Hidup Penuh Toleransi, Indah Banget!

  • 26-05-2018 / 17:02 WIB
  • Kategori:Genzi
Hidup Penuh Toleransi, Indah Banget!

JAGA Toleransi dan Kerukunan…itu pesan Presiden RI Jokowi di bulan Ramadan ini. Sebagai masyarakat yang tinggal dalam negara dengan ragam perbedaan, sudah menjadi kewajiban untuk saling menghormati dan menghargai. Kalau kalian gimana nih?

Salah satu GenZier asal SMAK Frateran Irene Eka Widyawati punya kisah toleransinya di bulan Ramadan nih. Meskipun nggak berasal dari sekolah yang mayoritas muslim, tapi Irene punya banyak banget temen muslim dari luar sekolah. Dari tempat les-nya, dari sekolah alumni SD dan SMP, dan masih banyak lagi. Biasanya ketika Ramadan, Irene suka ikutan puasa meskipun nggak sebulan penuh.

Alasannya sih simple aja Guys, Irene malu sendiri ketika harus makan di depan banyak teman muslim-nya yang puasa. So jalan keluarnya ya ikutan puasa lah. “Apalagi sahabatku kebetulan juga seorang muslim. Aku sering ikut puasa sama dia meskipun nggak tiap hari. Kalau main sama dia di bulan Ramadan gini ya kadang suka haus. Caranya sih biasanya aku pamit keluar ruangan atau ke tempat sepi dulu buat minum. Meskipun dia sebenarnya nggak keberatan aku minum di depannya, tapi aku tetep nggak enak,” ceritanya.

Irene juga anti bahas makanan ketika bersama dengan teman yang muslim. Kalau hangout untuk nonton film di bioskop ya nonton aja, main di time-zone ya main aja, tanpa ada bahasan dan pertanyaan seputar makanan.

“Biasanya kalau udah capek main kan temenku atau aku selalu nanya laper nggak? Makan dimana? Nah itu kebiasaan yang sementara dihilangankan saat Ramadan untuk menghormatinya. Hidup penuh toleransi indah banget kok,” ujar gadis yang beragama katolik ini.

Satu lagi cerita datang dari GenZier asal Universitas Brawijaya, Gina Ruswani. Gadis yang beragama Kristen ini juga punya banyak sahabat muslim di kampusnya. Sama halnya dengan Irene, dia nih juga kadang ikutan puasa kalau sudah seharian harus di kampus. Ada sepenggal kisah Gina ketika ia lupa temannya yang sedang puasa ia goda habis-habisan di warung. Dan zonk! Gara-gara ulahnya dia nyesel hahaha.

“Pernah sih suatu hari aku lupa kalau bulan Ramadan. Aku ngajak temenku ke tempat makan, dia iya-iya aja. Waktu di sana aku bingung kok dia nggak makan, aku kira dia diet haha. Aku goda tuh sambil nyuapin makanan ke mulut. Bilang “ahhh” pas minum es teh. Eh temen temen aku Cuma ketawa doang sambil geleng-geleng. Sampe di kos aku buka HP baru ingat kalau lagi bulan puasa. Gila nyesel dong dan langsung chat dia minta maaf,” ceritanya sambil tertawa.

Tak hanya itu, saat Ramadan, Gina juga lebih banyak memilih diam daripada banyak mengajak teman muslim-nya bercanda. Bukan tanpa alasan, Gina takut jika banyak bicara dan pembicaraanya sedikit menyinggung akan membuat temannya marah dan mengganggu puasanya.

“Anti banget bikin kesel waktu mereka puasa, mending diam. Kasihan mereka kalau marah nanti kata mereka pahala puasa-nya berkurang,” pungkas gadis asal Kalimantan ini.

FYI, toleransi non-muslim saat Ramadan nggak Cuma diterapkan di Indonesia saja loh. Dilansir dari beberapa sumber,  warga Australia juga punya cara untuk menghormati yang berpuasa. Salah satunya imbauan dari pemerintah untuk yang akan berlibur di negara mayoritas muslim agar tidak makan, minum, atau merokok di depan publik. Hal ini semata-mata dilakukan untuk kedamaian dan hubungan antar negara  yang baik.

Buat kamu non-muslim yang menghormati dengan cara ikut berpuasa, awesome Guys! Kalian benar-benar GenZier yang amat toleran dan kuat banget. Toleransi memang wajib kamu terapkan sejak dini! Setuju yak! (*/oci)

Editor : oci
Uploader : hargodd
Penulis :
Fotografer :

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU