Asian Para Games, The Inspiring Spirit

  • 08-10-2018 / 10:40 WIB
  • Kategori:Genzi
Asian Para Games, The Inspiring Spirit

PEMBUKAAN Asian Para Games, Sabtu lalu, bikin merinding. Menyaksikan atlet-atlet istimewa dan berbakat dengan semangat menggelora, dan ketangguhan mereka…

Ada 18 cabang olahraga yang akan dipertandingkan dalam Asian Paragames kali ini. Diantaranya atletik, bulu tangkis, panahan, boccia, catur, balap sepeda, dan masih banyak lagi. Diantara 18 cabor, tenis meja dan renang menjadi cabang paling favorit dan diikuti atlet dengan jumlah peserta terbanyak. Cabang tenis meja diikuti 25 negara dengan total 253 atlit. Sedangkan cabang renang diikuti 26 negara dengan total 275 peserta.

Bagi Genzier asal SMAN 4 Malang, Azalia Devina, Asian Para Games 2018 membuka kesempatan atlet difabel Indonesia untuk bersama-sama merayakan eforia kompetisi se-Asia di negaranya sendiri, layaknya atlet Asian Games 2018. Tidak adil rasanya ketika atlet yang difabel nggak bisa merasakan kebahagiaan eforia juga.

“Karena atlet difabel bukan atlet yang tidak sempurna menurutku, tapi hanya atlet dengan kelebihan yang berbeda dan istimewa. Sayang banget kan kalau mereka nggak bisa merasakan eforia kayak Asian Games kemarin. Untungnya tahun ini Asian Para games 2018 juga diadakan di Indonesia, jadi bisa merasakan kebahagiaan yang sama,” jelasnya.

Menurutnya, Asian Para Games 2018 akan lebih banyak mengajarkan pelajaran dari pada Asian Games 2018. Adanya kompetisi ini baginya menunjukkan bahwa dunia ini menghargai perbedaan. “Aku selalu ngerasa tersentuh kalau kompetisi ini digelar, jadi malu sama diri sendiri yang semangatnya nggak sebesar mereka. Kompetisi ini aku harap nggak cuma mengajarkan arti kemenangan dan kekalahan tapi juga arti semangat, self motivation buat masing-masing individu,” ujarnya.

Nggak Cuma Azalia aja, GenZier asal Universitas Muhammadiyah Malang, Ega Ramdini juga mengatakan hal yang serupa. Jika Asian Games 2018 diwarnai kemeriahan dan kemegahan, maka Asian Para Games 2018 diwarnai dengan kisah-kisah inspiratif melihat semangat para atlet. “Mau seberapa besar euforia Asian Games 2018, menurutku masih lebih menyentuh hati Asian Para Games 2018. Mereka adalah atlet-atlet yang percaya kalau yang namanya cacat itu nggak ada, semua bisa berprestasi dengan fisiknya,” paparnya.

Ia berharap, Asian Para Games 2018 disambut gembira layaknya Asian games 2018. Ia ingin saudara-saudara difabel didukung layaknya euforia Asian Games 2018 kemarin. “Aku lihat kok orang-orang nggak excited aja gitu loh sama ajang ini. Ya semoga dugaanku salah. Semoga nantinya euforia Asian Para Games nggak kalah meriah dan juga semoga atlet Indonesia meraih banyak medali emas untuk Indonesia,” pungkasnya.

Dilansir dari beberapa sumber untuk Asian Para Games 2018, Wibowo selaku Humas PT Transjakarta, menyediakan bus Transjakarta yang ramah disabilitas untuk

atlet difabel yang sedang mengikuti Asian Para Games 2018. Selain itu, Pawai Obor Indonesia 2018 Asian Paragames akan dilakukan di beberapa kota, yakni Mrapen, Grobogan, Solo, Ternate, Makassar, Denpasar, Pontianak, Medan, Pangkal, Pingkan, dan DKI Jakarta. (*/oci)

 

INFO

Cabang olahraga di asian Para Games 2018 pasti ada yang belum kamu kenal Gengs, yuk kenalan dengan cabor-cabor unik di Asian Para Games 2018!

Boccia

Cabor ini didesain untuk penyandang disabilitas celebral palsy. Boccia pertama diperkenalkan di Paralimpiade 1984. Kini, Boccia sudah banyak dipertandingkan di multi event para games. Boccia merupakan olahraga ketepatan. Cara bermainnya dengan melempar bola. Bolanya berdiameter 100 milimeter, dengan berat 275 gram. Bagaimana cara bermainnya? Ada tiga warna dalam boccia: putih, merah, dan biru. Putih merupakan bola jack, bola pertama yang dilempar olah salah satu tim. Bola ini yang akan menjadi sasaran lempar enam bola merah dan enam biru yang dipegang para tim. Bola yang terdekat dengan jack yang dihitung poin.

Judo

Olahraga beladiri judo berasal dari Jepang. Hanya atlet dengan gangguan penglihatan yang memenuhi syarat yang diperbolehkan bertanding di cabang olahraga para judo. Atlet judo (judoka) yang bertanding dibedakan berdasarkan berat tubuh. Waktu bertanding untuk pria lima menit dan wanita empat menit. Judoka meraih angka dari kemampuan menyerang atau mendapatkan satu angka (ippon) dengan membanting lawan dengan punggung membentur lantai terlebih dahulu, teknik mengunci, atau memaksa lawan untuk menyerah.

Lawn Bowls

Lawn bowls merupakan olahraga yang memiliki karakteristik menyerupai bowling, namun dipertandingkan di atas lapangan rumput. Jika bowling memiliki 10 buah pin sebagai target, lawn bowls mempunyai bola putih yang disebut jack, sebagai sasaran. Peraturan dasar olahraga lawn bowls adalah dengan melontarkan bola (bowl), ke arah bola berwarna putih (jack), yang menjadi bidikan. Pemain dengan lontaran bowl terdekat dengan jack akan meraih poin tertinggi.

Goal Ball

goal ball pertama kali dikenalkan di Austria oleh Hanz Lorenzen dan German Sepp Reindle pada tahun 1946. Ini dalam rangka membantu rehabilitasi para korban perang dunia ke-2 yang tuna netra.Tahun 1976, cabang olahraga goal ball resmi masuk dalam cabang olahraga yang dipertandingkan dalam Olimpiade Paralympic. Cabang olahraga ini dikhususkan untuk para atlet tuna netra. Para pemain sangat mengandalkan indera pendengaran sepanjang pertandingan berlangsung. (*/oci)

Editor : oci
Uploader : irawan
Penulis :
Fotografer :

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU