Tingkatkan SPMI, STTAR Menuju Perguruan Tinggi Unggul

  • 08-07-2019 / 16:04 WIB
  • Kategori:Kampus
Tingkatkan SPMI, STTAR Menuju Perguruan Tinggi Unggul SINERGI: Ketua Sekolah Tinggi Teknik Atlas Nusantara, Eddy Prihatno, MT bersama Rektor UB, Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanani AR, AR., MS., menunjukkan draf kerjasama antara dua lembaga.

MALANG - Sekolah Tinggi Teknik Atlas Nusantara (STTAR) bersama Universitas Brawijaya menjalin sebuah komitmen untuk pengembangan mutu pendidikan. Dalam hal ini STTAR selaku PT Mitra dipercaya sebagai Perguruan Tinggi Asuh dari Universitas Brawijaya untuk mendapatkan pendampinginan.  

Pada Program Asuh UB 2019 kali ini, Sekolah Tinggi Teknik Atlas Nusantara (STTAR) mendapat kesempatan menjadi salah satu PTS yang akan diberikan program pendampingan agar dapat meningkatkan kualitasnya untuk menuju perguruan tinggi yang unggul. Kerjasama diawali dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Rektor Universitas Brawijaya dengan Ketua Sekolah Tinggi Teknik Atlas Nusantara beberapa waktu yang lalu. 

Program Asuh yang mendapatkan dukungan dari Ditjen Belmawa Kemenristekdikti ini memiliki beberapa tujuan. Antara lain untuk membantu PT Mitra mengembangkan komitmen dan dokumen perencanaan strategis, membantu mengembangkan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) sesuai pedoman Kemenristekdikti dan membantu mengembangkan sistem pengendalian SPMI melalui sertifikasi auditor internal. 

Selain itu melalui kerjasama ini Sekolah Tinggi Teknik Atlas Nusantara (STTAR) juga mendapatkan pendampingin untuk prodi-prodinya yang akan mengajukan akreditasi. Universitas Brawijaya juga membantu dalam peningkatan kapasitas sumberdaya manusia STTAR dalam menyusun dan berkompetisi proposal hibah penelitian serta publikasi artikel ilmiah.

Ketua tim Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) STTAR, Herry Sudjendro, MT., mengatakan, pelatihan di program asuh berarah pada membangun kebijakan dalam pengelolaan perguruan tinggi. Dengan pelatihan yang diberikan oleh para pakar dan praktisi dari UB tersebut, tim dosen STTAR semakin serius untuk menata dan mengembangkan mutu ke depannya. “Tanggal 15 juli kami akan divisitasi dan dilakukan supervsi oleh UB. Kami akan mempresentasikan program yang akan kita kembangkan,” ujarnya.  

Materi yang diberikan selama pelatihan merupakan masukan penting bagi Sekolah Tinggi Teknik Atlas Nusantara dalam upaya untuk terus berbenah dan meningkatkan mutu perguruan tinggi melalui kegiatan penjaminan mutu dan audit internal.  “Kedepannya internal audit  akan kita lakukan dua kali dalam setahun di akhir semester. Tujuannya agar kita melalukan perbaikan berkala sebelum banyak permaslahan yang muncul,” imbuhnya.

Ia menerangkan audit internal meliputi banyak aspek. Diantaranya mengarah pada instrumen yang ada pada borang program studi. Sehingga STTAR selalu siap dengan berbagai macam dokumen untuk kepentingan reakreditasi. “Artinya ketika internal audit berjalan dengan baik sewaktu waktu kita bisa reakreditasi dan tidak tergopoh-gopoh untuk melakukan persiapan dokumen,” terangnya. 

Herry mengungkapkan, beberapa bidang lain yang perlu dilakukan peningkatan yakni bidang tata kelola lembaga dan bidang SDM. Karena itu, perlu adanya upaya untuk membangun motivasi dan komunikasi yang kuat antar dosen.  “Selama ini kami lemah dalam komunikasi sehingga perlu adanya program motivasi agar dosen semakin baik dalam melaksanakan tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ungkapnya.

Ketua Sekolah Tinggi Teknik Atlas Nusantara, Eddy Prihatno, MT mengapresiasi terhadap kerjasama PT Asuh dari Universitas Brawijaya. Melalui program tersebut STTAR banyak mendapatkan pengetahuan baru dari para praktisi di Universitas Brawijaya, terutama dalam penyusunan dokumen-dokumen internal maupun tata cara menjalankan kegiatan Audit Internal oleh lembaga Penjaminan Mutu di Sekolah Tinggi Teknik Atlas Nusantara. “Hal tersebut diharapkan membuat Sekolah Tinggi Teknik Atlas Nusantara senantiasa mengalami peningkatan mutu untuk menuju Perguruan Tinggi yang unggul,” ungkapnya. (imm/)

Editor : bua
Uploader : irawan
Penulis : Imam W.
Fotografer : Imam W.

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU