In a Bad Mood

  • 02-07-2018 / 16:06 WIB
  • Kategori:Genzi
In a Bad Mood Teks dan Foto: Abdurrahman Shihab (Universitas Islam Malang), Model: Ratri Ilmi Moerti Hayati (SMAN 6 Malang)

MOOD Swing bisa terjadi kapanpun dan dimanapun. Jangka waktunya pun juga tak menentu. Kadang up, kadang down, hmm udah kayak roller coster aja ya Gengs!

Banyak hal yang bisa menyebabkan mood kita menjadi buruk, bisa karena hal kecil seperti saat kita lapar, namun tidak ada makanan yang kita inginkan. Seperti yang dialami oleh Virgina Wulan Fausia dari SMA Islam Malang.

"Banyak hal yang bikin badmood secara tiba-tiba dari hal yang simple seperti contohnya saat aku lapar, tapi di rumah pas nggak ada makanan dan pas nggak ada uang juga buat beli makan, selain itu aku juga sendiri di rumah," ujar gadis yang akrab disapa Vira ini.

Tapi Vira juga mudah mengembalikan moodnya, yaitu saat sedang menghabiskan waktu bersama kakaknya.

"Meski kakak juga pernah buat badmood, tapi kakak juga yang menjadi moodboosterku, misalkan saat aku ada masalah sama teman, kakak selalu memberi solusi yang baik, selain itu jika pas aku kelaparan, pulang kuliah dia membawakan aku makanan secara tiba-tiba, " ujar Vira.

Di saat dalam keadaan badmood, biasanya akan menjadi lebih mudah marah. Setelah mood kembali normal, muncullah sebuah penyesalan. Itulah yang diungkapkan oleh Vira.

"Biasanya setelah mood membaik, ada rasa nyesel habis marah ke orang yang ga salah apa-apa. Apalagi kalau sampai keluar omongan yang jleb banget di hatinya, pasti dia sakit hati. Rasanya ingin minta maaf tapi bingung bagaimana, " pungkas Vira.

Selain Vira, juga ada Aditya Nurhasanah dari Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya yang moodnya selalu mudah berubah secara spontan.

"Biasanya yang bikin mood buruk itu kalau doi ga bales chat atau balesnya lama, itu bikin muncul pikiran aneh-aneh yang membuat diriku badmood. Selain itu juga teman-teman yang resek banget, rasanya ingin ku cubit satu-satu," Ujar Adit

Bukan penyesalan yang dirasakan Adit, namun kelucuan, setelah berpikir kenapa dia harus badmood pada masalah sesimple itu.

"Salah satu moodboosterku adalah adanya teman yang dapat jadi sasaran bully, walaupun hanya bersifat bercanda. Tapi setelah moodku kembali normal, aku berfikir dan menganggap itu lucu, kok bisa ya aku semarah itu? Padahal Lewat pikiran-pikiran positif kita juga dapat perlahan menghilangkan rasa," pungkas Adit. (*/oci)

Editor : oci
Uploader : irawan
Penulis :
Fotografer :

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU