Lagi, Malaysia Kalahkan Indonesia

Gagal Manfaatkan Peluang

  • 20-11-2019 / 07:24 WIB
  • Kategori:Bola Dunia
Gagal Manfaatkan Peluang

Malangpostonline.com, KUALA LUMPUR - Pil pahit bagi Skuad Garuda Indonesia pada leg kedua Laga Kualifikasi Piala Dunia di Stadion Bukit Jalil Kuala Lumpur Malaysia, Selasa (19/11) tadi malam. Indonesia kalah 2-0 di depan 75.434 ribu penonton. Sebenarnya Greg Nwokolo dkk banyak mendapat peluang, termasuk satu penalti gagal diekskusi Osas Marvellous Ikpefua.

Sejak menit awal, Indonesia langsung mendapat serangan dari duet Safawi dan Sumareh. Namun berkali-kali berhasil dihadang oleh Yanto Basna. Percobaan serangan sempat dimotori Hendro Siswanto dan Septian David Maulana dari sisi kanan pada menit awal. Tapi kandas, sebaliknya Malaysia lebih efektif melancarkan serangan balik dimotori Safawi. Giliran Otavio Dutra yang bertugas menghadang. Peluang Indonesia  kembali datang pada menit 03’ melalui umpan matang Septian David ke Greg Nwokolo namun bola berhasil dihadang pemain belakang Malaysia.

Greg paling rajin menunjukkan aksi individu, ia juga membangun serangan dengan Bayu Pradana. Namun pemain belakang Malaysia lebih kokoh.

Febri Hariyadi dari sisi kanan mendapat peluang beberapa kali. Namun tendangannya masih melebar di atas mistar gawang Malaysia. Sebaliknya, Sumareh berkali-kali menekan dari tengah, bekerjasama dengan Safawi. Momen paling berbahaya datang di menit 12.35 tendangan  Sumareh di muka gawang masih melebar. Ini momen paling berbahaya sepanjang serangan dari Malaysia.

Yanto Basna sering kewalahan mengatur lini belakang karena berhadapan dengan Sumaweh dan Safawi. Sumareh jadi mesin tempur Harimau Malaya. Ia pemain yang juga berani bertumbukan. Tercatat satu kali, ia membuat pelanggaran kepada M. Ichsan di menit 17.56.

Indonesia masih sering gagal memanfaatkan peluang emas. Salah satunya pada menit 19.37. Umpan Greg ke Febri Hariyadi tidak bisa berbuah gol, padahal ia sudah berhadapan dengan kiper. Serangan ini berhasil dihadang  kiper Malaysia. Meski harus dibayar mahal, pada menit 21.51 kiper Malaysia  Khalid diganti Farizal. Itu karena cedera ketika menghadang serangan Febri dan Greg.

Petaka datang ketika Malaysia menyerang pada menit  27.41. Serangan harus ditahan dengan pelanggaran Yanto Basna kepada Safawi. Ketika tendangan bebas, Corbin dan Safawi bersiap menghadap bola. Ternyata Safawi yang mengirim tendangan dan menjebolkan gawang M. Ridho pada menit 29.07.

Bukannya tak membalas, Indonesia mendapat  tendangan pojok pertama pada menit 34.33. Namun berhasil berhasil digagalkan lawan. Malah serangan kembali pada 36.14 hanya menciptakan sklimit di depan gawang Malaysia. Serangan berbuah sepak pojok, tapi bola berhasil diamankan kiper Malaysia. Jelang akhir babak pertama, Septian berusaha menyerang sendirian. Tapi sayang, tendangannya bisa diatasi kiper pengganti. Skor akhir tidak berubah meskipun ada tambahan waktu dua menit. Hingga peluit ditiup oleh Wasit Alireza Faghani dari Iran.

 

Upaya Tim Garuda Kerap Gagal

Sejak awal babak kedua, skuad Garuda langsung mendapat serangan dari kerjasama Sumareh dan Brendan Gan. Bahkan terpaksa pada menit 50.07 Febri harus membuat pelanggaran kepada Corbin Ong Lawrence. Skuad Garuda sebenarnya bukannya tak berusaha. Septian, Greg dan Febri mencoba membangun kerjasama trisula. Hanya saja, upaya mereka kandas karena ketatnya pertahanan lawan. Sebaliknya, beberapa kali Sumareh dkk masih bisa memberikan serangan balik.

Peluang datang pada menit 59.00, ketika terjadi pelanggaran Sumareh ke Gavin. Tendangan bebas diambil oleh Febri Hariyadi. Lagi-lagi bola berhasil diselamatkan pemain belakang. Sempat berbuah sepak pojok tapi lagi-lagi bisa diselamatkan tim Harimau Malaya. Tak mau berhenti, Gavin dan Febri mencoba membangun serangan dari sayap kanan. Tapi upaya mereka selalu terhenti sebelum masuk kotak 12.

Menit 63.00 terobosan dari sektor belakang ke Osas tidak maksimal. Justru serangan balik bergelombang, datang dari Malaysia. Melalui kinerja Sumaweh berhasil melesakkan satu tendangan ke arah gawang M. Ridho.

Meskipun bolanya melayang jauh di atas mistar. Serangan ini membuktikan Malaysia memiliki strategi yang optimal untuk menajamkan serangan. Para pemainnnya seperti berlapis dan selalu mendapatkan bola.

Sebaliknya, upaya serangan Timnas selalu berhasil dipatahkan lawan. Salah satunya dengan merusak konsentrasi di sektor tengah. Pelanggaran-pelanggaran kerap dibuat pemain Malaysia di sektor tengah.

Untuk menambah pasokan bola ke sektor depan, Yeyen Tumena memasukkan Dendi Santoso. Pemain Arema ini menggantikan Septian David Maulana di menit 67.00. Hanya saja, tampai semenit berselang, serangan mematikan dilancarkan Malaysia dari sektor kanan. Pada momen ini,  penyelamatan gemilang dilakukan M. Ridho di menit 68.30.

Umpan tinggi dari Dendi Santoso kepada Osas nyaris memberi peluang gol di menit 70. Sayangnya, wasit meniup peliut pelanggaran, sebab tubuh Osas berbenturan dengan kiper Malaysia. Menit 72 gol dari Safawi.

Pada menit 76 pelanggaran terjadi terhadap pemain Malaysia, berbuah tendangan bebas di sektor kanan Malaysia. Cukup berbahaya karena dekat dengan gawang Ridho. Beruntung bolanya jauh dari mistar.

Penalti menit 81.00 dieksekusi Osas dan berhasil digagalkan kiper Malaysia. Tendangan bebas dari Malaysia di menit 83.55 melayang di atas mistar gawang, tendangan ini dihasilkan dari serangan individu pemain Malaysia yang dihadang keras pemain Timnas. Menit 86.00 serangan dari Malaysia nyaris menjadi gol andaikan tidak melebar tipis ke sisi kanan gawang Ridho.

Menit 90 Indonesia mendapat tendangan pojok tapi tak mampu masuk ke kotak 12. Malah serangan balik dari Malaysia hampir saja berbuah gol di gawang Ridho. Beruntung bola bisa dihalau sehingga hanya menciptakan tendangan pojok untuk tim tuan rumah.

Selepas pertandingan, pelatih sementara Indonesia, Yeyen Tumena mengatakan, timnya sudah bermain baik dan sesuai dengan game plan mereka. Akan tetapi, dalam sebuah laga penting, apalagi bertitel internasional, kehilangan peluang membuat gol, maka Indonesia harus membayar mahal dengan kekalahan.

“Dalam level internasional seperti itu, kita tidak boleh melewatkan kesempatan untuk membuat gol. Apalagi, lawan justru membuat gol melalui kesalahan kami sendiri,” papar dia.

Ia tidak segan mengatakan, kekalahan Timnas Garuda adalah hadiah dari para pemain Indonesia sendiri. Selain gol lawan berawal dari kesalahan bek Yanto Basna, dua peluang emas yang seharusnya bisa menjadi gol, gagal dilesakkan oleh pemain seperti Febri dan Osas Saha. Febri gagal membuat gol setelah berhadapan satu lawan satu dengan kiper lawan. Sedangkan Osas justru menendang penalti sangat lemah yang bisa digagalkan oleh penjaga gawang cadangan, M. Farizal.

“Tetapi apapun itu, saya tetap angkat topi terhadap kerja keras para pemain yang sudah menjalankan taktik sesuai rencana awal. Walaupun hasilnya tidak baik. Selamat untuk Malaysia, yang menang, tetapi kami lebih banyak peluang,” terangnya.

Yeyen pun membela Osas yang gagal mengeksekusi penalti, sekalipun Indonesia harus kehilangan momen kebangkitan karena kegagalan tersebut. “Semua pemain bisa gagal penalti, Maradona dan Messi pun bisa gagal. Apapun itu, pertandingan hanya 90 menit dan hasil sudah ada, kita tidak bisa mengubahnya,” tutur dia.

Secara keseluruhan, dia memberikan angka 6,5 kepada para pemain Indonesia. Nilai tersebut dia anggap layak, ketika melihat permainan bagus pemainnya, namun gagal memaksimalkan peluang dan membuat kesalahan fatal di pertandingan.

“Nilai saya rasa pantas 6,5. Kami punya banyak chance, tapi tak bisa maksimal dalam penalti dan melakukan kesalahan sendiri,” tandas dia.

Sementara, Winger Febri Haryadi pun mengakui hal yang sama. Kekalahan Indonesia kemarin karena kegagalan memaksimalkan peluang, termasuk dirinya.

“Yang jelas secara pribadi dan tim, kami sudah berusaha semakismal mungkin. Kami tahu hasil tidak bagus, sungguh mengcewakan. Peluang banyak, tapi kami gagal memanfaatkan peluang dan kalah di pertandingan ini,” terangnya.

Sedangkan pelatih Malaysia, Tan Cheng Hoe mengakui, permainan Indonesia memang jauh lebih baik kali ini. Menurutnya, Indonesia lebih mempersiapkan diri dan bisa memberikan perlawanan sengit dalam pertandingan tersebut.

“Mereka tampil lebih baik kali ini. Pasti, setelah kalah 2-3 di pertemuan pertama, mereka memperbaiki penampilan,” ujarnya.

Dengan hasil tersebut Indonesia belum mengumpulkan satu poin dari lima laga di babak kualifikasi Piala Dunia 2022. Sebelumnya Indonesia kalah dari Thailand, Malaysia (home), Uni Emirates Arab dan Vietnam. (ley/ary/van/Malangpostonline.com)

Editor : van
Uploader : irawan
Penulis : ley
Fotografer : ley

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU