Andai Saya Coutinho dan Melihat Liverpool Saat Ini

  • 10-01-2020 / 09:46 WIB
  • Kategori:Bola Dunia
Andai Saya Coutinho dan Melihat Liverpool Saat Ini Andai Saya Coutinho dan Melihat Liverpool Saat Ini LIverpool makin melesat setelah Philippe Coutinho memutuskan pindah ke Barcelona. (Paul ELLIS / AFP)

Malangpostonline.com - Saya mengakhiri paruh pertama Bundesliga 2019/2020 dengan catatan pribadi yang cukup apik. Mencetak enam gol dan lima assist adalah torehan yang bagus untuk seorang gelandang serang.

Melansir CNN Indonesia, Bayern Munchen memang masih ada di posisi ketiga, tertinggal empat poin dari RB Leipzig. Namun saya yakin kami mampu menjadi juara. Toh musim lalu kami tampil buruk dan tetap berujung jadi juara Bundesliga di akhir musim.

Ini adalah musim pertama saya di Bayern Munchen. Meski memiliki catatan yang bagus, masa depan karier saya sedang tidak baik-baik saja. Status pemain pinjaman dari Barcelona membuat saya belum tahu ke arah mana saya bakal melangkah di akhir musim depan.

Ada saran-saran dan dukungan untuk mempermanenkan status saya di Munchen. Namun menilik sejarah, pemain termahal Munchen adalah Lucas Hernandez dengan nilai 80 juta euro musim lalu.

Di bawah Hernandez, tidak ada pemain mahal lain yang pernah direkrut Munchen dengan harga mahal. 'FC Hollywood' adalah klub yang hebat dalam membidik pemain dengan harga murah.

Kasus James Rodriguez juga jadi salah satu gambaran sikap Munchen. James tidak dipermanenkan oleh Munchen meski tampil cukup apik di klub tersebut.

Kembali ke Barcelona juga bakal jadi jalan yang sulit bagi saya. Dalam bursa transfer lalu, saya bahkan masuk proyek Barcelona untuk mengembalikan Neymar.

Hal itu berarti masa depan saya di Barcelona memang buram. Bila tidak, mungkin Barcelona tidak akan sukarela langsung mengiyakan proposal peminjaman oleh Bayern Munchen.

Situasi sulit saya saat ini berbanding terbalik dengan kondisi di Liverpool. 'The Reds' tengah terbang tinggi, sangat tinggi sekali di kompetisi musim ini.

Saya lalu teringat masa-masa ketika Liverpool menyelamatkan karier saya. Saat saya kesulitan mendapat kepercayaan Inter Milan, Liverpool menawarkan proposal transfer yang kemudian saya setujui.

Pindah ke Liverpool yang merupakan salah satu tim besar Eropa setelah tak dipercaya oleh Inter Milan adalah sebuah keajaiban. Saya masih bisa bermain di klub besar bahkan dipercaya mengenakan nomor punggung 10.

Di Liverpool kepercayaan diri saya bangkit dan perlahan saya jadi bagian penting tim ini. Ketika Steven Gerrard memutuskan pensiun, saya lalu dianggap jadi salah satu calon pemimpin Liverpool di masa depan.

Saya ingat gol-gol tendangan jarak jauh yang saya buat membuat pendukung di Anfield bersorak. Warna merah membara menyala diiringi keriuhan dan kegembiraan mereka.

Saat Juergen Klopp datang di awal musim 2015/2016, saya melihat Liverpool memulai sebuah proyek yang besar. Pemilik Liverpool yang selama ini sering dikecam coba memberikan jaminan kenyamanan kerja untuk Klopp, termasuk dalam kebijakan transfer pemain.

Klopp coba menyusun kekuatan dengan melakukan sejumlah transfer, seperti Sadio Mane, Georginio Wijnaldum, Joel Matip, dan Loris Karius di awal musim 2016/2017.

Meski mulai agresif di bursa transfer, nama saya tidak tergoyahkan sebagai bintang yang paling bersinar terang. Sebagai gelandang serang, saya mampu jadi pemain tersubur Liverpool di musim 2016/2017 dengan catatan 14 gol, melampaui Sadio Mane, Roberto Firmino, dan Divock Origi.

Performa apik saya di Liverpool bukan hanya membuat pendukung Liverpool makin jatuh cinta, melainkan juga melambungkan nama saya sebagai salah satu buruan terpanas di akhir musim.

Di 2017 saya melihat Neymar meninggalkan Barcelona dan nama saya kemudian masuk bursa sebagai salah satu pemain pengganti.

Klopp yang baru saja merekrut Alex Oxlade-Chamberlain dan Mohamed Salah langsung membentengi diri saya ketika nama saya mulai mengapung ke permukaan.

"Liverpool saat ini bukan klub yang diharuskan menjual pemain. Jadi apapun yang mereka tawarkan hal itu tidak penting. Dari segi finansial, tak ada batasan uang yang bisa membuat Coutinho pergi. Tidak ada harga yang bakal membuat kami menyerah pada Coutinho."

Komentar Klopp itu yang saya baca dari media ketika nama saya masih dikaitkan dengan transfer pemain di 2017. Klopp bahkan berulang kali menegaskan saya adalah pemain yang penting bagi fondasi masa depan Liverpool di bawah Klopp.

"Tetap di sini dan mereka akan membuatkan patung sebagai bentuk penghormatan kepadamu. Pergi ke tempat lain seperti Barcelona, Bayern Munchen, dan Real Madrid, kamu akan jadi pemain biasa. Di sini kamu bisa menjelma jadi sesuatu yang lebih."

Kalimat itu adalah bentuk keinginan Klopp untuk melihat saya bertahan.

Namun setelah menjalani paruh pertama musim 2016/2017 dengan dilema, meski saya tetap tampil profesional, Liverpool akhirnya merelakan saya pergi ke Barcelona.

Liverpool sekuat tenaga menahan saya, namun saya memang terbuai mimpi melanjutkan karier di Barcelona. Bermain bersama Lionel Messi bakal jadi salah satu cerita indah dalam karier saya.

Namun ternyata mimpi indah itu buyar dalam waktu cepat. Saya kebingungan dalam formasi 4-3-3 milik Barcelona.

Saya tidak cukup bersinar dan tajam untuk jadi pengganti Neymar, dan saya tidak cukup genius untuk mengisi posisi Andres Iniesta. Jadilah saya sulit berkembang dalam pola permainan Barcelona yang sudah memiliki pakem tetap.

Baru 1,5 musim berjalan, Barcelona sudah tak sabar dengan saya. Namun uang besar yang dikeluarkan Barcelona ketika mendatangkan saya membuat klub-klub yang berminat untuk mencoba tenaga saya berpikir ulang.

Barcelona tentu tak mau melepas saya dengan harga murah sementara klub peminat tentu tak ingin membayar mahal pada pemain yang dianggap sedang tak bersinar.

Saya jelas tidak dalam kondisi baik-baik saja setelah meninggalkan Liverpool. Saya gagal meneruskan jejak Luis Suarez yang tetap bersinar usai pergi dari Liverpool. Saya justru menjadi penerus Michael Owen yang langsung tenggelam ketika meninggalkan Liverpool.

Saya jelas sudah dicap sebagai pemain pengkhianat oleh suporter Liverpool. Sulit berharap untuk bisa kembali jadi bagian Liverpool karena Klopp sudah menyatakan hal itu pada musim lalu.

Kini saya hanya ingin dilihat dari sudut pandang lain oleh suporter Liverpool. Bukan sebagai pengkhianat, melainkan pembuka jalan bagi era baru Liverpool.

Bila saya bertahan di Liverpool, bukan tak mungkin pola 4-3-3 dengan sistem gegenpressing andalan Klopp justru malah tak bekerja dengan baik.

Sebagai pemain terbaik, Klopp tentu bakal memberikan ruang pada saya bila tak pindah. Hal itu menutup peluang main gelandang pekerja keras yang kini sering dimainkan Liverpool macam James Milner dan Georginio Wijnaldum.

Philippe Coutinho saat mengunjungi Anfield sebagai pemain Barcelona musim lalu.Philippe Coutinho saat mengunjungi Anfield sebagai pemain Barcelona musim lalu. (Lindsey PARNABY / AFP)

Bila saya dipaksakan main sebagai salah satu trio penyerang, perkembangan Sadio Mane dan Mohamed Salah tentu tak bakal sepesat sekarang karena mereka harus berbagi menit bermain dengan saya.

Andy Robertson juga tak mungkin sering melakukan overlap karena saya mungkin tidak terlalu sigap menutup lubang yang ia tinggalkan ketika maju.

Pola serangan terbaik dari Liverpool era Klopp baru bisa ditemukan setelah saya pergi. Pola permainan yang ideal berupa trio gelandang pekerja keras yang mampu menunjang trio penyerang cepat dan dua full back yang aktif membantu serangan.

Bila mempercayai ucapan Klopp bahwa Liverpool memanfaatkan uang penjualan saya dengan membeli pemain lain, tentu hal itu berarti saya punya peran dalam kedatangan Virgil van Dijk sepekan sebelum kepastian transfer saya ke Barcelona, serta rombongan pemain macam Naby Keita, Fabinho, Xherdan Shaqiri, dan Alisson yang jadi belanja besar Liverpool di musim berikutnya.

Kepergian saya membantu Liverpool menemukan pemain-pemain yang bisa menutup celah di lini belakang tanpa harus kehilangan ketajaman di lini depan.

Kepergian saya adalah berkah besar bagi Liverpool dan kerugian besar dalam perjudian yang saya ambil.

Selamat juara Liga Inggris, selamat menikmati era emas, Liverpool!

Dari yang Menyesal Meninggalkanmu,

Philippe Coutinho (har/cnn/bua)

Editor : bua
Uploader : rois
Penulis : CNN
Fotografer : CNN

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU