunia 2022. Negeri Timur Tengah itu menjanjikan atmosfer Piala Dunia yang unik. Lain daripada yang lain. Seperti apa? Kita tunggu saja.

Sementara itu, kemenangan Prancis atas Kroasia di final Piala Dunia 2018 mendapat sambutan luar biasa dari jutaan warga Prancis. Warga di kota mulai dari Paris hingga Marseille, dan dari Lyon hingga Lille  menyambut suka cita kemenangan tersebut.

Di ibukota Paris, sebanyak 90 ribu orang menyaksikan siaran langsung bersama melalui layar besar di dekat Menara Eifel, kesemarakan terlihat dengan bunyi-bunyian klakson, kibaran bendera nasional serta lautan massa dengan baju merah-putih-biru.

Kembang api pun diluncurkan ke udara di tengah riuh suara klakson mobil untuk merayakan keberhasilan Prancis meraih Piala Dunia kedua kalinya.

Pekik, “kami sang juara” terdengar mulai dari Sacre Coeur di utara Paris hingga Sorbonne.

Suasana serupa juga terjadi kota kota Marseille, Lyon, Lille, Bordeaux dan kota-kota lainnya di Prancis.

Bahkan sebelum wasit meniup peluit akhir pertandingan, sekumpulan orang sudah berkumpul Champs Elysee, dan bersiap menuju Arc de Triomphe, tempat yang biasa dipakai untuk perayaan besar, termasuk untuk parade Hari Bastille sehari sebelumnya. 

“Apa yang mereka lakukan luar biasa. Pogba, Mbappe, Grizou mereka terbaik dunia,” kata Josh yang sengaja datang dari Inggris ke Paris.

Sekitar 250 ribu orang diperkirakan bakal memenuhi Champs Elysees dan Place de la Concorde.

Sementara itu di Moskow, di mana puluhan ribu warga Prancis datang untuk mendukung timnya, rasa haru dan gembira berbaur di dalam lautan warga merah-putih-biru.(candra wahyudi/bol/jpg/ary)

Editor : Ary
Uploader : irawan
Penulis :
Fotografer :

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU