Cegah Joki SBMPTN, Siapkan Go-Jek di 6 Lokasi, Tangames!!!

  • 07-05-2018 / 23:34 WIB
  • Kategori:Kampus
Cegah Joki SBMPTN, Siapkan Go-Jek di 6 Lokasi, Tangames!!! Peserta SBMPTN melihat dan memastikan ruangan ujian yang akan ditempati di Universitas Brawijaya, kemarin. (Ipunk/MP)

MALANG-38.890 calon mahasiswa mengikuti ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) Selasa (8/5) hari ini. Panitia menyediakan strategi khusus mencegah praktik perjokian dan mengatasi berbagai tindakan kecurangan. 

Salah satu cara membuat joki tak bisa beraksi yakni peserta yang datang terlambat tetap wajib menempati ruangan ujian sesuai yang tercantum dalam kartu peserta SBMPTN. Panitia tidak menyediakan  tempat khusus bagi peserta seleksi yang terlambat. 

“Biasanya modus peserta melakukan tindakan curang (termasuk joki) yakni dengan datang terlambat secara bergerombol dan sengaja salah lokasi. Harapan mereka akan ditempatkan di lokasi peserta yang sama-sama datang terlambat,” ujar Ketua Panlok 55 Malang, Prof Kusmartono kepada Malang Post, kemarin. 

Saat berada di ruangan ujian,  para peserta yang terlambat itulah diduga bisa melakukan perbuatan curang. Di antaranya bisa mengerjakan soal ujian secara bersama-sama hingga joki melakukan aksinya.  
“Datang terlambat secara bergerombol menjadi tren sekaligus modus tindak kecurangan. Sehingga kami menerapkan regulasi yang ketat dengan mewajibkan peserta menempati ruang sesuai kartu ujian,” kata Kusmartono.  

Panitia, lanjut Wakil Rektor I Universitas Brawijaya (UB) ini, juga bekerjasama dengan Go-Jek. Tujuannya untuk langsung mengantar peserta ke lokasi ujian sesuai yang tertera dalam kartu peserta SBMPTN. Panitia menyiapkan 5-6 titik lokasi Go-Jek di UB. 

Panlok 55 Malang mengingatkan, peserta yang datang terlambat tidak akan mendapat tambahan waktu. Karena itulah diimbau agar datang tepat waktu sesuai jadwal yang sudah diumumkan.

Lebih lanjut dia mengatakan, panitia juga siapkan strategi lain untuk mengatasi praktik curang. “Yakni pengaturan pembagian soal urut ke belakang, sehingga tidak ada kemungkinan soal yang sama bagi peserta yang duduk bersebelahan,” tuturnya.

Hal sama juga diterapkan di lokasi ujian kelompok campuran yang berlokasi di UIN Maliki dan Unisma Malang.  Kepala Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan dan Kerjasama UIN Maliki, Drs H Achmad Heru AH MSi memastikan lebih tegas pada peserta SBMPTN yang datang terlambat. Jika tahun lalu, peserta yang terlambat akan dikumpulkan di satu ruangan maka sekarang peserta yang terlambat harus menempati ruangan sesuai nomor ujian.

“Panitia akan mengumpulkan peserta yang datang terlambat, tapi mereka wajib mengerjakan soal di ruangan sesuai kartu peserta dan tidak mendapat tambahan jam pengerjaan. Tahun lalu, kami tidak menemukan adanya joki, tapi kami telah mempersiapkan pengamanan untuk antisipasi dengan baik,” ulasnya.

Terkait jaringan, penanggung jawab Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) UM, Dr Agus Hermawan Grad Dip Mgt MSi MBus, mengaku telah menyiapkan dan mengujicoba jaringan dengan pusat di Jakarta. Sehingga pelaksanaan untuk ujian tulis berbasis komputer dapat berjalan maksimal. Selain itu, Panlok 55 Malang telah menyiapkan sistem proteksi yang kuat mengantisipasi virus yang mengganggu sistem komputer.

“Kami sudah menyiapkan dan menguji komputer baik secara lokal maupun jaringan dengan sistem komputer pusat Jakarta. Sehingga tim TIK siap pada pelaksanaan UTBK. Tak hanya komputer, proteksi berlapis juga dilakukan untuk melindungi data terutama soal. Tak perlu khawatir,” papar Wakil Dekan Fakultas Ekonomi UM tersebut. (mg3/van)

Editor : Dewi Yuhana
Uploader : slatem
Penulis :
Fotografer :

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU