Pantai Memanggilmu

  • 14-07-2018 / 17:29 WIB
  • Kategori:Genzi
Pantai Memanggilmu MODEL: Annisa Nurfadilla Risfaningrum (SMAN 3 Malang)

PERJALANAN darat sepanjang 1.025 km membuat Sam (Maisha Kanna) dan Happy (Lil'li Latisha) mendapatkan berbagai macam pelajaran. Pelajaran berharga ini terangkum dalam Film Ku Lari Ke Pantai garapan produser Mira Lesmana dan sutradara Riri Riza. Film ini melanjutkan kesuksesan kolaborasi antara Mira dan Riri yang terkenal sukses dengan film Laskar Pelangi dan Petualangan Sherina.

Film Ku Lari Ke Pantai menceritakan sebuah keluarga yang melakukan travelling dari Jakarta menuju Banyuwangi. Perjalanan darat membuat dua bersaudara dalam satu keluarga tersebut berada dalam satu mobil selama lebih dari 24 jam. Dalam perjalanan itulah banyak adegan yang mencerminkan kondisi anak-anak Indonesia masa kini.

Kondisi dalam film ini menurut GenZier asal SMAN 2 Malang, Adinda Gledy Rivalda sangat cocok dengan kenyataan pada masa kini.

“Dalam perjalanan Sam dan Happy saling acuh, awalnya karena sama-sama memainkan gadget masing-masing. Nggak ada pembicaraan, canda tawa, karena sibuk sendiri-sendiri. Hal kayak gini tuh nggak cuma terjadi pada Sam dan Happy saja, tapi pada semua orang termasuk aku,” ceritanya.

Film ini menurutnya dapat menyentuh dirinya, membuat Adinda sadar bahwa dia selama ini juga terlalu banyak bermain HP dan sering nggak mempedulikan orang sekitar. Ia sadar bahwa selama ini anak-anak Indonesia termasuk dirinya banyak yang kehilangan momen kebersamaan gara-gara gadget.

“Tapi di akhir cerita sih mereka akhirnya sadar dan akur, saling menyayangi. Ya itu pesan lain yang aku dapat, bahwa kasih sayang dalam keluarga itu penting banget, kebersamaan bareng mereka harus diutamakan daripada main gadget,” terang gadis berhijab ini.

Tak hanya itu, pesan untuk saling toleransi dan mencintai kebudayaan Indonesia juga disampaikan dalam film ini. Pesan toleransi terlihat ketika Sam dan Happy harus saling mengerti satu sama lain, saling mengalah, saat memutuskan sesuatu dalam perjalanan. Bagian inilah yang paling disukai oleh GenZier SMKN 4 Malang, Farah Faishillia.

“Aku jadi keinget kakak waktu liat film ini. aku sering banget sama kakak tuh berantem, mementingkan ego masing-masing, nggak pernah akur,” ujarnya pada kru GenZi.

Farah juga mengatakan bahwa film ini mengajak anak indonesia untuk kembali mencintai kebudayaan Indonesia. Perjalanan dari Jakarta menuju Banyuwangi mempertemukan Sam dan Happy pada berbagai budaya bahasa maupun kesenian.

“Kayak penggunaan bahasa Indonesia ternyata emang udah mulai luntur. Sam dan happy kayak lebih bangga kalau berbahasa Inggris. Padahal kita harus ingat bahwa dimana bumi dipijak di situ langit dijunjung. Kita lahir di Indonesia harusnya bangga dengan budaya negeri kita. Parah si film ini keren abis,” tukasnya.

Ku Lari Ke Pantai pun juga memperlihatkan pesona Indonesia dalam setting-nya. Ada beberapa tempat wisata yang hadir di film ini, di antaranya Taman Nasional Baluran yang berjuluk Little Africa dan Pantai Grajagan. Selain dua pemain anak pendatang baru, film Kulari ke Pantai juga menghadirkan sederet aktor dan aktris kawakan Indonesia. Mereka adalah Marsha Timothy, Lukman Sardi, dan Ibnu Jamil. Serta beberapa komika, salah satunya Dodit Mulyanto. (*/oci)

 

FAKTA

Bernaung dalam Miles Films, produser Mira Lesmana dan sutradara Riri Riza memang dynamic duo dalam dunia perfilman Indonesia sejak lama. Belasan film sukses dan populer telah mereka lahirkan bersama. Berikut Fakta Mira-Riri dengan karya-karyanya!

 

1. Duo Mira Lesmana-Riri Riza, sukses sejak lama

Film-film produksi mereka seperti Ada Apa Dengan Cinta, Athirah, Gie, Eliana Eliana, dan dua film anak-anak yang sangat sukses. Film anak-anak yang pertama tentunya adalah Petualangan Sherina. Film yang dirilis pada 14 Juni 2000 ini sendiri adalah film yang menjadi pelopor genre anak-anak di Indonesia. Film anak-anak berikutnya yang menjadi karya duo ini adalah Laskar Pelangi. Film yang dirilis 10 tahun lalu pada 25 September 2008 ini adalah adaptasi dari novel berjudul sama karya Andrea Hirata. Baik novel dan filmnya mendapat reaksi positif dan menjadi favorit di masyarakat. Bahkan, film Laskar Pelangi diklaim sebagai film dengan pendapatan tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

 

2. Membuka promosi dengan kuis emoji

Untuk mempromosikan produksi film Kulari ke Pantai ini, cara unik dilakukan oleh Miles Films. Awal Januari 2018 lalu, lewat akun media sosialnya, Milesfilms membagikan foto dengan berbagai emoji . Foto tersebut adalah kuis yang harus dijawab para pengikutnya tentang judul film yang akan dirilis. Sempat membuat kita memutar otak, sejumlah orang tetap ikut berpartisipasi dalam kuis ini. Ternyata jawaban dari kuis ini adalah KOLA-RI-KUPON-THAI yang akan dirangkai menjadi “Kulari ke Pantai”. Kreatif, ya, Sahabat Trivia?

 

3. Mengusung tema petualangan, mempromosikan keindahan Indonesia

Film ini akan berkisah tentang petualangan ibu dan anak dari kota yang sangat urban di Jawa Barat, hingga ke ujung timur Jawa Timur. Tepatnya, di Taman Nasional Alas Purwo, Banyuwangi. Film ini, menurut Riri, akan mengangkat kebudayaan dan keunikan berbagai tempat di Jawa Barat hingga Jawa Timur yang akan membuka cakrawala anak-anak Indonesia tentang negaranya sendiri. Dalam menggarap film-film karya mereka, Riri dan Mira sendiri memang selalu mampu mengangkat unsur tempat yang menjadi latar film mereka. Sebut saja wilayah perkebunan dan hutan lebat di Lembang yang menjadi latar Petualangan Sherina. Selain itu, wilayah Bangka Belitung yang menjadi tempat syuting Laskar Pelangi juga masih menjadi primadona tempat wisata di Indonesia. Padahal, film tersebut rilis satu dekade yang lalu.

 

4. Aktor dan aktris cilik yang pernah bermain untuk Miles Films

Sebelumnya, Miles Films sendiri bekerja dengan para aktor dan aktris cilik yang kini telah dewasa dan sukses dengan jalannya masing-masing. Sherina Munaf dan Derby Romero adalah dua pemain utama dalam film Petualangan Sherina. Keduanya diketahui masih bersahabat dan sama-sama masih aktif berakting. Bedanya, Sherina baru akan kembali ke dunia film setelah sebelumnya fokus pada pendidikannya di luar negeri. Sementara Derby aktif di layar televisi. Maudy Ayunda, bintang film Untuk Rena juga kini masih akting berakting dan juga merambah dunia tarik suara. Selain itu, Zulfanny, pemeran Ikal dalam Laskar Pelangi, kini tengah menempuh pendidikan di Institut Kesenian Jakarta. Zulfanny kini lebih aktif bergelut dalam dunia balik layar, sesuai dengan pendidikannya.

 

5. Kolaborasi dengan Arie Kriting dan Gina S. Noer

Film Kulari ke Pantai mengusung genre drama komedi. Untuk membantunya mewujudkan cerita yang bisa dinikmati berbagai kalangan, Miles Films menggaet Arie Kriting dan Gina S. Noer. Arie Kriting sendiri adalah seorang komedian asal Papua yang naik daun semenjak bergabung di ajang stand-up comedy. Selain aktif di berbagai acara komedi di televisi, Arie juga ikut bermain dalam berbagai film komedi seperti Susah Sinyal dan Malam Minggu Miko the Movie. Gina S. Noer adalah penulis skenario film dan televisi yang telah lama malang melintang di dunia penulisan naskah. Selain itu, istri dari penulis skenario Salman Aristo ini juga adalah co-founder dan editor in chief di PlotPoint Publishing & Workshop. Belum dikonfirmasi apa persisnya peran mereka dalam produksi film Kulari ke Pantai. Namun, fans memprediksikan peran mereka tidak akan jauh dari pekerjaan mereka sebelumnya. (*/oci)

Editor : oci
Uploader : irawan
Penulis :
Fotografer :

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU